Kapan Budaya Berakhir?

Pertanyaan paling menarik datang dari lubuk hati sy, adalah “apakah Tahun Baru Masehi akan selamanya dilaksanakan?, kalau tidak, maka kapan akan tidak dilaksanakan lagi kebudayaan-kebudayaan yang sepertinya mengejar nikmatnya hidup di dunia ini? “. Sy seorang muslim, dan sy percaya bahwa ada kehidupan akhirat setelah ini. Dan sy percaya bahwa keyakinanku inilah yang benar, maka keyakinan inilah yang akan kujaga hingga matiku. Sy tahu bahwa sy orang yang banyak dosa, sy tahu bahwa Allah swt akan mengampuni dosa-dosanya selain keyakinan yang tidak mempercayainya bahwa dialah Allah yang Maha perkasa dan berkuasa atas segala hal yang terjadi diseluruh jagad ini. Yang membedakan keyakinan yang satu dengan yang lainnya hanyalah pen-sifatan kita terhadap dia. Tidak mungkin mengatakan bahwa sy adalah seorang yang kriting, sementara sy adalah seorang yang memiliki rambut yang lurus. Jadi ketika seseorang mengatakan sy kriting, maka dia telah diperdaya oleh pembohong ataukah dia tidak peduli lagi tentang sy :).  Begitulah mengenai keyakinan mengenai ketuhanan ini. Sy yakin ada yang berbohong dalam penyampaian mengenai zat yang berkuasa atas diri kita ini. Dan ada sekelompok manusia yang sudah tidak peduli lagi mengenai ketuhanan ini.  Dan masing-masing dari kita harus saling meyakini dan yakin mengenai keyakinan kita.

Sy selalu melihat dari sejarah peradaban-peradaban, dan kadang-kadang membandingkan kenyataan dengan perkataan-perkataan Nabi Muhammad saw, nabi kami para muslim. Dan sy temukan, memang saat ini kita sangat kesulitan dan sangat susah untuk menembus keterikatan kita ini terhadap model kehidupan yang semakin lama semakin ingin memakan kita dan menenggelamkan kita ke neraka jahannam. Tempat dimana api-api akan membakar kulit kita.

Mari terus belajar, membekali diri kita dengan ilmu agama, meskipun sedikit agar kita tidak tersesat ke dalam jurang-jurang kesesatan selamanya. Temukan peta dan kompas dihatimu. Kalau dari para kaum Yahudi dan Nasrani selalu mengatakan, “do you bring the fire” :), selayaknya Mozez yang mencari api ketika Mozes sekeluarga di hutan. 

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Budaya, Ideologi, Islam, Kegelisahan Hatiku, Mungkin Anda Tahu, Tentang Saya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s