Bincang-Bincang dengan Security di Graha Pena

Senin malam, 2 Mei 2011, sehabis shalat magrib, sy  mengantar adik sy yang kedua yang baru selesai Ujian Nasional SMA ke Gama College, yang membuka bimbingan belajar untuk masuk STAN (sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Kebetulan bimbingannya di Gedung Graha Pena Fajar Makassar, salah satu gedung tertinggi di Makassar dan sy belum pernah masuk ke gedung ini sebelumnya .Gama College, berada di lantai 3.

Setelah dia(adik sy) masuk ke  ruangannya, sy kemudian berniat untuk naik hingga lantai teratas dari gedung itu. Sy masuk ke lift, dan melihat tombol hingga 19, kemudian saya mencoba menekan, dan ternyata tombolnya tidak menyala, sy berpikir mungkin rusak. Soalnya dilantai basement liftnya sedang tidak bisa digunakan. Kemudian menekan tombol 18, lift itu pun naik hingga lantai 18. Tiba di lantai 18, yang  sy dapat hanya ruangan gelap, tak berpenghuni. Sudah tak ada orang lagi, agak seram juga. Sy ingin ke lantai 19, tetapi tidak ada tangga darurat sy temukan. Kemudian sy mencoba mencari tahu apa yang ada di lantai 17, dan ternyata tak ada juga, sy pun turun mengecek tiap lantai, hingga lantai 15 sy berhenti. Karena ternyata ada 1 orang yang sedang berjaga.

Orang itu pun langsung bertanya, “ sedang apa pak?”(serasa tua aja dipanggil pak). Sy pun menghampirinya, karena terlihat orang ini ramah, sy menjawab, “sy sedang ingin jalan-jalan saja pak”. Oooo ternyata dia seorang satpam. Kemudian pura-pura bertanya “bapak bekerja apa di sini?” dia menjawab, security pak. Orang ini tampaknya masih muda, gumam sy dalam hati. Sy langsung mengorek aja informasi dari dia.

Dari informasi yang sy peroleh dari dia, sebut saja dia Ridwan, Ridwan baru bekerja sekitar 3 tahun setelah dia lulus dari SMA, terus dia memiliki tinggi sekitar 175 cm lebih (sy Cuma 170 cm).  Dia  memberi tahu sy gaji sebagai sekurity disini Rp.1800.000,- namun di bulan pertama sekitar Rp.600.000. Dalam hati, wah cukup tinggi juga yah. Dia pun mengucapkan syukur karena dia diterima menjadi satpam. Gajinya cukup tinggi kata dia dibandingkan beberapa pegawai pemasaran. Dia mempunyai kakak seorang tentara, dan menyarankan kepada Ridwan untuk masuk tentara juga sebelumnya. Akan tetapi Ridwan masih senang dengan pekerjaannya dan belum memikirkan untuk masuk tentara.

Ridwan ini belum menikah hingga saat ini. Dia berkata, sy masih ingin fokus untuk bekerja sebagai sekurity disini. Ada satu orang teman dia yang juga sebagai satpam, berpacaran dengan pegawai pemasaran, dan akhirnya menikah kata dia. Dia, Ridwan menceritakan kepadaku pengalaman dia ketika mendaftar menjadi security di kantor Fajar, koran terbesar di  Makassar. Dia sempat menjalani pelatihan dan training di SPN Batua, tempat polisi tamatan SMA menjalani latihan. Hingga di tempat tentara melakukan latihan yang sy lupa dimana tempatnya. Dia sempat push-up 20 kali di atas kerikil dengan tangan di kepal. Wah kata dia udah seperti tentara kata dia hahaha…Dia harus bersaing dengan sekitar 60 pendaftar yang lainnya pada saat itu.

