Detik-Detik Meninggalkan Kampus Gajah

Kawan-kawan pemuda-pemudi Indonesia. Sejak Tahun 2009 sy telah berhasil menyelesaikan beberapa  perjalanan-perjalanan pikiranku yang  masih semrawut.  Saat itu sy masih menjadi mahasiswa ITB yang aktif, sebelum cuti kuliah setelah 4 semester. Sy mengundurkan diri di ITB secara resmi pada bulan Desember 2011. Percobaan pengunduran diri sy sudah terjadi 2 kali sebelumnya. Yang pertama langsung ditolak oleh dosen wali kemudian disuruh untuk mempertimbangkannya. Yang kedua adalah ketika berkas sy sudah masuk ke Rektorat, tetapi Drs. Hizkia Achmad , yang semua dosen ITB memanggil beliau mengajukan saran ke rektorat untuk membatalkan surat pengunduran diri sy. Padahal surat itu telah sampai di gedung rektorat dan dalam hitungan hari akan ditandatangani oleh rektorat sebagai bentuk balasan dari surat resmi pengunduran diri sy. Takdir berkata lain pada saat itu. Akhirnya sy tidak jadi keluar pada waktu itu dan diijinkan untuk rehat selama 1 semester atau lebih hingga pikiranku tenang. Hal yang sy ingat dari beliau pak Prof. Hizkia Achmad, selain memaki Abu Rizal Bakri ( Ketua Umum Partai Golkar beberapa tahun yang lalu hingga sekarang, yang juga merupakan murid beliau dahulu kala di kampus ITB), beliau Prof. Hizkia Achmad ini ternyata takut akan kematian, ketika sy lontarkan pertanyaan di kediaman beliau di daerah Dago Bandung, perumahan dosen ITB, “bagaimana jika Anda mati? apa yang akan Anda lakukan pak?”. Beliau langsung dengan cepat merespon, “Jangan sebutkan kata itu!”.  Beliau adalah dosen kimia di kampus ITB, aneh tapi nyata, beliau adalah Nasrani, bukan Muslim, padahal namanya memperlihatkan bahwa dia adalah muslim. 🙂

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Curhat, Tentang Saya. Bookmark the permalink.

2 Responses to Detik-Detik Meninggalkan Kampus Gajah

  1. otidh says:

    Sering dengar juga cerita-cerita ttg Pak Hizkia Achmad dari senior-senior, tapi jadi takut ghibah kalau diceritakan lagi di sini. Yang jelas beliau memang dosen legendarislah di ITB.

    Btw, lanjutan ceritanya gimana kok sampai bisa mengundurkan diri? Saya (lagi-lagi) cuma dengar cerita kakak yg mengundurkan diri dari kakak angkatan 2006. Kalau tidak berkenan share di blog, mungkin kapan-kapan via pm FB aja kalo boleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s