Ramadhan Tenggelam dalam Kabut

Ramadhan kali ini sepertinya tenggelam dalam kabut hatiku. Tak ada persiapan yang  sy lakukan untuk menyambutnya. Tarwih pertama sy tidak ikuti. Meskipun sebenarnya Tarwih itu bukanlah ibadah wajib. Ibadah ini lebih baik untuk dilakukan. Karena ini adalah sunnah yang dihidupkan oleh salah satu Khulafaurrasyidin, Umar bin Khattab. Sahabat kedua terdekat Rasulullaw SAW. 

Seperti kebiasaan kebanyakan manusia jaman sekarang. SMS tentang Ramadhan terus mengalir. Sudah berapa kali saya mendapatkannya. Ya kurang lebih meminta maaf dan mengucapkan selamat  bulan Ramadhan. Sy sama sekali tidak tertarik untuk membuat pesan-pesan seperti itu nampaknya. Masih merasa malas. Semoga ini tidak terbawa hingga usia-usia mapan di saat kolega kerja dan rekan-rekan bisnis sudah banyak.

Yang saya lakukan sekarang hanya menulis blog menyambut ramdhan ini. Sebentar lagi saya menghabiskan waktu saya di depan papan catur  bersama orang-orang yang maniak dengan papan catur di warung catur dekat Bright ini. Tidak seperti biasanya kafe Bright yang saat ini saya sedang berada di dalamnya, biasanya penuh dengan game onliners. Hanya ada 2 orang. 1 penjaga kafe, dan yang satu lagi gamers yang kekeh untuk melanjutkan permainannya tanpa ikut tarwih. Sy bertanya kepada dia,” dimana yang lain?”. Kata dia “sedang tarwih”. Wih dalam hati langsung kaget wah gamersnya mantap. Menyambut ramadhan dengan kegiatan positif yang berpahala.

Semoga saja mereka-mereka, game onliners Bright masih bertahan imannya hingga akhir. hehe..Hmmm sy pesimis nampaknya. Entahlah kita lihat saja nantinya.

Ramadhan tahun ini menjadi ladang bisnis bagi semua orang nampaknya. Stasiun televisi sudah merencanakan tayangan-tayangan yang siap menemani orang-orang yang berpuasa. Banyak orang sudah siap dengan dagangan buka puasa. Permintaan akan sembako meningkat. Heran, padahal orang puasa loh :). Tunggulah nanti saat akhir-akhir ramadhan, diskon sudah memanggil kita.

Menyambut ramadhan kali ini saya tidak akan bersama orang tua saya. Mungkin saya juga tidak akan pulang saat Lebaran. Entah mengapa saya merasa tidak akan pulang. Tapi nampaknya seperti itu.

Bagi netters yang membaca dan beragama Islam. Saya mengucapkan selamat berpuasa. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt. Dan pesan saya yang singkat juga yaitu, berniatlah berpuasa untuk besoknya. Karena syarat sahnya puasa itu yaitu kita berniat akan berpuasa besok.

3 Hours to 1 Ramadhan.

Fachrie Lantera

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Kegelisahan Hatiku, Ramadhan 2011 M. Bookmark the permalink.

One Response to Ramadhan Tenggelam dalam Kabut

  1. Anak-kecil says:

    Bagaimana tidak pulang kalo dari awal sudah di niatkan tidak pulang 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s