Budaya Saat Melewati Seseorang di Sulawesi

diambil dari : http://fikhoahmad.blogspot.com/2010/05/profil-save-our-culture.html : diedit oleh Fachrie Lantera

Terkadang Anda melihat kejadian di Sulawesi, seseorang melewati orang lain yang sedang duduk sambil membungkukan badan sambil mengucapkan kata  tabe’ .Kata tabe’ disini memiliki arti  permisi atau maaf. Kalau dalam bahasa Inggris excuse. Ini merupakan salah sebuah bentuk budaya kesopanan dan bentuk rasa hormat dalam masyarakat Sulawesi. Dengan melakukan hal tersebut maka itu berarti orang sulawesi itu meminta izin untuk lewat  di depan orang yang akan dilewati tanpa mengurangi rasa hormat.

Dalam realita pelaksanaannya sehari-hari,  budaya ini situasional.  Jika seseorang yang dilewati dituakan dan dihormati , maka orang sulawesi itu akan  melewati orang tersebut sambil membungkukkan badan, tangan mereka lurus ke bawah berada disamping badan mereka  dan mengucapkan kata tabe’  saja selama melewati orang tersebut. Jika yang dilewati merupakan orang sebaya, tetapi mereka tidak mengenalnya , maka orang Sulawesi  terkadang mengucapkan kalimat tabe’ ka di’  atau tabe’ di’ kemudian diikuti kalimat pernyataan “saya mau lewat” tanpa menurunkan tangan mereka. Tergantung jenis bahasa orang sulawesi itu sendiri. Misalkan orang Luwu, maka orang tersebut mengatakan  tabe’ ka di’ la lendu na jolo’ sambil membungkukkan badan sebentar saja. Terkadang orang yang sudah terbiasa dengan bahasa Indonesia di Sulawesi. Mereka hanya mengatakan tabe’ di’ saya mau lewat atau permisi di’ saya mau lewat. Jika orang tersebut mengatakan tabe’ka berarti dalam bahasa Indonesianya maaf ijinkan saya.  Jika tabe’ saja maka itu hanya berarti maaf atau permisi saja. Kemudian kalimat kecil seperti di’ itu merupakan partikel bahasa tambahan yang ada dalam masyarakat Sulawesi yang terkadang susah untuk dijelaskan karena memiliki arti  situasional. Maksudnya disituasi tertentu artinya berbeda dengan yang lain meskipun sama-sama menggunakan partikel tambahan tersebut. Anda bisa membaca tulisan yang sedikit membahasa partikel tambahan mi dalam masyarakt Sulawesi disini.

Di setiap daerah Indonesia pun juga sebenarnya memiliki budaya saat melewati orang. Misalnya di  daerah Pasundan, Jawa Barat, jika seseorang melewati orang lain maka orang akan mengatakan punten sambil membungkukkan badan sejenak. Kemudian orang yang dilewati akan mengatakan mangga’. Di masyarakat sulawesi, orang yang dilewati akan mengucapkan iye (baca : iya) atau iye lewat miki (baca: iya, silahkan lewat).  Namun itu pun tergantung orang yang dilewati. Jika dalam situasi pertama, yaitu jika orang yang dilewati dituakan atau dihormati maka tidak ada balasan.

Kebudayaan ini semakin hari mulai luntur dalam masyarakat Sulawesi. Bukan hanya di Sulawesi akan tetapi beberapa daerah pun nampaknya merasakannya. Mungkin karena proses akultrasi kebudayan barat yang berbeda dengan budaya kita akibat globalisasi dan informasi yang terbuka dengan adanya akses internet.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Budaya. Bookmark the permalink.

4 Responses to Budaya Saat Melewati Seseorang di Sulawesi

  1. giewahyudi says:

    Tabe..

    Hhehehe, langsung dicoba, semoga terus dipertahankan budaya luhur ini ya Mas..

  2. rishal says:

    kayaknya tulisan pada gambarnya salah bang,,,
    bukan palariai tapi paliarai ade’na to sulawesi selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s