Jalan Boulevard Makassar yang Tidak Ramah Pedestrian

Hmm kasian banget jadi pejalan kaki (pedestrian) jika berada di sekitar Jalan Boulevard Makassar. Tak ada trotoar, tanaman kota pun jarang. Super gersang !! Hanya Gedung-gedung mesin pencari uang yang ada di jalan ini. Haha..ya ialah..namanya juga jalan Boulevard.. Jalan yang penuh dengan bau parfum uang.

Salah satu design yang bagus untuk kawasan mesin uang di Indonesia yang sy tahu adalah kawasan Braga di Bandung.Kawasan ini didesain oleh orang Belanda. Kawasan ini setidaknya lebih ramah terhadap pedestrian (pejalan kaki).  Baca aja disini nih untuk info Kawasan Boulevard & Braga Bandung disini.

Jln. Boulevard Makassar dari arah Pettarani ~ HP FL

Photo di atas sy ambil saat sy berjalan kaki menuju Mall Panakukang dari arah Pettarani. Saat itu siang tengah hari terbakar oleh panasnya matahari Makassar. 😦

Kemudian terlintas dibenak sy dengan keadaan bangungan dan struktur jalan yang tidak bertrotoar ini di beberapa puluh tahun ke depan (mungkin 20 tahunan lebih ke depan). Di saat itu negara Indonesia yang kita cintai Timnasnya  ini mengalami perkembangan pola pikir (mencoba berpikir positif). Orang-orang mulai sadar  bahwa ada bahu jalan yang sebaiknya diberikan kepada pedestrian (pejalan kaki). Sempitnya jalan ditambah bangunan yang terlalu dekat dengan jalan tentu akan menyulitkan pembuatan area pedestrian di masa mendatang di kawasan Boulevard Makassar.

Berikut salah satu gambaran kota New York membuat  area pedestrian di Boulevard mereka. Ini photonya.

Untuk lebih jelas mengenai Area pedestrian New York ini baca aja disini. 

Banyak tulisan yang menjelaskan mengenai pentingnya pedestrian. Hak-hak pedestrian. Sy sempat baca dan hampir kasusnya sama di setiap kota. Salah satu tulisan yang berhubungan dengan hal ini adalah ini nih…

Masalah pedestrian di Indonesia ini terkait dengan banyak hal termasuk panasnya suhu kota tersebut. Contoh suhu di kota Bandung jauh lebih sejuk dibandingkan dengan kota Makassar yang panas membakar kulit sampai gelap haha. Tidak adanya pohon-pohon teduh di area pedestrian. Di Bandung banyak pohon yang rindang di sekitar trotoar. Kalau di Makassar banyak pohon tapi gak rindang haha.. Sama aja boong :D. Dan masuknya kendaraan bermotor yang murah ke Indonesia yang dengan duit 1 jutaan bisa kredit motor. Lama kelamaan kita berbudaya “jalan mesin“. Tidak ingin lagi jalan kaki.

Lama kelamaan kita menjadi budaya “jalan mesin“. Tidak ingin lagi jalan kaki.

Jadi salah satu solusi pertama jika suatu hari  agar pedestrian  bertambah adalah menanam pohon-pohon teduh di pinggir jalan yang nantinya akan menjadi area pedestrian. Seperti di dekat trotoar atau jalan-jalan tertentu yang sekiranya itu jauh lebih baik jika menjadi area pedestrian. Menanam pohon rindang itu mudah. Akan tetapi menjaganya hingga rindang itu sangat sulit. Tidak cukup jika hanya satu periode Kepala Daerah hihi :D. Jadi diperlukan keberlanjutan visi antara pemerintah daerah sekarang dan berikutnya. Hmmm bisa gak yah? 😕

Di Bandung ada Mall namanya Cihampelas Walking. Kurang lebih di desain agar pelanggan berjalan di dalamnya. Kalau ada yang sudah jalan-jalan di Ciwalk (Cihampelas Walking) Bandung tentu tahu bagaimana desain Mall ini. Tahun 2009 mall ini mengalami renovasi lagi. Dan sekarang menjadi jauh lebih elegan. Di tambah ada apartemen di dalam kawasan Cihampelas Walking ini. Fotonya gak ada euy..maaf yah..Tadi searching2 di internet tapi gak memuaskan hasilnya. Jadi gak diinsert disini.

Tapi belum seindah ini nih.

Sy dapat postingan yang bagus mengenai kota Singapura ditinjau dari beberapa aspek arsitektur dan bisnis. Blogger ini nampaknya berasal dari Surabaya. Dia bahkan sudah keliling Indonesia Timur sampai ke Pulau Seram. Orangnya keren sepertinya hehe…Baca nih postingan dia . *(fl)

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Budaya, Daily Life. Bookmark the permalink.

4 Responses to Jalan Boulevard Makassar yang Tidak Ramah Pedestrian

  1. apalagi di Palembang Rie, haduuuhhh bisa jalan kaki itu cuma di pinggir jalan raya yang otomatis harus berhadapan dengan asep dan debu2.. semoga pedestrian di Indonesia masih bertahan dan terus berkembang, biar Indonesia jadi lebih sehat..

    • Hmm gitu yah? wah ternyata kasus kita sama. Sy sih mikirnya ntar kalau mau dibangun untuk area pedestrian suatu hari, pasti ribet karena struktur jalanan dan bangunan sepertinya tidak memungkinkan menurut sy disini, wah kasusnya ternyata sama semua. Planning kita (orang Indonesia) sepertinya terlalu singkat …

  2. hai..fachrie.. sy bru nemu tulisn kamu di internet dan wow.. sy senang skali membacax krna skrg sy lg sibuk menyelesaikan tugas akhir saya dan tulisan kamu ini pas banget dgn judul tugas akhir sy yaitu pengembangan jalur pedestrian di Jalan boulevard makassar..
    sy berharap bisa lebih sharing dgn kamu mengenai pedestrian d jln boulevard makassar, boleh nggak??

    • sy siap membantu kalau itu bisa dilakukan, hanya saja saya hanya seorang yang kritis dan senang dengan dunia seni dan kenyamanan dalam hidup. Mungkin biografi saya bisa dilihat di blog saya.. kebahagian besar kalau tulisan saya sedikit menyentuh hati Anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s