Berikan jawaban ‘skak mat’

Kemarin, mungkin setelah bermain catur dengan tetangga pak Syarif  lebih dari 10 kali, tepatnya pukul 00.xx a.m, sy masih menyempatkan mampir ke tenant pak Syarif. Sedikit penjelasan, pak syarif adalah alumni Universitas Hasanuddin jurusan Elektro, umur 36+ tahun dan anak masih setengah (istri lagi hamil), seorang tukang service printer (jagonya),  teman sy bermain catur , bercerita catur dan bercerita curcol yang laen mengenai arti sebuah kegagalan dan kesuksesan  haha…

Percakapannya sangat panjang namun sy akan menceritakan salah satu nasihat yang sy dapatkan dari beliau. Hmm sesuai judul postingan kali ini, nasihatnya adalah “berikan jawaban ‘skak mat'”.

Sy terkadang sangat takut atau pemalu jika harus mendatangi sebuah tempat yang sy pikir kemungkinan sy bisa menemukan teman-teman se-SMA atau se-SMP sy. Sehingga hal yang harus sy lakukan adalah menghindari tempat-tempat tersebut. Menghindari tempat-tempat yang memungkinkan jika sy harus bertemu dengan kawan lama. Ataupun adik kelas 😀

Nasihat ini akhirnya sy dengar,  terjadi bermula karena sy sedang mencari kos-kosan untuk melewati hari-hari suram tanpa air selama sebulan. Sy sangat frustasi dengan kondisi air di sekitar kosan Fadli (adik sy ) yang sy tempati bersama dia  aat ini. Total kering !!! Sehingga sy berinisiatif untuk nge-kos selama sebulan. Alhamdulillah sy masih punya uang tabungan dari honor jadi “tukang berdiri” di acara wisudahan kampus sy sebanyak 300ribu rupiah. ALhamdulillah loh sehari dapat 300ribu :D. Namun saat ini sy masih kekurangan 200ribu rupiah (ada yang berniat membantu? hehe… ) .

(Ceritanya panjang) sehingga sampai pada saran dia(pak Syarif) untuk menulis di perpustakaan Unhas saja. Kemudian sy akhirnya bilang, “sy sepertinya tidak bisa di tempat itu”. Pikiran sy masih terselimuti rasa malu dan juga sy berpikir saat ini di Perpustakaan Unhas sudah mulai rame karena hotspotnya. Jadi sy tidak ingin melakukannya. Belum selesai sy  menjelaskan hal itu. Dia melanjutkan bahwa jangan seperti itu. Kalau malu-malu terus bertemu dan takut untuk ditanya ini itu. Itu katanya tidak baik. Sebaiknya jika ditanya mengenai mengapa begini dan begitu. Seperti pertanyaan “Mengapa tidak dilanjutkan kuliahnya di ITB?” Kata pak Syarif sebaiknya sy cukup menjawab sederhana saja yaitu ” otak sy sudah tidak mampu lagi, tidak tahu mengapa?”.

oSebisa mungkin sy memberikan jawaban yang sifatnya ‘skak mat’ seperti dalam permainan catur. Sifat pertanyaannya sudah tidak bertambah lagi.

Hmmm mungkin sy akan mencobanya…Saran yang bagus

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Teman, Tentang Saya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s