Tarwih Pertama di Ramadhan

Hari ke-2 bersama wahid ternyata membuat sy harus ikut tarwih untuk pertama kalinya selama bulan Ramadhan ini. Hmmm sungguh miris kehidupan sy saat ini. Jauh dari Allah swt, dekat dengan kehidupan dunia yang fana, dan masa depan yang masih ngambang.

Hari ini sy mengajak wahid, teman sy yang kemarin datang, untuk buka bersama di kampus sy. Ya lumayan bisa makan daging lagi hehe..Sayangnya sy gak makan banyak kali ini. Nafsu makan sy lagi gak on fire. Padahal buka puasa sebelumnya saya makan banyak loh…Jadi di kampus sy sudah ada 2 kali buka puasa. Yang pertama dilakukan oleh fakultas Agama. Dan sekarang yang di adakan oleh kampus sendiri.   Di kampus sy bertemu dengan senior sy yang sekarang melanjutkan studi (s2) di Fakultas Agama kampus sy menimba ilmu saat ini. Dia berkata “eh kalau tentang buka bersama, kau juga ternyata cepat tahu”. Hehe padahal lagi beruntung aja. Tadi sy datang ke kampus hanya untuk maen catur.  Sebelum maen catur sy mampir dulu di perpustakaan. Tiba di perpustakaan saya diberi tahu oleh staff pegawai di perpustakaan kalau sebentar tuh ada acara buka puasa yang diadakan oleh kampus. Ya jadinya sy tahu deh. Datang di waktu yang tepat 😀

Saya masih ingat pengalaman waktu datang buka bersama pertama. Kejadiannya juga sama sih, kebetulan saja sy ingin maen catur. Sy kadang menghabiskan waktu maen catur di samping kampus sy bersama seorang tukang servis printer. Wah kalau tentang printer-printer, jagolah dia. Ya ialah jelas saja dia tukang printer hehe.. Umurnya dah 40 tahunan, tetapi baru menikah tahun ini, dan istrinya sekarang hamil 5 bulanan.

Setelah dari kampus, sy ke Al Markaz Al Islami, Masjid tanah wakaf Jendral Yusuf  bersama Wahid.  Sy tidak mengendarai motor butut tak ber STNK itu. Jadi naik pete2 kata orang makassar. Wahid berencana ingin jalan2 saja di sana. Sempat ada hal yang bisa dibeli. Wajar saja. Al Markaz saat ini penuh dengan pedagang kaki lima yang menawarkan barang dagangannya. Wahid pun membeli sebuah celana panjang seharga Rp.60 ribu. Dia merasa senang karena harganya murah. Sebab kalau di kampung halaman harganya Rp. 120 ribu.

Setelah membeli celana, kami berdua bersiap2 untuk ikut shalat isya dilanjutkan dengan ceramah dan tarwih. Sy tidak mendengarkan ceramahnya karena sy tidur. Untung ada yang bangunin untuk shalat tarwih. Hahaha..Dan alhamdulillah tarwih pertama di jalani dengan baik.

Sebenarnya sy merasa kurang srek aja mengenai cara tarwih dan ibadahnya disana sih. Bacaan imamnya gak enak di dengar. Masih yang agak klasik. Lebih enak di Masjid Kampus Universitas Hasanuddin tampaknya. Terus banyak fiqih yang masih agak aneh bagi sy, yaitu ada shalawat2 di antara tarwih. Sejauh sy tarwih sama orang2 keluaran Universitas Islam Madinah di Bandung, sy belum pernah mendapatkan hal tersebut. Tapi tak apalah, itu adalah fiqih seseorang. Mungkin belum saatnya untuk saya dalami mengenai hal itu. Yang penting sy tarwih malam ini. Dan ini menjadi tarwih pertama di bulan suci ramadhan ini. Alhamdulillah. Sy sekarang bingung, mau nginap dimana yah, pengen ihtikaf 2 atau 3 hari gitu. Pengen di Masjid Kampus tapi harus daftar registrasi segala. Pengen yang ini aja ah, yang tidak pake registrasi registrasi segala aja ah.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Daily Life, Islam, Ramadhan 2011 M, Teman. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s