Nilai dan Politik

Nilai-nilai saat ini menjadi terakumulasi, dan begitu banyak, sebanyak suku-suku yang ada  di  di negara ini.  Nilai-nilai itu tersebar satu hingga banyak pada diri-diri pemuda-pemuda negara ini. Baik terwariskan secara tradisional, ataukah didapatkan karena menempuh langkah pendidikan. Ataukah melalui media yang berupaya menginjeksi nilai tersebut, ataukah dari organ agama yang selalu ingin menginjeksi nilai-nilai kebaikan pada mayoritas penduduk negara ini. Apapun itu nilai begitu banyak tersebar untuk saat ini. Yah di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Lanjut Baca

Oleh karena itu, kita harus terus berupaya menyusun dan mendesign strategi baru untuk membuat pergerakan yang lebih ke positif, terus dan terus tanpa henti-hentinya dalam rangka menstabilkan tatanan sosial yang begitu rapuh untuk saat ini. Melanjutkan esensi perjuangan dari kaum-kaum pendahulu kita yang berada pada rel yang sesungguhnya sebagai pendahulu yang negarawan bukan penghianat negaranya sendiri. Mengimplementasikan dan melaksanakan strategi tersebut, dan tidak berada di tataran retoris semata. Menciptakan ruang karya pada pemuda-pemuda ini, membuat rivalitas antara yang satu dengan yang lainnya untuk mempercepat proses perbaikan negara kita. Masalah utama kita saat ini dikarenakan kesejahteraan yang tidak merata, akibat sistem yang sangat kompleks baik dari dalam internal negara kita sendiri, dan juga dari eksternal, dari negara-negara yang mayoritas berasal dari bangsa yang selalu merasa superior dan tidak berperikemanusiaan, dengan teganya menjadikan kita selalu pasar untuk mendongkrak perekonomian mereka, dan selalu saja menjadikan kita terbelakang dalam antrian tataran nilai yang mereka buat. Kita harus bersyukur dan bangga karena kita menjadi yang mandiri secara de-facto, meskipun banyak tanggapan skeptis, bahwa kemerdekaan ini hanya pemberian dan seterusnya. Tetapi apapun itu kita punya potensi untuk jauh lebih bermartabat dibandingkan dengan negara tetangga ataupun beberapa negara Asia yang begitu baik di mata kita, tapi mereka menjadi bagian dari perjalanan imperialisme dan perjalanan kekuatan Gerakan Timur dan Gerakan Barat. Founding father kita, Soekarno dahulu kala menjadikan negara kita sebagai negara yang tidak memihak pada Timur dan Barat, pada Komunis dan Kapitalis, tetapi pada tataran nilai yang berada pada pertengahan tersebut yang kita kenal dengan Pancasila saat ini. Sebuah ideologi yang begitu idealis yang dimiliki oleh seseorang manusia di luar Nabi. Membuat dunia tercengang tentunya.
Mungkin bagi sebagian besar pemuda saat ini melupakan ideologi yang begitu sempurna ini, ideologi yang memang pantas untuk negara kita yang majemuk ini. Ideologi yang berupaya menciptakan kehidupan sejahtera, seperti yang kita kenal dalam falsafah Jawa “gemah ripah loh jinawi”, tenteram dan makmur serta subur tanahnya.
Goyangnya negara ini karena idealisme ini sedang pudar di beberapa pemuda-pemuda negara ini. Karena terguncang oleh permasalahan ekonomi dan stereotype suku yang belum bisa ditangani dalam rangka mempertahankan eksistensi kita yang berada di bentangan nusantara ini. 

Tulisan ini bersifat makro kosmos, sehingga mungkin banyak bias akan terbentuk pada pemuda-pemuda yang masih mencari tahu arti sebuah nilai dan bagaimana memperjuangkan nilai. Tapi sy tahu bahwa pemuda-pemuda itu yang disebutkan oleh founding father negara ini, 10 pemuda yang akan mengguncang dunia. Tetapi bagi sy, sy merasa kurang untuk saat ini, sy butuh 1000 pemuda dengan segala intelektualitasnya untuk mempertahankan dan mensejahterakan bangsa ini. Sy siap menjadi kawan Anda.

Tetap berjuang para pemuda pemuda negara ini, jadilah cerdas, cepatlah sadar, perbaikilah ekonomimu dengan baik tapi bukan menjadikan sebuah tujuan untuk menumpuk harta dan berleha-leha, tanamkan dengan kuat cakar-cakar nilai itu di negara kita, jangan biarkan negara  kita menjadi budak dari negara lain. Jangan biarkan pemuda-pemuda lemah imannya dan lemah hatinya menguasai perekonomian kita. Jangan biarkan pemuda-pemuda tak intelektual dan tak berintegritas mengisi tempat-tempat yang seharusnya tidak diisi. Jangan biarkan mereka menyebarkan nilai tersebut. Pelan tapi pasti kita akan selalu berjuang. Perjuangan ini panjang, perjuangan ini akan menjadi amal jariah kita, dalam rangka melawan bentuk-bentuk pembodohan dari bangsa-bangsa luar yang mencoba mengurutkan nilai dan menjadikan kita pada antrian rendah.
Sekali lagi hanya ada 1 cara yaitu perbaiki ekonomimu dan terjun di bidang politik. Politik disini bukanlah dimaknai saja menjadi kepala daerah saja. Tetapi dengan memperbaiki segala serpihan-serpihan sosial yang ada di masyarakat kita. Biarkan sy mendefinisikan dengan baik di kepala Anda wahai pemuda mengenai politik dengan benar. Sy berikan definisi yang mewakili seluruh dimensi politik itu apa. Politik adalah “isyarat hati yang dituangkan dengan strategi-strategi untuk mewujudkan isyarat hati tersebut”. Jika Anda seorang teknik sipil, dan melihat bagaimana pengerjaan proyek yang belum baik, Anda harus melakukan sejumlah strategi strategi untuk merubahnya. Jangan lakukan dengan cara praktis, karena itulah yang kita kenal dengan teori politik praktis, tetapi lakukanlah dengan cara revolusi. Jadilah bagian dari politik revolusi. Politik yang jauh lebih memperlihatkan kelas Anda dalam berpolitik. Jauh lebih memperlihatkan Anda bahwa Anda seorang yang patut dikenal sebagai pejuang kemanusiaan seumur hidup oleh manusia.

Mungkin dari jurusan sy, seorang yang bermain dengan hal komputer, tak ada yang menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh Richard Stallman adalah bagian dari strategi politik. Dia hanya membuat statement yang dijadikan sebuah dasar dari GNU, yaitu tentang open source, bahwa dia menanamkan nilai bahwa “source boleh Anda modifikasi ulang, atau langsung digunakan untuk keperluan komersial, tetapi hak kepemilikan tidak ada”. Hal ini lah yang mendasari perkembangan Linux hingga Android(varian linux) yang kita nikmati di Handphone2 berbasis Android. Coba bayangkan betapa hebatnya dia memikirkan masalah ini. Kemudian di lain sisi, kita harus seimbang, kita juga harus tetap mengembangkan konten kita. Yah tentulah ilmu pengetahuan kita. Karena bagaimanapun sosial tidak akan berubah tanpa ilmu. Science is weapon.

#salam

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi, Kegelisahan Hatiku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s