Festival, Pameran, Opini, dan Fakta


12 Juni, 06.4x p.m. sy dengan tergesa-gesa berangkat menuju TKP Festival Komputer 2011 yang diadakan di Celebes Convention Centre (CCC). Hari ini merupakan hari terakhir dari acara ini. Menurut info yang ada di websitenya, acara ini berlangsung dari tanggal 8-12 Juni 2011. Diadakan dari pukul 10.00-21.00 WITA. Lihat sini.

Sy selesai mengerjakan Design blogbook, sebuah situs jejaring sosial untuk  bloggers, pukul 06.4x p.m . Sy berpikiran waktunya  akan kurang jika tidak berangkat dari sekarang. Mengapa kurang ?

Hmm mari kita kilas balik 3 hari sebelum kemarin. 4 hari sebelum kemarin. Tanggal 8 juni 2011, tiba-tiba sy teringat untuk membuka situs http://angingmammiri.org. Soalnya sy sudah berlangganan dengan situs ini. Jadi waktu-waktu tertentu sy pasti buka situs ini untuk membaca pengumuman yang ada di webiste official ini. Sy juga sudah mendaftar di situs ini sebagai member. Kalau gak salah situs ini menggunakan CMS wordpress.

Saat itu sy melihat sebuah informasi lomba Review yang berhadiah, handphone, flashdisk, dan merchandise lainnya. Bisa dilihat disini. Kemudian terlintas di benak, ” wah bisa tuh “. Sy tertarik dengan hadiahnya, lumayan  nambahin handphone, atau flashdisk bagi pemenangnya.  Tapi ada kendala waktu itu, sy tidak punya kendaraan yang aman  untuk ke TKP (Tempat Kejadian Peristiwa).  Sy kehilangan STNK  motor sejak tahun lalu, dan masih belum diurus sampai sekarang. Jadi takut ntar kena pajak  lagi dari Tukang Pajak Jalanan (baca : polisi nakal dari satuan lalu lintas).

Sy mencoba mengajak teman sy, Fardi Waji, seorang mahasiswa FISIP Universitas Islam Makassar untuk mengikuti acara ini. Sy mengajak dia karena dia memiliki motor yang surat-suratnya lengkap dibandingkan motor sy. Akan tetapi, dia sepertinya tidak tertarik dengan acara ini.  Akhirnya gagal  lah keinginan untuk datang ke TKP pada hari pertama, 8 Juni 2011. Hari kedua, sy tidak sanggup, karena blogbook harus dikerjakan designnya secepatnya. Hari ketiga pun sy juga tidak bisa, karena blogbook harus tetap dikerjakan dengan teman. Akhirnya sy sudah pasrah untuk tidak ikut. Padahal sy sempat berniat untuk mengikuti Gathering Blogger yang diadakan Hari Minggu, 12 Juni 2011, pada pukul 11.30-13.00. Akan tetapi sepertinya tidak bisa, karena selain tidak ada motor yang aman, sy juga harus mengerjakan design blogbook lagi.

Tiba di tanggal 12, pukul 1 siang. Handphone sy berbunyi, dan terlihat ada panggilan masuk. Ternyata Tante Hijo, Saudara Ibu sy memanggil. Bicara-bicara bentar, akhirnya “iya sy akan coba cek sebentar ke sana. Tapi saat ini sy tidak punya uang untuk naik angkot ke sana. Butuh 12 ribu-an untuk tiba di  tempatnya. *tante berbicara * Iya tante, nanti sy akan pinjam ke temannya Fadli”.

Ternyata tante sy berniat untuk dibelikan sebuah netbook ukuran 10 inchi. Dia terpengaruh dari ucapan adik saya, Fadlie Lantera, kalau harganya akan lebih murah di pameran tersebut. Sy juga yang sudah terbiasa ikut pameran di Bandung, sudah tentu meng-iya-kan saja pendapat adik saya yang mengatakan, “harga pameran jauh lebih murah dibandingkan harga toko”.

Setelah meminjam uang Rp. 20ribu dari  Rishal (temannya Fadli). Sy kembali mengerjakan blogbook hingga jam 6.4x p.m. Setelah itu sy kembali ke kost-an sy untuk mengambil helm. Karena sudah malam, sy memberanikan diri untuk menggunakan motor sy yang hilang STNKnya. Berbeda dengan kasus beberapa hari yang lalu, sy tidak ingin pergi walaupun malam. Tetapi sekarang, dikarenakan sebuah perintah dari tante, jadi sy  harus pergi, hitung-hitung pertama kalinya ikutan pameran komputer di Makassar.

