Sang Penegak Sunnah

Sang penegak sunnah, engkau berjalan di subuh hari untuk shalat berjamaah demi mendekatkan dirimu kepada Allah swt. Sementara diriku belum mampu seperti dirimu. Diriku masih berada dalam kemunafikan. Diriku masih berada dalam angan-angan dunia. Dirimu mungkin tidak terkenal di dunia ini. Mungkin hanya diabaikan. Tetapi namamu begitu terkenal di penduduk langit. Diriku masih menginginkan dunia yang fana ini. Berharap ku dapat memiliki kekayaan selayaknya orang-orang kaya dunia menurut majalah Forbes. Berharap ku menjadi terkenal selayaknya artis-artis Holiwood. Berharap mengubah dunia selayaknya Einstein dan John Von Neumann.

Sang penegak Sunnah,engkau selalu terdepan dalam shalat isya. Karena engkau tau bahwa orang yang munafik terasa sulit bagi dirinya untuk melakukannya. Diriku terkadang masih sibuk dengan dunia ini di depan laptop memainkan jari telunjukku bersama mouse dengan koneksi internet, menikmati dunia maya yang memberikan ruang logika yang sangat luas.

Sang penegak sunnah, engkau menjaga matamu dari pandangan yang sia-sia. Engkau tundukkan pandanganmu dari hal-hal yang bukan untuk dirimu. Sementara diriku jelalatan berharap ada yang ingin memuaskan nafsuku yang bejat ini.

Sang penegak sunnah, engkau membuatku iri.

Makassar, 5 Agustus 2012

#Subuh hari saat melihat  pemuda berjalan menuju masjid

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Curhat, Islam, Sastra dan Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s