Kehilangan Kamera

Sy agak malu atas postingan sy sebelumnya tentang madrid yang menang atas Barcelona. Yang benar adalah Barcelona menang 2-0 atas madrid di Kandang Madrid pada Liga Champion Rabu, 27 April 2011 . Makasih ya Gie, orang yang memberikan koreksi atas postinganku sebelumnya. Jadi sedih banget, tapi semoga menang lah si Madrid di kandang Barcelona (agak pesimis). Malah ada yang nulis di status facebook “Demi Madrid saya akan pertaruhkan harga diri. Kalo malam ini El Real gagal ke Wembley saya akan ganti poto profilku dengan poto yg semi telanjang pake koteka….”  haha lucu banget..

Sy lagi berniat menulis sekali dalam 2 hari, jadi ini adalah bentuk perjuangan saya untuk belajar menulis dengan baik. Sy berharap tulisan sy banyak di akhir tahun walaupun jarang orang yang ngebaca haha, atau bahkan hanya saya seorang yang ngebaca. Dilihat dari tulisanku sih, kadang kurang teratur dan acak-acakan. Mungkin itulah ciri khas dari gaya penceritaanku dan cara ngeblogku. Apa yang terlintas di otak, langsung ditulis saja, dan juga sy dipengaruhi oleh banyak cara bercakap, mulai dari bahasa makassar yang benar-benar hancur struktur bahasanya (Ada yang ngulas sedikit sih tentang bahasa makassar, bisa dilihat disitus ini dan situs ini ), hingga cara berbahasa anak-anak perkotaan dari Jakarta dan Bandung, soalnya pernah lama tinggal di Bandung.

Kali ini terjadi kesialan beruntun dalam beberapa hari terakhir ini, dimulai dengan kehilangan kamera, kemudian ban motor yang diberikan cuma-cuma tukang bengkel yang sy ceritain dipostingan sebelumnya itu kempes lagi, walaupun bekas sih. Jadinya sy sekarang  agak sulit untuk mobilisasinya. Walaupun di kosan sy ada 2 motor, tetapi motor yang satu sering digunakan oleh adik sy, jadi sy lebih sering menggunakan motor butut sy. Sepertinya ban motor luar sy juga harus diganti karena dah robek dan gundul. Wah ada yang mau ngasi duit gak hehe… Dan juga sekarang tingkat kemalasanku lagi lagi naik (.penyakit yang harus dihentikan…)

Hari Minggu, 1 Mei 2011, adik sy pulang bersama temannya dari jalan2 mereka di Malino (90 km dari Kota Makassar, yang merupakan daerah wisata yang direkomendasikan di Sulawesi Selatan). Dia pun memberikan oleh-oleh yang baik, yaitu “kehilangan kamera” .

Kata teman dia, “kamera itu sy taruh di kantong sy, dan akhirnya terjatuh. Sy berdua Fadli (fadli adik sy maksudnya) pergi menyisir ulang tempat yang sudah kami lalui dan bertanya ke masyarakat setempat dan hasilnya tak ada”. Wah, sontak  perasaanku langsung tidak enak. Itu benda yang sangat ku sayangi. Dengan benda itu sy bisa mengabadikan gambar-gambar tertentu, dan niat sy saya bisa posting di blog lah jika gambar itu berhubungan dengan tulisan saya. Kamera digital Fujifilm, Finefix tipe JV110 sy beli di bulan January di Bandung sebelum sy balik ke Makassar. Dan benda itu baru kugunakan tidak lebih dari 50 kali jepret hiks hiks..

"Kamera digitalku yang Hilang, tapi warna silver"

Teman adik sy itu meminta maaf ke saya dan berupaya untuk bertanggung jawab. Sy juga bingung bagaimana harus memberikan pilihan bagaimana bentuk pertanggungjawabannya pada saat itu. Saya memutuskan untuk tidak menjawab apakah dia harus mengganti kamera langsung ataukah mengganti dengan uang saja. Karena terlintas di kepalaku beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama, teman adikku yang sudah lulus dari Hukum Universitas Hasanuddin ini belum bekerja dan juga terlihat ekonominya kurang baik untuk saat itu. Sy takut membebani dia. Walaupun sy juga merasa kehilangan atas kamera   pada saat itu.  Kedua, sy juga pernah menghilangkan barang yaitu handphone orang. Handphone ini keadaannya retak layarnya, berbeda dengan kamera ku yang masih baru hehe..Tetapi orang itu,  ketika sy menyampaikan kabar ke beliau. Beliau cuma langung mengatakan, “ya sudahlah barang nya sudah hilang” tanpa sy harus mengganti. Sempat terpikir ingin juga seperti itu, tetapi sayangnya, sy bukan orang berduit untuk beli lagi. Berbeda dengan orang yang sy hilangkan handphonenya. Orang itu adalah Direktur Utama Digital  Mark Reader   jadi masalah handphone yang sy hilangkan sepertinya tidak terlalu berpengaruh pada keadaan finansialnya.

Sy sudah mengecek harga kamera itu untuk saat ini di MTC (Makassar Trade Center), harganya Rp.1.200.000 (hasil survey harga pada 3  toko). Ada beberapa orang terdekat sy menyarankan kepada sy ‘barang diganti barang saja’. Akan tetapi sy sudah menyerahkan semuanya ke adik sy untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jadi sy menunggu hasilnya sajalah sambil berupaya mengikhlaskan atas kehilangan kamera itu.

Ini foto adik sy bersama teman-temannya di Malino. Sy peroleh dari foto yang diupload oleh Rishal  yang sy sering temanin online setiap malam di Unhas. (lihat postingan sy tentan online di Unhas tiap malam). Adik sy yang paling kanan.

"Diambil dari foto profil Rishal"

"diambil dari foto profil Rishal - Foto di Malino"


Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Daily Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s