Malu Rasanya

Di depan orang kaya, mungkin sy tidak terlalu malu dengan kemiskinan sy ini, tetapi di depan orang yang baik, sopan, istiqamah,dan muda. Di saat itu dia sedang berbalik ke arah makmumnya, dia beristighfar dan memuji Allah swt, yang juga adalah tuhan sy. Sy begitu malu, sangat-sangat malu. Sy datang telat shalat berjamaah, dan lebih senang di depan laptop sy, memijat2 keyboard sy 😦

#Magrib10Maret2013,Makassar

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Curhat, Daily Life, Ideologi, Islam. Bookmark the permalink.

One Response to Malu Rasanya

  1. nunuasrul says:

    sholatlah tepat waktu yah kakak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s