Fenomena Menjawab Salam

Di dalam pikiran sy, bahwa menjawab salam harusnya disetarakan volume suaranya dan dilakukan dengan penuh semangat. Selain itu, saat ini umat muslim kebanyakan menganggap remeh masalah salam ini. Mungkin akibat bergesernya nilai akibat produk pendidikan konvensional. Di bangku sekolah kita diajarkan untuk mengucapkan selamat pagi, morning, ohayo, dst. Dan juga umat muslim di negara kita banyak yang tidak membudayakannya. Salam ini adalah bagian dari agama kita loh. Salam ini jauh lebih mulia dari salam yang lain. Coba lihat artinya dalam bahasa Indonesia. 

  1. “Assalamu ‘alaykum” artinya keselamatan untukmu. 
  2. “Assalamu ‘alaykum warahmatullahi” artinya keselamatan untukmu dan Rahmat Allah
  3. “Assalamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakatuh” artinya keselamatan untukmu dan Rahmat Allah serta berkah-Nya.

Sungguh lebih baik daripada salam-salam yang lainnya. Karena di dalamnya terdapat do’a.  Menjawab salam hukumnya wajib!  Hanya saja sy melihat orang-orang yang menjawab salam kadang-kadang tidak memberikan jawaban  yang  volume suara-nya setara dengan volume suara kita . Terkadang mereka menjawab di dalam hati saja. Padahal kita tidak bisa mendengar  jawabannya. Hehe. 

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Islam, Kegelisahan Hatiku. Bookmark the permalink.

2 Responses to Fenomena Menjawab Salam

  1. Wulan says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kak fahri 🙂

  2. wa’alaykum salam dik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s