Sy sempat singgah di kost-an komunitas anak Domino (Kondom), untuk mengajak beberapa orang untuk ikut di pameran tersebut. Namun nampaknya permainan  domino sedang berlangsung dengan asyik-asyiknya, jadi mereka tidak tertarik untuk ikut. Sy kemudian pergi ke kosan teman satu sekolah dan satu angkatan adik saya, Syawal, Mahasiswa Akhir Pertanian Universitas Hasanuddin. Dan ternyata dia tertarik untuk ikut. Setelah meminjam helm ke Rishal, kami berdua meluncur ke TKP.

Mungkin sekitar 40 menitan sy dan Syawal di atas sepeda motor yang butut tanpa STNK itu. Dan akhirnya tiba di Gedung Celebes Convention Centre. Semula sy tidak berniat untuk parkir ke dalam area parkiran CCC. Akan tetapi karena ada bisikan dari Syawal, sebaiknya di parkir di dalam saja biar aman. Akhirnya sy memarkir motor sy ke area parkiran CCC. Sebelum masuk kami harus langsung bayar Rp. 2000 (dalam hati : what the hell, bayar parkir lagi 😦   ).

Di sana pertama kali  sebelum masuk ke gedung CCC, kami berhenti sejenak di depan gedung  karena ada yang lagi ramai. Mencoba mendekat dan menyimak, ternyata ada show tentang masalah hipnotis. Ahli hipnotis itu menghipnotis 3 orang dengan sugesti bahwa dengan menggunakan kacamata boongan, dia melihat laki-laki yang ada di depannya itu telanjang. Dalam benak , “aya aya wae ini hipnotisnya“.

Setelah itu sy langsung berniat masuk ke dalam gedung itu. Terus.. Terus…Terus…ternyata harus beli tiket lagi. Rp. 5ribu rupiah. Se sering-sering nya sy pergi pameran di Bandung, sy belum pernah bayar sama sekali. 😦 . Terus itu tiketnya perhari lagi. Hiks hiks  begitu mirisnya tentang dunia pameran di Kota Makassar. Ataukah ini juga terjadi di kota-kota lain yah ? Tapi lumayan kata teman sy, dapat kertas potongan harga untuk beli Teh yang tadinya harganya Rp. 2500 menjadi Rp. 1500. Syawal sempat menggunakan tiket itu 2 kali loh untuk membeli minuman teh itu. Padahal tiket itu hanya boleh digunakan sekali. Gimana caranya yah ? Hehe

Seperti pada umumnya pameran komputer lainnya. Sudah pasti transaksi terjadi dimana-mana. Perbincangan harga dan kelebihan barang yang dibeli. Tawar menawar terus saja terjadi ditoko-toko yang ada di pameran tersebut.

Di Acara Festival ini, ada juga kegiatan lain selain penjualan barang-barang komputer, handphone cerdas (smarthphone), Ipad, dan aksesoris komputer. Tenyata di acara Festival ini  ada juga kegiatan lain.  2 diantaranya yang bisa saya sebutkan yaitu :

  • Acara cosplay Japan di bagian kiri gedung CCC ini.

Captured by HP Falen : Stand Yukata

  • Acara Lomba Balap Mobil Mini yang biasa dikenal di kalangan anak-anak, yaitu mobil Tamiya di lantai 2.

Captured by HP Falen : Tamiya Open Race

Hampir sejam sy mutar-mutar  di dalam gedung ini. Merekam dalam bentuk video, mengambil foto-foto, berbincang-bincang mengenai harga netbook yang akan sy beli. Sy malahan sempat menonton MotoGP balapan beberapa Race.

Setelah mendapatkan barang yang cocok. Sy kemudian memberitahukan kepada tante sy mengenai harga barang itu. Dan memberitahukannya untuk men-transfer uangnya secepatnya, karena sebentar lagi pameran itu akan tutup. Cek-Cek kapan pameran itu tutup, ternyata ngaret lagi dari jadwal yang ada di info website-nya. Harusnya tutup jam 9 malam. Eh ternyata jam 10 malam. Dalam hati ” ya lumayan lah, masih bisa santai-santai dulu, jalan-jalan lagi ah “.

