Kereta Kencan

Kali ini saya hanya bisa membuat sebuah tulisan yang setidaknya menggambarkan kegilaan awal dari kegilaan berikut2nya. Sy sudah pernah masuk ke psikiater 2 kali dikarenakan orang menganggap pemikiran saya agak aneh dan sangat berbeda dengan orang lain.

Yang pertama disebabkan karena sy ingin membunuh orang yang ingin membunuh saya. Waktu itu sy dipaksa untuk meminum “tuak”, minuman beralkohol tradisional,  yang dalam pikiran saya bahwa itu tidak boleh untuk kuminum karena melanggar prinsip hidup saya. Bukan hanya dikarenakan Nabi saya melarang hal tersebut, tetapi dikarenakan malu. Karena apa malunya? (adalah …. 😀 )

Yah…mungkin Anda berpikir bahwa perang telah berakhir. Haha itu hanya pikiran Anda. Saat ini perang hanya istirahat sejenak saja. Masing2 dari kedua belah pihak sementara menyusun strategi-strategi untuk permasalahan ini. Mereka mencoba mempermainkan isu dan terus menerus. Memompa paham2 demi meracuni Anda sehingga mampu mengambil istri Anda di rumah, memerkosa gadis perawan di kampung halaman Anda dikarenakan busananya yang memanggil penis sang pria untuk memberikan lahar putih ke lubang senggama wanita tersebut.

Mari kita mulai sadari satu persatu apa yang telah terjadi pada diri kita. Saya pun memulai dan mempertanyakan mengapa seperti ini dan seperti itu. Hingga akhirnya saya sadari bahwa relativitas paradigma antara hitam dan sang putih berlangsung terus menerus. Sang hitam bagaikan gagak hitam yang berkeliaran mencari bangkai yang mati dikarenakan  manusia yang menjadi objeknya tidak lagi mengerti mengapa dia hidup. Dilain pihak, Sebagian sang putih bingung apakah harus memangsa?

Perjalanan panjang di kereta Kencana itu berujung pada kencan. Loh kok bisa? Nah jangan berpikir bahwa ini akan berakhir kencan bersama wanita. Yah pastilah akan seperti itu. Sekarang ini saya bercerita bahwa kereta itu akhirnya berujung pada kencan antara tangan saya dan keyboard yaitu istri ku tercinta…”Oh sang keyboard kau bagaikan daging wanita yang lembuk, ku tusuk2 dikit2 sampai kau tergelitik dan mengatakan. Ketik lagi, ketik lagi hahaha 😀 “

___

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Curhat, Daily Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s