Kosan Baru Mungkin Sebulan (part 1)

Alhamdulillah sy sudah menempati kosan baru sy kurang lebih selama 7 hari. Sy hanya berencana menempati kosan ini hanya sebulan. Biaya kosan sy sebesar Rp. 500 ribu sebulan. Yah tergolong mewah jika dalam standar kosan mahasiswa di Makassar. Kosan ini terletak  di depan kampus Universitas Islam Makassar, kampus tempat sy menghabiskan waktu, menempuh studi dan mencoba memperbaiki hidup sy lagi.  Di belakang  kuliner Lesehan Damai di Jalan Perintis Makassar, ada menara Masjid yang berwarna kuning. Di samping masjid itu ada rumah yang berwarna kuning  pula. Nah disitulah kosan sy saat ini. (wah sy belum punya kesempatan untuk mempelajari mengenai menambahkan google maps di blog, padahal ada blog senior yang menjelaskan)

Kosan ini hanya menawarkan 2 kos-kosan tipe single di lantai atas. Tipe single ini maksudnya  1 orang satu kamar. Luas kamarnya hanya 3*3,5 meter saja menurut dugaan sy. Dari yang sy perhatikan nampaknya kamar tetangga sy lebih luas kurang lebih 20 cm. Hmm mungkin inilah enaknya menjadi yang pertama dalam memilih hehe.

Karena yang pertama menyewa kamar di rumah ini adalah laki-laki. Maka kos-kosan ini menjadi kos-kosan laki-laki. Selain itu ada 1 kamar yang ditawarkan untuk pasangan suami istri di lantai bawah. Tetapi sampai saat ini belum ada yang menempati. Tadi sore sy mendapatkan kabar kalau ada 3 orang wanita yang akan menempati kamar di lantai bawah tersebut. Biaya kamar di lantai bawah untuk  setahun kurang lebih Rp 10 juta. Luas kamar yang di lantai bawah sekitar 10* 7 meter. Hmm luas juga yah 😕

Di samping kamar sy diisi oleh Mahasiswa Baru Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Angkatan 2011. Mahasiswa ini berasal dari Bontang, Kalimantan Timur. Mahasiswa inilah yang pertama kali menyewa kamar di rumah ini. Mahasiswa ini belajar di Fakultas Kedokteran UMI  Makassar. Hmm boleh dikatakan anak ini memiliki orang tua yang berkecukupan (dugaan sementara). Karena seperti yang sy tahu bahwa untuk masuk Fakultas Kedokteran Universitas  Muslim Makassar memerlukan uang seratus juta lebih.

Mahasiswa ini bernama Rama, begitu panggilan dia. Dia sempat memberi tahu nama lengkapnya tapi sy sudah lupa. Soalnya kepanjangan 😀 . Jadi cukup itu saja yang sy hapal. Hehe.. Nama anak ini mengingatkan sobat baik sy di Institut Teknologi Bandung yang sedang melanjutkan lagi studi S-2 nya di institut ini lagi. Nama Sobat sy Pramatadie yang dipanggil juga dengan nama Rama.

Alasan sy mengapa pindah ke kosan ini banyak hal. Pertama-tama disebabkan karena kosan adik sy (Fadli) di daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) sedang mengalami kekeringan air. Sangat sulit untuk mendapatkan air di sekitar Unhas saat ini akibat musim kemarau yang terjadi di Makassar saat ini. Untuk mandi saja, saya dan adik sy (Fadli) terkadang harus ‘mencuri’  air di kosan Rishal (sobat sy dari Bone yang sedang studi di Teknik Sipil ’08, teman sy sering internetan di Farmasi Unhas, Nyak Til Hotspot).

Di kosan Rishal, sangat berlimpah airnya. Dulu adik sy pernah kos-kosan juga di kos-kosan Rishal. Tetapi entah mengapa dia pindah. Padahal kos-kosan ini sangat melimpah airnya. Kosan Rishal tidak pernah kekeringan meskipun musim kemarau. Nama kos-kosan Rishal adalah “ Pondok Justice”. Sebenarnya kos-kosan ini tidak memiliki nama tetapi anak-anak memberikan nama kos-kosan ini dengan sebutan “Pondok Justice”.  Justice adalah bahasa Inggris yang artinya keadilan dalam bahasa Indonesia. Hmm sy menduga nama ini diberikan oleh Sholihin An Najah (Bung Olin) yang merupakan alumni Hukum Pidana Unhas yang sedang melanjutkan studi  S-2 Hukumnya lagi di Unhas. Ibu kos-kosan yang menjaga “Pondok Justice”ini kadang-kadang melihat dengan sinis jika sy atau adik sy (Fadli) ketahuan mandi di pondok ini. Oh iya..anak-anak Makassar lebih senang mengatakan kos-kosan mereka dengan sebutan pondokan atau pondok. Katanya ….(hehe nanti aja sy buat postingan mengenai hal ini).

Karena seringnya Ibu penjaga pondokan Rishal ini sinis sama sy. Sy sempat meminta secara resmi airnya untuk sy beli jika harus sy bayar penggunaan airnya. Akan tetapi dia menolak. Dia hanya mengucapkan sebaiknya bayar saja uang listrik seperti teman-teman kamu yang mondok di pondokan ini.  Sy sempat juga menawarkan untuk menyewa kamar di pondokan ini selama setahun. Tetapi dia menolak karena sy menawar ke Ibu ini untuk membayar sebagian dulu biaya pondokannya. Biaya pondokannya setahun Rp. 900ribu /tahun (murah loh..airnya melimpah lagi :D).

