Tentang Impian dan Politik (Kebijakan)

Sesuatu itu dimulai dengan mimpi atau keinginan yang disusun berdasarkan sebuah filosofi-filosofi tertentu. Hanya saja kebanyakan orang sampai pada retorika semata, paling mentok memiliki sebuah langkah-langkah strategis mewujudkan impian atau keingian itu, dan hanya sedikit yang melakukan langkah-langkah itu, dan lebih sedikit lagi berhasil mewujudkan impian itu.

Jika isu sudah membesar, maka tentu yang diinginkan adalah konkritisasi dari isu itu, disinilah kebanyakan dari kita gagal sebagai bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan peradaban yang bermartabat. Dalam hal kongkritisasi sebuah kebijakan, tentulah kita membutuhkan para kaum intelektualitas dari berbagai kalangan disiplin ilmu yang kebanyakan dari kaum-kaum pemimpin menganggap mereka hanya sebagai alat pendongkrak mereka. Padahal kaum-kaum intelektual ini merupakan mitra yang mereka harus jaga hubungannya untuk mewujudkan ide-ide fundamental yang diinginkan oleh para pemimpin kita. 

Sebagian besar orang mengira bahwa pemimpin itu adalah orang-orang yang duduk di atas kursi presiden, kursi gubernur, kursi walkota, dst. Iyah,itu betul, itu adalah secara kekuasaan dan secara administratif. Namun perlu kita ketahui pemimpin itu memiliki berbagai macam dimensi. Pernahkah kita berpikir Mark Zuckerberg yang memiliki impian menghubungkan orang dalam bentuk jejaring sosial itu juga merupakan pemimpin? Dalam pemikiran sy, dia adalah pemimpin untuk kaum muda dalam hal kreativitas dan inovasi dan teknologi informasi. Sy merasa pada saat George W Bush menjadi presiden, ketika dia(Zuck) mulai ‘ngoprek’ facebooknya, George tidak membuat sebuah project atau policy bahwa kita akan menghubungkan orang hampir 1/3 jumlah orang di dunia ini melalui media internet berbasis jejaring(network)? Sy rasa tidak. Mereka bergerak sendiri-sendiri, tidak saling berkomunikasi, hanya saja mereka dalam satu ideologi yaitu mempertahankan kekuasaan sebagai bangsa pemimpin dunia.

Oleh karena itu, untuk kita seluruh pemuda-pemuda yang penuh dengan ambisi, impian, dan penuh harapan (masihkah disebut pemuda jika malas, putus asa dan kehilangan harapan), sy yakin bahwa kalian ada, mungkin masyarakat tidak mengenal kita secara umum. Kalian ada diseluruh pelosok negeri ini, mari kita berjuang mewujudkan impian-impian kita, memberikan pengaruh-pengaruh positif kepada adik-adik kita yang masih SD disana, yang masih tersenyum lebar kepada kita, memberikan nilai-nilai positif ke masyarakat, menjaganya dan melestarikannya. Kita belum berada di puncak, kita masih mendaki gunung Jaya Wijaya di tanah air kita tercinta ini. Kita belum berdiri di atasnya, dan mengibarkan bendera kita yang merupakan pertaruhan nyawa dan harta dari pendahulu-pendahulu kita. Burung Garuda kita belum terbang tinggi dan memekikkan suaranya ke seluruh dunia ini. Kita Indonesia ini juga memiliki elang, bukan hanya mereka. Sy, kamu, dan kita semua pasti bisa ! #28/02/2013/mks

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi. Bookmark the permalink.

One Response to Tentang Impian dan Politik (Kebijakan)

  1. nunuasrul says:

    KOFTE!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s