Setan, Sex, Cinta, dan Pernikahan (part 1)

Bagaimana rasanya jika setan telah mengelabuhi kalbu kita dan mengganti cinta dengan sex? Apakah arti sebuah cinta identik dengan sex yang selalu diperlihatkan di setiap film box office dari  negeri barat yang kini telah merasuk hampir ke setiap pemuda-pemuda zaman sekarang di belahan timur seperti di Indonesia. Tidak jarang kita lihat setiap film menyisipi adegan ciuman yang memperlihatkan bagaimana kita mengungkapkan rasa sayang antara lawan jenis kita. Ciuman dengan nafsu, ciuman dengan maksud cinta begitu mudah diperankan oleh artis profesional.

Hampir di setiap orang yang sy perhatikan selama ini,  dengan pertimbangan dari apa yang sy pelajari baik itu dibangku perkuliahan, pengalaman, dan ceramah keagamaan serta nasihat-nasihat orang tua dan orang-orang yang sudah berpengalaman. Sy menyimpulkan bahwa cinta yang terbentuk dan terdefinisi disetiap orang berbeda-beda dan banyak bertentangan satu sama lain jika harus dihadapkan oleh berbagai perspeftif tertentu. Sebagai contoh cinta yang  kebanyakan terjadi antara pemuda-pemuda zaman sekarang dengan cinta yang digambarkan oleh agama Islam tentunya sangat berbeda jauh di zaman ini. Atau cinta yang terjadi di antara  sebagian pemuda yang memandang cinta hanya pada pertemuan dan pada pemuda yang memandang cinta hanya pada pertemuan dan sex sekaligus.

Sudah pada fitrahnya untuk setiap orang akan menyukai lawan jenisnya. Dan setiap orang diberikan rasa rindu untuk bertemu pada orang yang akan dicintainya. Hanya saja sy melihat di perspektif sebagian orang pertemuan itu tidak cukup buat mereka. Tapi harus dilanjutkan hingga ke hubungan ranjang yang lebih intim seperti yang diperlihatkan pada karya William Shakespeare, Romeo and Juliet. Di filmnya (Romeo & Juliet) terlihat ada adegan hingga sex.  Atau di film Titanic dsb.

Menjelaskan hal seperti ini, yaitu cinta adalah hal yang sulit. Perspektif terlalu banyak. Tergantung paradigma seseorang dalam memandangnya. Hanya saja terlihat cinta semakin tahun ke tahun yakni di abad informasi yang terbuka, terlihat lebih cenderung pada ciuman hingga hubungan intim. Pengaruh media sudah mengakar hampir di setiap pemuda mengenai hal ini. Mungkin juga ke sy hihi…Sy sudah menonton film barat hingga 500an dan ada yang sy nonton ulang-ulang. Film Jepang dan Film Korea. Dan hampir kebanyakan film layar lebar pasti tersisipi adegan ciuman. Terkadang malah kalau nonton film layar lebar, menanti-nanti adegan ini haha..hadou parah..


Menurut sy cinta yang dilanjutkan dengan sex adalah hal yang masih bisa dilakukan. Akan tetapi sex yang dilanjutkan dengan percintaan adalah hal yang sulit bagi pria. Tetapi itu tidak menutup kemungkinan akan terjadi karena cinta bisa terjadi dalam hitungan detik (sekejap). Sy sudah pernah membaca postingan tentang cinta bisa terjadi dalam hitungan detik tapi gak tau dimana yah sourcenya. hehehe.. Yang jelas kurang lebih seperti itulah.Khusus untuk wanita belum bs sy jelasin karena sy bukan wanita dan gak punya riset hal ini haha..

Seperti yang kita ketahui. cinta tak memandang bulu, baik itu terjadi antara pasangan setara/seimbang misal umurnya sebaya, atau pasangan yang tidak seimbang, misal yang satu tua dan yang satu masih muda. Atau yang satu kaya dan yang satu miskin, yang satu dosen yang satu mahasiswa, yang satu pejabat yang satunya lagi seorang rakyat jelata, dsb. Hal ini lah yang unik dari cinta ini. Sungguh sangat sulit untuk dijelaskan. Dalam perspektif agama (terkhusus islam) yang sy pernah pelajari. Mengenai hal cinta banyak ulama yang menjelaskan hal ini termasuk Ibnu Qayyim Aj-Jauziyah, murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah . Cinta di dalam Islam yang bisa sy simpulkan memiliki beberapa tingkatan. Cinta yang hakiki adalah cinta kepada Allah swt, kemudian dilanjutkan ke nabinya dst. Untuk cinta kepada manusia, juga harus di dasarkan karena Allah swt. Misalkan kita mencintai lelaki tersebut karena Allah disebabkan karena lelaki tersebut berbudi pekerti yang baik. Nah untuk cinta kepada lawan jenis ini sangat sulit untuk didefenisikan dan diaplikasikan. Secara teori sy bisa gambarkan bahwa cinta kepada lawan jenis  dalam Islam yaitu cinta yang seharusnya dicurahkan ketika sudah menikah. Ketika kita sudah memilikinya baru kita bisa mencurahkan perasaan itu.  Dan selama itu kita harus memendam perasaan itu agar tidak memalingkan pikiran kita dari ingatan kita kepada Allah swt. Wah sulit ternyata hehe.. Nah kembali ke awal-awal sy memaparkan bahwa cinta  yang terbentuk dan terdefinisi disetiap orang berbeda-beda. Ada yang ingin mencoba merekonstruksi pikirannya dengan definisi tertentu mengenai cinta ini? atau ada yang ingin memberikan penjelasan lagi? Silahkan kasi komentar hehe..

Berlanjut ke hal pernikahan. Di sosial yang terbentuk sudah sepantasnya kita dihadapkan pada kehidupan berkeluarga dimana pintu resminya adalah pernikahan…. continued

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Cinta, Ideologi, Kegelisahan Hatiku, Mungkin Anda Tahu, Sex and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s