Melankolia Seorang Backpacker

Sy terlewatkan banyak hal, sy terikat oleh banyak hal, dan sy banyak kesialan kadang-kadang. Suatu hari sy ingin bepergian dengan tas backpackerku lagi, ditemani oleh kamera fotographer dan berjalan-jalan menelusuri Nusantara ini. Ku ingin melewati gunung-gunung yang indah yang tertanam di tanah Indonesia ini. Ku ingin melewati lautan biru dengan ombaknya. Ku ingin melihat mesra deburan ombak pantai, menikmati keautisan diriku seorang diri. Di tanah penuh dengan cerita mistis nenek moyang kita dahulu kala. Siapa coba yang sanggup membuat candi Borobudur, candi Prambanan di saat sekarang ini? Kemudian cerita-cerita orang Mandar yang bisa menjalankan mayat hidup selayaknya zombie atau vampire orang Cina dan banyak lagi cerita-cerita yang bisa diangkat dari archipelago Indonesia ini.

Ayahku pun sepertinya melewatkan banyak hal dalam hidupnya. Terkurung dan terkungkung oleh pikirannya yang rumit, yang tak bisa ku mengerti di saat ini. Apalah untungnya menjadi salah satu pangeran Kerajaan yang sudah hancur lulu lantah di tanah tak berantah Luwu. Orang-orang pun berlombaan memasang gelar Andi disana sini, Opu, dst yang sy sendiri sekarang tak mengerti mengapa mereka dipanggil seperti itu. Sebagian keluarga kerajaan bepergian kesana kemari dikarenakan antropolog dari seluruh negeri ini mencoba mencari tahu siapakah I Laga Ligo itu. Sehingga antropolog itu pun membutuhkan nara sumber. Ayahku pun tersisih dikarenakan kemiskinanan beliau di tanah rantau di kampung sebelah dari tanah kelahiran nenek moyangku. Melahirkan kami 7 orang laki-laki yang miskin dengan tekanan dari seluruh keluarga besar. Mereka tidak tahu banyak hal apa yang kupikirkan dalam hidup ini, sehingga dengan teganya mereka memasukkan diriku dalam penjara Rumah Sakit Jiwa hanya karena mereka tidak ingin melihatku berontak tiap hari atas kegagalan dan kebodohan mereka di masa lampau. Yah saya salah mengapa harus berontak masa lalu. Hadapi saja seperti kata Iwan Fals di lirik lagunya…

Tapi ku harus beryukur ku melewati  banyak kebahagian hidup, mulai dari masuk SMA terfavorit di Sulawei Selatan, SMAN 17 Makassar,  hingga masuk ke kampus terfavorit di Indonesia, ITB. Alhamdulillah,masih banyak yang engkau berikan kepadaku ya Allah. Tapi sayangnya sy tidak dapat lulus dari ITB, tapi tak mengapa untuk hal tersebut, yang sy sayangkan adalah sy tidak maksimal dalam belajar di sana,dikarenakan konflik batin yang selalu melanda diriku. Meskipun di saat ini aku tersisih sy mencoba untuk membiarkannya saja. Biarlah sy ingin hidup seperti ini adanya saja, diam dan tak perlu tahu apa yang terjadi, fokus pada masalah internal saja dan selesaikan masalah itu. Seperti yang kuingat dalam pesan Kakek dari ibuku kepada saya. Selama napas masih berhembus, jangan pernah berhenti berjuang. Itu disampaikan kepada saya saat sy masih akrab dahulunya. Tapi sekarang, ku mencoba mulai dari nol, kumencoba dari keluarga kecilku saja dari Ayah, Ibu, adik-adikku.

Hubunganku dengan seorang gadis yang sedang merantau di Surabaya, East of Java, sudah berlangsung sudah hampir 2 tahun lamanya. Tak kubayangkan bagaimana kesetiaannya pada diriku. Sy berharap dia terus bersabar atas hal ini. Menemani diriku dalam melankoli yang sangat berlarut-larut.  Tentunya ku harus merubah diri, memperbaiki diriku kembali. Mematangkan dan mendewasakan diriku agar tak jatuh pada lubang yang sama ini. Sebuah keterpurukan yang luar biasa dalam hidupku ini. Semoga dia mengerti tentang keinginanku, memaklumi diriku dengan mimpi-mimpi yang kubergantung hidup dikarenakan itu.

Sy belum menentukan langkah secara tegas saat ini. Sy masih berada pada kebimbangan dan kegalauan. Tapi sy punya rencana. Demikianlah curhat melankoliaku. 🙂

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Curhat. Bookmark the permalink.

2 Responses to Melankolia Seorang Backpacker

  1. Selama kita masih bernafas tidak ada istilah batas untuk berencana, berusaha serta mewujudkan.
    tetap semangat kak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s