Mahasiswa dan Cita-Citanya (part 2)

Mahasiswa yaitu Anda dan termasuk sy yang merupakan pemuda adalah seseorang yang akan menjadi pengganti dari setiap peran yang ada sebelumnya di sosial masyarakat. Pembuat perubahan (agent of change) dalam sosial. Berbicara mengenai cita-cita maka kita harus berbicara dahulu tentang pemahaman awal masyarakat mengenai langkah kehidupan selanjutnya dari seorang sarjana. Untuk membatasi ruang lingkupnya, maka kita ambil sampel yaitu masyarakat Indonesia.

Pemahaman awal masyarakat Indonesia yang sudah terjajah beberapa tahun (tergantung daerahnya) menyebabkan orang tua – orang  tua kita sebagian besar menjadi tidak kreatif dalam berkarya dan menjadi seorang yang tidak berani (penakut, pengecut) dalam bertindak. Saya berpikir hal itu sangat lumrah terjadi. Dan dalam kehidupan secara alami akan terjadi, yaitu rakyat akan berupaya mempertahankan dirinya. Berupaya menjaga kestabilan hidupnya.

Di tengah bangsa yang sementara merangkak ini yaitu Indonesia, pekerjaan sebagai Pegawai negeri adalah tumpuan hidup yang sangat strategis, karena dibiayai oleh negara dan stabil dalam pemasukan. Kecil tapi stabil pemasukannya tepatnya. Sebagian kecil jadi makelar, sebagian kecil jadi pengusaha, dan sebagian lagi jadi …?

Bangku kuliah adalah tempat kita menempa diri bagi pemuda untuk menjadi mulia ketika kita masuk ke masyarakat selayaknya intan yang tertempa oleh tekanan. Harapan yang sangat besar dari hati-hati para orang tua dari mereka, berharap menjadi orang yang “sukses”. Namun ternyata sayangya, “sukses” yang terparadigmakan oleh masyarakat (orang tua) pada umumnya tidak berada pada hakikat sebenarnya, yaitu menjadi orang yang menggapai cita-citanya. Yang ada dipikiran orang tua mereka yaitu hidup mereka menjadi lancar-lancar saja, damai dan tidak pernah merasakan kegagalan yang sangat mendalam atau apapun. Mereka (orang tua) hanya menginginkan mereka menjadi orang yang merasakan zona nyaman yang tidak lain neraka mereka sendiri bagi mahasiswa itu.

Sy mendambakan bagi mahasiswa itu menjadi cerdas dan kreatif dan menjadi dirinya, menggapai apa yang ada dibenak dan dipikirannya dalam menggapai hidup itu. Sayangnya, semangat itu tidak membakar hati2 mahasiswa semuanya. Yang terjadi mereka tergerus oleh zaman dan mimpi-mimpinya tertutupi oleh angan-angan orang tua mereka sendiri. Padahal yang hidup itu anaknya loh , si mahasiswa maksudnya haha.. .

Yang terjadi mereka tergerus oleh zaman dan mimpi-mimpinya tertutupi oleh angan-angan orang tua mereka sendiri.

Mari kita kembali mencoba mencontoh cara membuat kultur pendidikan dan mind-set anak-anak kecil mereka. Malaysia yang dulunya hanya belajar pada Indonesia, dan hingga sekarnag malah belajar, coba aja lihat masih banyak yang ke Unhas untuk belajar, terus masih banyak juga yang masih mengguankan tenaga science dari Indonesia. Bukti nyata, yaitu 100 orang (kurang lebih) dosen muda dari ITB pindah ke Malaysia pada tahun 2006. Pada tahun 2011 sy membaca di koran KOMPAS juga dikatakan hingga kini 5000 scientist Indonesia pindah..haha..Malayasia yang terlihat sangat indah dalam membangun peradaban mereka tercermin dari Film serial anak-anak mereka yang sudah mewabah hingga anak-anak Indonesia. Bahkan adik saya, Rasya, dan 2 orang sepupu saya, Fathir, dan Farid menyenangi kartun sederhana ini. Terlihat jelas dalam salah satu serial dari film kartun ini, bahwa kawan dari IPIN dan UPIN itu menginginkan untuk menjadi petugas kebersihan dan merasa bangga dalam pekerjaan dan impian itu. “Bukankah itu adalah salah satu pendidikan moral dan mental bangsa Mereka? ” Yaitu mulai untuk menanamkan bahwa apapun cita-cita kita asalkan kita menjadi “who we are”. Amin


Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s