Lagu Terakhir di Rumahku Mungkin


Waktu yang lalu tak dapat kau panggil
waktu yang pergi hanya meninggalkan sesal
matamu tak akan sanggup
air matamu tak akan cukup
rumahku yang indah kini telah terkotori
hatiku yang sejuk telah tersebar fitnah


Bila harus
Bukan inginku
Bila disini
Bukan inginku


Sesal perih ingin berontak
Air mata tak akan cukup
hitam putih tak terbedakan
Gerak diam tak terkendali

Selama
selama
selama tak paham

created in 27 April 2009

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Sastra dan Puisi and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Lagu Terakhir di Rumahku Mungkin

  1. coekma says:

    kenapa menjadi lagu terakhir?

    • ada mungkinnya mas, hehe…soalnya puisi ini kutulis saat sy berpikir bahwa sy tidak akan kembali seperti semula lagi, melangkah ke sebuah perjalanan yang kutahu ku tidak akan kembali lagi

  2. giewahyudi says:

    Seseorang pasti punya “rumah” tampat ia kembali..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s