Hutan Rumahku

saatnya balik ke puncak gunung gelap tak bertuan
terdiam tak memekikkan suaraku dalam keheningan hutan rimba itu
saatnya melihat air segar yang mengalir dari gunung indah itu
melihat ikan berlompatan di sungai tenang di bukit
yah sekedar melihat..
dan ku menunggu sang penjarah hutan menemukan bangkaiku diangkut segerombolan semut hitam

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Sastra dan Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s