Sy ingin keluar gedung jalan-jalan sekaligus narik uang dari ATM. Seingat saya masih banyak stand-stand yang belum sy kunjungi di luar sebelum masuk tadi ke gedung CCC. Akan tetapi ternyata semuanya sudah mulai tutup. Dan hanya tinggal satu saja yang belum tutup, yaitu Bank Mega. Sy sempat diajak ngobrol-ngobrol sama beberapa karyawan Bank Mega. Sy tidak menanyakan namanya. Sy  ditawari untuk menggunakan kartu kredit Bank Mega. Singkat cerita sy akhirnya menerima tawaran tersebut. Dan mengajukan kartu kredit tersebut ke Bank Mega. Pengen tau aja, kek gimana sih kalau punya kartu kredit. hihi..maklum belum pernah punya kartu kredit sebelumnya. Syawal ternyata yang dari tadi menunggu di luar, langsung saja ikutan juga untuk mengajukannya.

Setelah mengajukan, sy kemudian ke ATM BNI untuk tarik uang. ATM BNI dekat kawasan ini ternyata hanya ada di daerah Somba Opu, daerah pantai Losari. Disana sy menarik uang. Dan sialnya setelah menarik uang,  kartu ATM sy tak kunjung balik ke tangan saya. Kartu ATM sy tertelan hiks hiks..

Setelah itu sy kembali ke gedung CCC dan membelikan tante sy netbook tersebut. Netbook itu akhirnya terbeli dengan harga Rp. 2.900.000, tanpa ada bonus sama sekali. Akhirnya sy membeli lagi beberapa aksesoris untuk netbook tersebut seperti mouse, screen protector, dan keyboard protector. Untung ada toko yang sedang obral abis-abisan karena sudah mau tutup. Sy membeli screen protector + biaya pemasangannya + keyboar protector seharga Rp. 40ribu. 2 buah mouse dengan harga Rp. 25 ribu.  Oia netbook yang sy beli adalah Samsung Netbook NC108 (N570). Bisa dilihat disini speknya.

Setelah membeli, tibalah saatnya pulang. Sy ternyata tidak pulang ke kosan . Malah mampir ke kosannya Rishal.  Di kosan Rishal saya menghabiskan waktu yang banyak untuk menginstal sistem operasi windows 7 ultimate beserta aplikasi-aplikasi yang mungkin dibutuhkan oleh tante sy.

Rishal kemudian bercerita tentang pengalaman dia tentang membeli di pameran. Dia bilang “jangko beli di pameran, mahalki harganya. Pasti kau menyesal nanti, cobamiko cek i di toko klo ndak percayako” — jangan beli di pameran, harganya lebih mahal. Nanti kamu akan menyesal. Kalau kamu tidak percaya, coba saja bandingkan di toko harganya.

Sy sebenarnya masih kurang percaya dengan perkataan  itu. Tetapi hati sy terus penasaran ingin tahu. Karena Rishal berbicara bukan hanya sekedar berbicara, akan tetapi dia merasakannya sendiri. Perbedaan laptop yang dibelinya mencapai Rp 1 juta rupiah dari harga toko. Dia mengetahui saat ada teman dia yang membeli laptop yang sama dengan laptopnya. Dan harganya jauh lebih murah 1 juta rupiah dari harga laptop yang dibeli oleh Rishal di pameran-pameran komputer sebelumnya.

Keesokan harinya, 13 Juni 2011. Ya hari ini maksudnya.  Sy  berniat untuk mengecek harga dari netbook ini. Kebetulan sy ingin makan Bakso Urat di daerah Pasar Sentral Makassar. Jadi sy satukan saja semua kegiatan sy hari itu. Pertama datang ke BNI Regional Centre Makassar dekat Makassar Trade Centre (MTC), menanyakan kartu ATM yang tertelan di mesin ATM. Kemudian ke MTC untuk membanding-bandingkan harga. Kemudian sy makan Bakso Urat bersama Surya dan teman-temannya dari Universitas Muslim Indonesia. Kemudian mengecap kartu Garansi dari Netbook yang sy beli tadi malam. Soalnya lupa mengecap tadi malam, katanya kalau tidak dicap, garansinya gak berlaku. Tapi au ah gelap..pengen tau aja gimana caranya garansinya berlaku hihi

Setelah dari BNI sy ke MTC (Makassar Trade Centre). Disana sy keliling membanding-bandingkan harga dari netbook yang sy beli tadi malam untuk tanteku. Harga yang saya dapatkan berkisar dari Rp. 2.780ribu hingga Rp. 2.850.ribu. Bahkan yang Rp. 2.780 ribu itu mendapatkan bonus mouse, keyboard protector, dan kipas. Sy pun sepertinya ingin menarik nafas dalam-dalam sambil membenarkan perkataan Rishal semalam.

