Mereka Mengejar Waktu

waktu berlalu tanpa sesuatu yang berharga
perubahan yang cepat dan kita tertinggal
haruskah mengejar sesuatu yang ku sendiri belum mengerti mengapa harus ku kejar
sebuah kebimbangan di ujung pikiran dan benak ku

nada-nada berganti tiap hari
kicaun burung berganti tiap hari
roda terus berputar
klakson berbunyi teguran terjadi
meminta untuk hidup sendiri di sebuah pulau seperti orang gila yang tak tau arah…

dunia baru tercipta melalui elektron
analog berganti digital
komunitas tercipta terus menerus karena banyak yang ingin disebut

air mani berhamburan tiap malam menunggu sang pengganti datang menggantikan peradaban yang semakin kompleks
lalu kemana pak tua yang sedang mencari ternaknya ? kemana pak tua yang mencari berasnya?
kemana pak tua yang mencari ikannya?

komitmen terbeli oleh perut dan kemaluan
tak terasa waktu yang dikejar terus meninggalkan
tanah segera memanggil
yang tersisa hanya sebuah penyeselan

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Kegelisahan Hatiku, Sastra dan Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s