Ibu ini agak trauma dengan bayar setengah. Karena pernah seorang Mahasiswa yang berasal dari Bima (Nusa Tenggara Barat) melakukan hal ini tidak bertanggung jawab. That’s another story again.  Di satu sisi adik sy (Fadli) juga sedikit melarang sy untuk  kos-kosan di pondokan itu. Hmm 😕 sy menduga karena adik sy tidak ingin terganggu lingkungan pergaulannya. Secara teman-teman dia seperti Rishal, Bung Olin, Wandi, Taufik, dll mondok di pondokan ini. Sementara itu sifat sy ada yang dia (adik sy) tidak sukai. Yaitu Quaker (terlalu banyak ngomong dan selalu ingin cerita). Penyakit nampaknya masalah suka ngomong ini. Apalagi tentang masalah ideologi, bangsa, sosial, politik, dan fenomena sosial kontemporer.  Dan hal ini sy kadang-kadang tidak bisa mengontrolnya dengan baik.  Kalau udah ngomong, curcol terus dah sampai kering tuh bibir 😀 .

Partner berdiskusi sy mengenai hal ini adalah Bung Olin (sarjana Hukum Unhas). Untuk teman-teman lainnya seperti Rishal dan Wandi lebih sering nyindir-nyindir mengenai pacar dan kekasih-kekasih gelap haha..

Karena 2 masalah besar inilah sy  sering beradu mulut dengan Fadli (adik sy) yang sebenarnya sy tidak inginkan. Yaitu masalah air dan masalah lingkungan pergaulan dia (Fadli).  Sy pun menginginkan dengan cepat untuk pindah sementara dari kamar adik sy (Fadlie). Karena ketenangan hidup sy mulai terusik lagi. Belum lagi sy sedang bermasalah dengan seorang mahasiswi pembohong di Universitas Islam Makassar. Ya Allah begitu beratnya hidup ini dan sy sendiri yang membuat hal ini terjadi. Mungkin inilah yg membuat sy menulis puisi tentang TIDAK INGIN DIKUBUR. Sy membuat puisi ini karena mengingat semua perjalanan hidupku yang penuh dengan hal-hal hitam dan buruk serta sial. Sy menginginkan untuk sendiri di dunia ini. Mencoba menghilang mati dengan sendirinya. Tenggelam di makan oleh waktu. Sementara di satu sisi sy punya impian untuk melakukan perubahan yang besar bagi masyarakat sekitar sy dari segi pemikiran (mimpi).

Akhirnya setelah perdebatan panjang,  Fadli pun mengijinkan sy untuk nge-kos sebulan. Uang kiriman Rp. 600ribu dari orang tua, Fadli  berikan Rp. 250ribu. Uang tersebut untuk biaya kosan sy sebulan. Fadli  tidak mengetahui dengan jelas berapa biaya kos-kosan sebulan di kos-kosan baru ini. Tetapi sepertinya dia sudah bisa menduga-duga berapa biayanya. Soalnya dia sudah berkunjung 3 kali lebih ke kosan baru sy saat ini. Sisa uangnya sy peroleh dari honor (rezeki) saat sy menjadi Fedel (tukang angkat-angkat dan jaga tongkat saat rapat terbuka luar biasa diadakan oleh Universitas Islam Makassar). Honor sy waktu itu Rp. 300ribu. Jadi total uang saya saat terkumpul sebelum pindah ke kosan baru sy adalah  Rp. 550ribu. Dikurangi dengan pembelian  pulsa saya 17ribu (Nelpon tetapi paket Talk Mania kartu AS Telkomselnya  ternyata belum aktif, jadinya ludes dah pulsanya). Jadi sisa duitnya tinggal  Rp. 33ribu. Uang inilah yang sy pake bertahan hidup selama di tempat ini untuk sebulan. Di tambah honor sy bekerja di Hari 20ribu itu. Uang hari 20ribu itu sy gunakan untuk internetan di kafe dan makan  sebesar Rp. 9ribu dan beli bensi Rp. 5ribu. Sisanya Rp. 6ribu. Dan alhamdulillah sampai saat ini masih tersisa 2 indomie coto Makassar di kamar haha.

Alhamdulillah di kos-kosan ini sy tidak pernah kesulitan dalam hal air. Mencuci pun sy tidak perlu angkat-angkat baju ke kosan sepupu sy (Rina) di Jln. Abdullah Dg. Sirua Makassar, atau ke kosan Rishal nyuri air. Untuk beberapa hari kedepan ini semoga  tetap baik-baik dan lancar-lancar saja meskipun ada gesekan dengan beberapa orang di kampus mengenai masalah pembongkaran sekretariat SOSPOL UIM saat ini.

to be continued…*(fl)

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Daily Life. Bookmark the permalink.

14 Responses to Kosan Baru Mungkin Sebulan (part 1)

  1. Irfan Handi says:

    Selamat menikmati kos-kosan barunya ya. Salam kenal.

  2. numpang lewat says:

    hal terhebat yang dapat dilakukan seseorang dalam hidup ini adalah saat dia mampu tertawa dalam kesedihan hidupnya, semangat yach! dunia masih berputar n insya Allah akan selalu ada jalan terbaik dariNya

  3. bah, edaaaan kostannya, 500 rebo sebulan?? hahahahahaha.. :))

    eh Rie, bukannya talkmania cuma untuk simpati yaa?? emang AS ada gitu talkmania??

    • iyah AS ada talkmania nya…tekan *100*10# paket siang (Rp. 1000), terus *100*12# paket malam (Rp. 1000). *100*11# paket SMS 1000 , hihi….diberi tahu oleh gadisku dari Soppeng 😀

  4. hasnidar says:

    klu boleh tau no hp yg punya kost dong

  5. angga says:

    bro, kalo daerah pannakukang ada pondokan murah dan ac ga?thanks

  6. Rani says:

    Info donk alamat kost-kosan area kampus unhas plus no.hp yg bisa dihubungi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s