Yang menjaga toko itu pun mengatakan kepada sy, kalau beberapa hari ini banyak yang mengeluarkan uneg-unegnya tentang Festival Komputer yang diadakan hingga 12 Juni 2011. Rata-rata mengatakan harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga yang ada di toko.

Setelah jalan-jalan di MTC selama beberapa menit dan mengingat-ingat kejadian semalam saat jalan-jalan di Festival kemarin malam. Sy simpulkan tentang  barang-barang yang dijual kemarin malam di Festival Komputer Indonesia 2011 di gedung CCC nampaknya  rata-rata bukan produk keluaran terbaru.  Jadi seakan-akan cuci gudang dengan penjualan yang lebih mahal. Festival ini juga bekerja sama dengan perusahaan kredit seperti Adira untuk menangani masalah pembelian secara kredit.

Ada hal aneh yang saya dapatkan dari gambaran  pameran yang terjadi di Makassar. Persepsi dan Opini yang beredar di Masyarakat mengenai pameran yaitu harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga toko. Akan tetapi kenyataanya malah sebaliknya. Harga di toko jauh lebih murah dibandingkan harga di pameran. Jadi untuk apa ada pameran kalau seperti ini ? Jika misalkan untuk memperkenalkan produk-produk keluaran terbaru, tentunya hal ini jauh lebih baik. Tetapi pada kenyataannya kemarin di Festival Komputer Indonesia 2011, malah produk yang ditawarkan rata-rata produk lama.

Mungkin ada baiknya kalau kita mengecek harga yang beredar di pasaran terlebih dahulu. Baru datang ke pameran komputer. Tetapi hal ini jarang dilakukan oleh orang-orang. Karena persepsi masyarakat dan opini yang beredar adalah harga pameran tentu jauh lebih murah dibandingkan harga pameran.

Mungkin perkataan rishal sebaiknya sy buat sebagai quote dan pengingat buat pembaca yang lain di Makassar tentunya untuk saat ini.

” jangan beli laptop di pameran, harganya lebih mahal. Nanti kamu akan menyesal. Kalau kamu tidak percaya, coba saja bandingkan di toko harganya..- kata Rishal

Emang sih tidak semu barang yang dijual lebih mahal dibandingkan dengan harga toko. Tetapi rata-rata barang elektronik seperti laptop, netbook, dsb jauh lebih mahal. Hanya aksesoris aksesoris komputer dan laptop saja yang terlihat lebih murah. Jadi sy menyarankan jika datang di pameran kota Makassar sebaiknya beli saja aksesoris komputer/laptop. Mungkin saat pameran makassar sudah berubah ke arah positif, Anda baru boleh membeli barang-barang elektronik seperti laptop/netbook, dsb.

Sebagai penutup dari review sy ini, maka sy tampilkan sedikit kelakuan sy yang geje (baca : gak jelas). Dan satu linkk sebagai kewajiban untuk mengikuti lombanya, yaitu link ini πŸ™‚

Captured by Falen HP : Motoin pak Polisi yang sedang berjaga diam diam πŸ™‚

Notes :

  • Sy hampir di sorot loh sama mata orang yang dihipnotis di depan gedung CCC, kalau dia sorot … ?
  • Sy sudah melapor hari ini, tetapi katanya ATM sy belum diambil petugasnya 😦
  • Jepretan kamera sy yang kurang bagus kualitasnya bisa dilihat disini.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Daily Life, Pameran. Bookmark the permalink.

4 Responses to Festival, Pameran, Opini, dan Fakta

  1. giewahyudi says:

    Pameran komputer memang enggak cuman soal komputer, soal polisi pun ada disini..

  2. Rara says:

    Kalau di jakarta sih, pameran komputer itu benar2 murah πŸ˜€ tapi ya harus teliti juga mau beli apa dulu.
    Soal barang2 terbaru, kalau di Jakarta sih dipamerin dan dijual yg terbaru :p
    soal uang masuk 5 ribu, kayaknya semua sama seperti itu di tiap kota πŸ™‚

  3. ya kebiasaan di Bandung sih ikutan pameran komputer yang gratisan mulu hihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s