Merenung

2 hari yang lalu, sy bersama Rishal, sahabat sy dari Bone berdiskusi masalah yang sangat pelik, yaitu masalah takdir. Dia memberikan contoh, misalkan seorang pembunuh. Apakah Tuhan sudah menakdirkannya melakukan pembunuhan tersebut? Sy menjawab yah, semua apa yang terjadi pada diri manusia adalah apa yang telah dituliskan oleh Allah dalam Lauh Mahfuz, sebuah kitab pasti yang akan berjalan seperti itu. Sebuah kitab yang menceritakan semuanya dari awal, mulai dari penciptaan langit hingga berakhirnya langit itu sendiri. Sangat sulit dan pelik untuk bercerita masalah ini, perlu ruang lebih. Umar ra, seorang sahabat Rasulullah yang terdekat setelah Abu Bakar as (dalam pemahaman Sunni), pernah sy temukan perkataannya dalam sebuah kitab yang kurang lebih mengindikasikan kepada kita agar berhati-hati bercerita masalah ini. Dan kalau ada yang bercerita masalah ini, maka Anda harus lihat siapa orangnya. Jangan-jangan ngelantur lagi.

Semalam, sy pun bercerita dengan seorang pengusaha Multi Level Marketing, yang dalam pikiranku itu adalah bentuk slaving atau perbudakan, dan bentuk model bisnis Jew yang sangat menjijikkan dalam diriku. Tapi sy tidak berkutik, karena sy termasuk orang yang membuatkan websitenya, sy menjadi bagian mereka. Maka hinalah sy. I deserve that…Dari cerita sy bersama dia, sy menemukan sebuah nilai yang sulit untuk kuterima tapi itu adalah kebenaran. Dari perjalanan hidupku ini, sy selalu ingin menyalahkan orang tua sy, dan akhirnya sy berlarut-larut dengan masalah ini. Harusnya sy tidak menyalahkannya terus-menerus. Sy harus mengikhlaskan semuanya. Apa yang ada saat ini, sy harus menerimanya, jangan berlebih-lebihan dalam banyak hal. Sy harus merubah banyak kebiasaanku seperti pendirianku yang kadang-kadang selalu ingin berubah dan sangat tidak stabil. Sangat sulit tentunya bagi diriku untuk menerima,sama dengan menelan sebuah empedu hati yang begitu pahit tanpa meminum air setelahnya. 

Beberapa menit yang lalu, sy pun harus meng-iyakan permintaan seorang wanita yang membuat aku melalui masa-masa sulitku 2 tahun ini. Dia meminta putus. Putus? What the hell that? Emang ada yah kata putus dalam kamus menjalin hubungan antara wanita dan perempuan. Kalau nikah berarti sekarang divorce yah? Dimana kah cinta sejati itu? Apakah hanya berada dalam angan-angan?

Sy ingin menikah dengan wanita itu surya, tapi yah begitulah, sy masih belum punya harta yang lebih, lalu apakah sy harus menyalahkan orang tua sy mengenai kemiskinan ini? Dan juga sy belum punya ijazah (syarat mutlak dari ibunya).

Berbicara mengenai cinta, maka tentu sy ingin orang juga membuka mata mengenai sifat dasar laki-laki, seperti hal poligami,  Ayub as dulu pernah punya banyak istri tapi tetap dia paling cinta ke Rahmah, istrinya yang paling setia.   Muhammad saw pun punya banyak istri tapi dia tetap mencintai Aisyah.  Lalu dimana korelasinya antara poligami dengan cinta sejati itu? What’s that? That’s make me more desperate.

Sy sekarang bergaul dengan orang orang berusia yang sudah punya istri, tapi mereka tetap ingin berselingkuh. Sy menawarkannya agar dia menikah saja.Tapi pasti masalahnya di istrinya lagi. What the hell this world right now. Makanya sy menceritakan sedikit mengenai poligami.

Dalam beberapa hari lagi, tepatnya 15 hari  lagi sy akan berangkat sendiri, mendaki sebuah gunung dengan ketinggian kurang lebih  2705 m di tanah Sulawesi ini. Yah gunung Bawakaraeng. Sy sudah punya target untuk mendaki gunung-gunung mana sy yang harus sy taklukkan. Sy ingin pendakian yang paling bersejarah dalam hidupku di Puncak Jaya Wijaya suatu hari nanti (di tanah Papua).

Yah, sy harus berubah dan merenung di puncak gunung itu. Melewati masa-masa kelam dan berupaya terus semangat ! (*fl)

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Cinta, Curhat, Kegelisahan Hatiku, Tentang Saya. Bookmark the permalink.

2 Responses to Merenung

  1. Ely Meyer says:

    selamat siap siap mendaki ya, semoga tetap semangat selalu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s