Saat ini kata dia, hingga akhir Mei, ada lowongan menjadi satpam lagi di kantor Fajar ini. Sekarang kata dia sudah ada 80 pendaftar lebih. Ridwan juga pernah mendaftar di Trans Studio Kalla untuk menjadi satpam, tetapi dia gugur dan rezekinya ada di Gedung Graha Pena ini.

Ridwan tinggal di Makassar bersama kakaknya, namun ia pulang ke rumah kakaknya sekitar 2 hingga  3 kali dalam seminggu. 1 hal yang paling dia senang kata dia, ketika dia harus lembur, karena meningkatkan pendapatan dia. 1 kali lembur diberikan upah sekitar Rp. 100.000. Security disini lembur jika security yang mempunyai tugas pada shift itu tidak bisa bekerja karena halanngan atau sakit. Sementara orang yang dia ganti shiftnya harus dipotong gajinya sekitar Rp. 35.000. Jadi kata dia, penghasilan dia bisa hingga 2 jutaan lebih dalam sebulan. Untuk bulan April kemarin dia lembur sekitar 5 kali. Dia pun menyarankan kepada sy untuk memberikan nomor handphone kepada dia, soalnya kalau ada lamaran kerja, dia akan memberikan informasi kepada sy kata dia. Ya sudahlah sy memberikan kepada dia nomor sy, padahal di dalam hati sy Cuma berucap, sy juga Cuma lulusan SMA, karena tidak sempat menyelesaikan kuliah di Bandung. Sedihnya T T. Dia juga pernah menyarankan hal serupa kepada seseorang untuk menyimpan nomor handphone saja untuk dihubungi jika ada lowongan pekerjaan. Dan orang itu sudah bekerja kata dia disini berkat informasi yang diberika Ridwan kepada dia. Orang itu masih saja berterima kasih kepada Ridwan kata dia. Jadi ketika sudah terima gaji, terkadang Ridwan diberikan ‘sebungkus rokok kata dia’. Hahaha..

Ridwan dan sekuriti lain  juga senang  jika pihak Fajar sedang melakukan pesta, karena bisa dapat rezeki lagi. Terkadang beberapa undangan memberikan ‘uang pembeli rokok’ Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000, kepada dia. Padahal Cuma mengantar hingga ke lift dan memberikan informasi sedikit kepada orang tersebut.  Jadi jika ada pesta, para sekurity di Fajar cenderung tinggal untuk berjaga walaupun bukan shift mereka bekerja.

Ridwan memberi tahu sy bahwa Direktur Utama dari koran Fajar ini,  kantornya di lantai 15 ini. Kata dia, ‘Bos sedang ada di Batam saat ini’. Dalam beberapa bulan lagi kata dia, ada perusahaan asing yang menyewa tenant di depan kantor Bos Fajar ini di lantai 15. Hmm kata dia, dia juga akan membutuhkan satpam sepertinya.

 Dia juga mengatakan, kalau ingin ke lantai teratas, kita harus mendapatkan ijin dulu terlebih dahulu dari Bos  Fajar ini. Kalau ingin bertemu Bos, kita harus melapor terlebih dahulu di satpam Basement, kemudian di satpam depan pintu kantor di lantai 15, kemudian ada satpam lagi di dalam kantor, dan seterusnya.  Sekitar 3 kali konfirmasi lebih jika kita ingin bertemu dengan Bos koran Fajar ini. Dia kemudian mengajak sy untuk melihat Makassar dari lantai 15, sayang sy sudah kehilangan kamera, jadi tidak bisa diabadikan.

Sy dengan Ridwan berbincang kurang lebih sejam, wah cukup lama juga. Sy pun mengakhiri perbincangan sy dengan dia, kemudian turun ke lantai 3 lagi untuk menjemput adik sy yang sy pikir sudah selesai bimbingan belajarnya.

Ya begitulah bincang-bincangnya, entar bincang-bincang lain dengan tukang becak, tukang bakso hahaha…

Gambar Gedung Graha Pena Fajar  : diambil Dari kameraku yang hilang : (


Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Daily Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s