Celoteh Idealisme

Dalam konsep hidup saya, bukan hal mengenai bagaimana menjadi yang terbaik dalam satu hal, akan tetapi bagaimana memberikan kontribusi positif semaksimal mungkin kepada masyarakat. Alangkah baiknya jika kita menjadi terbaik pada hal tersebut dan memberikan kontribusi positif maksimal ke masyarakat kita. Pada kenyataannya kita tentu akan berjuang untuk diri kita, bagaimana kita mempertahankan diri kita, keluarga kita, kemudian berlanjut ke masyarakat jika orang tersebut memiliki kesadaran sosial untuk membangun masyarakatnya. Sayangnya orang-orang kadang-kadang selalu merasa enggan untuk masuk level ketiga yaitu bagaimana membangun masyarakat. Kadang ada tapi kamuflase.

-some of my point of view maybe my idealism on my youth

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi. Bookmark the permalink.

6 Responses to Celoteh Idealisme

  1. setidaknya kita dapat memberikan kontribusi positif ke masyarakat walau itu hanya dalam hal-hal yang kecil, bahkan sepele.. 🙂

  2. giewahyudi says:

    Semuanya ada tahapannya sih, kalau kita sudah mampu memimpin diri sendiri dan keluarga tentunya kita bisa memberi sesuatu yang positif untuk masyarakat.. Amin.

  3. Mugniar says:

    Hm .. benar sekali. Sy baru saja membaca dalam sebuah buku bahwa sebenarnya kita sangat sangat peduli pada diri sendiri. Luka di jari kita akan lebih menyita perhatian kita dibanding bencana di luar sana. Dicontohkan dalam buku itu: tsunami yang terjadi di Aceh sekian tahun silam misalnya, apakah sampai menyebabkan orang2 yang tak ada kaitannya dengan Aceh bisa sampai tak tidur memikirkannya?

    Begitu pun idealisme parpol. Bagi saya tanda tanya besar. Apakah benar2 untuk rakyat? Hm. Lebih ke kamuflase.

    Salam kenal ya, sesama blogger Makassar. Saya masuk sini setelah mencari2 tulisan ttg kanal Makassar. Saya juga pernah menuliskannya di blog saya 🙂

  4. tapi jangan sampai terlalu memikirkan diri sendiri saja, kamuflase, wah sudah sifatnya. Iyah salam kenal..Mugniar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s