Mengapa Saya Selalu Telat

Rabu, 10 Mei 2011 , sy merenung. Sambil berjalan sy menunduk, mempertanyakan, “Mengapa sy selalu telat ?”, “Mengapa sifat ini mengakar telah lama dalam diri sy?”. “Mengapa ? dan Mengapa ? dst ?”…

Sy menyadari sifat ini adalah sifat yang sangat tidak baik. Sifat ini juga berhubungan dengan sifat malas. Dan sifat ini pun berhubungan dengan sifat menunda-nunda. Ketiga sifat yang saling berhubungan Ini merupakan penyakit yang harus diobati. Dan pengobatan untuk masalah ini hanya terdapat di dalam diri kita sendiri. Yaitu semangat dan keinginan yang kuat untuk mengobati penyakit ini. Proses yang membutuhkan waktu yang lama. Kesabaran dan konsistensi. Dan masih banyak lagi yang sy tidak sebutkan. Mungkin Anda jauh lebih tau daripada saya.

Penyakit telat yang diikuti oleh malas, serta menunda-nunda yang ada pada diri sy nampaknya sudah dalam stadium tinggi. Setiap pagi setelah shalat subuh, sy tidur. Beda dengan muslim yang rajin dan taat beribadah. Setelah shalat subuh, mungkin mereka akan mengisi dengan mengaji, kemudian menyambut pagi dengan dzikir-dzikir tertentu. Ketika ada janji terkadang sy telat hingga 45 menit. Hari ini sy janjian dengan Cammo jam 06.00, akan tetapi telat 16 menit. Ketika ada hal yang saya ingin kerjakan maka sy pasti menunda-nundanya. Seperti tulisan ini, sy berencana memposting tulisan ini hari rabu, 2 hari yang lalu. Akan tetapi baru terealisasi hari ini. Itupun mendekati hari sabtu. Parah banget! Padahal sy tidak sesibuk seperti Budi Rahardjo misalnya, dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB ini. Beliau yang memiliki banyak kesibukan ini hampir tiap hari selama tahun ini beliau memposting, walaupun tulisannya singkat-singkat. Akan tetapi beliau begitu konsisten untuk memposting. Terus hebatnya lagi beliau mempunyai banyak blog dan hampir tiap hari update. Kalau gak salah ada di Tumblr, di blogspot juga. Dia juga menjadi kontributor di majalah-majalah teknologi lainnya.

Telat, Malas, Menunda-Nunda, penyakit bersahabat yang harus dihilangkan !

Hampir di tiap sudut kehidupan yang sy rasakan mengajarkan kita untuk telat juga sepertinya. Banyak acara atau pesta terlambat hingga 1 jam-an. Seperti acara kemarin yang diadakan oleh Anging Mammiri di Kafe De luna, 6 Mei 2011. Telat juga hingga 1 jam-an. Acara seminar atau pelatihan yang biasa diadakan oleh kampus. Acara perkuliahan. Sewaktu sy masih kuliah di ITB. Sy paling banter telatnya 15 menit. Karena dosen-dosen disana begitu konsisten mengenai waktu. Bahkan ada dosen yang kalau dia sudah duluan masuk. Berarti pintu sudah tertutup untuk mahasiswa yang telat. Di kampus sebesar ITB ini pun masih memberikan toleransi keterlambatan 15 menit. Artinya masih ada nilai keterlambatan yang dihargai. Bagaimana dengan kampus di Makassar ? Karena belum memiliki data yang valid sy tidak usah menceritakannya. Akan tetapi yang sy perhatikan dari kota Makassar ini, mereka telat hidup 30 menit hingga 1 jam-an. Di kota Bandung, orang-orang sudah terbiasa dengan kuliah jam 7 pagi. Sy tidak merasakan hawa ini di kota Makassar. Banyak pegawai sudah berada di kantornya jam 7 paling lambat jam 7.30 an. Sy mencoba menganalisis dari mayoritas penduduk Makassar yaitu Islam, berarti ada hubungan dengan shalat subuh. Sy berpikir “keterlambatan hidup” pada orang Makassar ini ada kaitannya dengan shalat subuh mereka.Shalat subuh di Makassar, dilaksanakan jam 5 lebih 5 menit a.m, atau gak jam 5.00 a.m pagi, berbeda dengan Bandung misalnya yang rata-rata shalat 04.20 a.m lebih. Sering kan kita merasakan bagi yang tinggal di kota Makassar jam 05.30 program siaran televisi memunculkan adzan shalat subuh. Mengapa jam 05.30 karena perbedaan waktu sejam dengan waktu Indonesia bagian barat. Terus apakah alasan ini kita harus membenarkan yang sy sebut “keterlambatan hidup” orang-orang Makassar.

Satu hal yang selama ini sy pelajari tentang diri saya. Mengapa selalu telat, yaitu tidak mengerjakan tugas itu terlebih dahulu baru mengerjakan kesenangan yang lain. Seperti misalnya menulis blog. Seharusnya saya menulis blog dulu baru membaca blog2 orang. Dan akhirnya membuat terkadang pekerjaan yang seharusnya sy kerjakan menjadi tertunda.

Saya harus berubah itu yang saya tanamkan di kepala saya, memang butuh proses, akan tetapi harus !

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Tentang Saya. Bookmark the permalink.

2 Responses to Mengapa Saya Selalu Telat

  1. winy says:

    Banyak alasan untuk menjadi orang yang telat.. upayakan lebih banyak alasan untuk menjadi orang yang tidak telat. Ayooo semangat rie:)

    sincerely,
    orang telat

  2. hahaha.. winy winy, ini curhat gak benar nih, belum tersusun dengan rapi cara nulisnya, tapi semakin ke depan semakin diusahakan baik 🙂

    iya win, sy usahain untuk tidak terlalu sering telat 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s