30 Menit

Sy pernah membuat tulisan, bahwa orang-orang Makassar yang lebih awal mendapatkan matahari ini, telat beraktivitas jika kita mengambil patokan waktu atau jam. Ketika kita sudah shalat subuh, kemudian menyalakan televisi nasional, maka tidak lama kemudian, sekitar 20 menitan akan casting adzan shalat subuh. Antara kota Makassar dan kota Jakarta terdapat perbedaan 1 jam. Kalau demikian, maka di sana orang adzan subuh, setengah jam lebih awal dibandingkan adzan kita di kota Makassar.

Sy tidak meminta agar shalat di kota ini dipercepat jika memang tidak demikian. Karena patokan waktu shalat bukanlah jam, akan tetapi waktu-waktu matahari. Tetapi ini salah satu faktor mengapa orang masih belum lumrah untuk bekerja pada pukul 07:00 am. Di kota Bandung dahulu, sewaktu sy kuliah di kota itu, kebanyakan jam  kuliah sy di tingkat I di jam segini, jam 07:00 am . Pertanyaan sy  kemudian mengapa di kota Bandung masyarakatnya bisa sedang di kota Makassar ini masyarakatnya belum bisa?

Dalam pemikiran sy ini menjadikan kasus ini adalah  salah satu faktor. Itu karena rata-rata kita di kota Makassar ini adalah muslim. Maka waktu shalat subuh  itu adalah waktu yang menentukan. Setelah shalat subuh, selayaknya masyarakat yang telah berkeluarga tentu melakukan rutinitas keluarga. Masak-masak atau persiapan untuk sarapan. Panaskan mobil jika ada mobil.  Selain kota ini belum bisa mengatasi masalah air bakunya, juga masih banyak masyarakat hidup di rumah yang sangat-sangat sederhana. Sehingga mandi pagi  harus antri sana antri sini dikarenakan kamar mandi hanya satu atau kurang.

Membandingkan kota Bandung dengan kota Makassar sepertinya kurang tepat. Sepertinya membandingkan kota Jakarta dengan kota Makassar, atau kah kota Surabaya dengan kota Makassar jauh lebih tepat. Sepertiya stereotype kota-kota ini sama. Jadi jika ada bloger yang membaca tulisan sy ini dan hidup di kota Surabaya, atau kota Jakarta, mungkin  bisa memberikan gambaran, bagaimana kehidupan ‘early morning’ di kota tersebut. Dan waktu aktif dari kota itu jam berapa?

Namun dalam tulisan kali ini sy ingin menyampaikan tentang 30 menit mengenai sebelum shalat. Penting untuk kita perhatikan. Orang-orang penting dalam peradaban muslim ini, seperti muadzin, dan penjaga masjid  itu harusnya mulai berhenti sejak 30 menit sebelum waktu shalat. Karena persiapan tentu ada, yaitu adzan, mengecek persediaan air wudhu, dst. Pemimpinnya sudah siap-siap juga tentunya, menyiapkan dirinya untuk menjadi pemipin dari umat ini yang menghadap ke-Ilahnya. Pemimpin yang dimaksud disini adalah imamnya. Kalau masih dalam sistem kekhalifaan, berarti sang Khalifah tentunya.

Mungkin bisa melihat pemodelan jam islami yang sy buat berikut ini.

jam-islamiYang berwarna ungu itu adalah waktu saat matahari terbenam, kemudian yang hijau, disaat matahari masih nampak. Warna kuning, adalah waktu persiapan kita tentunya. Jadi kita sudah ‘wanti-wanti’ di waktu itu. Warna kuning disinilah yang sy maksud 30 menit. 30 Minute to Shalah. Waktu dimana kita sudah mempersiapkan diri kita untuk shalat. Jadi misalnya dengan menenangkan otak kita, peregangan sedikit. Jadi yang tidak bekerja yah kasian yah. Pasti masih tidur :).  Itulah mengapa orang-orang yang belum mengerti islam, pasti akan jadi pemalas, karena sebenarnya jika seseorang sudah menjadi muslim dan mengerti dien islam itu, maka dia akan menjadi orang yang sangat sangat rajin. Percayalah!!!

Mengapa demikian? Ibadahnya saja sangat rajin 5 kali sehari. Dengan keadaan seperti itu, yaitu shalat 5 waktu sekali, dia pun harus mencukupi kebutuhan ekonominya. Maka seorang muslim akan sadar dengan benar bahwa dia harus memamfaatkan waktu itu sebaik mungkin, memanage waktunya dengan baik agar dengan waktu yang sedikit itu, kebutuhan ekonomi dirinya dan keluarganya dapat tercukupi. Dan sering Rasulullah kita ini mewanti-wanti agar jangan sampai seperti Yahudi, yaitu kaum yang bermain-main dengan Tuhannya. Sebagai bukti, sy bisa mengangkat kisah hari Sabat, hari dimana umat nabi Musa (Mozes) diperintahkan untuk beribadah. Sementara di hari itu, hari dimana ikan di lautan sangat berlimpah ruah. Kebanyakan menggadaikan agamanya dan pergi mencari ikan di laut. Bahkan dengan ‘cerdik’ nya dia menurunkan jala terlebih dahulu, di hari Sabtu itu, kemudian di hari Minggunya dia mengangkat ikan itu.

Maksud sy disini sy menceritakan kisah itu adalah jangan sampai kita, dikarenakan masalah duniawi, maka kehidupan akhirat itu kita lalaikan. Jika kita yang merasa mampu mendapatkan dua-duanya. Maka bekerjalah lebih keras !!! atau berpikirlah lebih keras !!! dan tentu semangatlah !!!, sy pun mengharapkan demikian. Bukankah doa kita selalu mengingikan demikian bahagia dunia dan akhirat.

Sy menceritakan masalah ini, bukan berarti sy ini baik daripada Anda, akan tetapi ini adalah salah satu bentuk pemikiran sy. Bentuk kerangka yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang memikirkan agamanya.

Tahu saja kan belum tentu melakukannya :). Jadi jika ingin melakukannya, mari kita berjuang bersama-sama. Sy pun mendukungnya.

Mengenai jam kerja, atau jam produktivitas yang berkurang, sy rasa bukan alasan. Sy melihat itu dikarenakan pemimpin kita saja belum bisa membuat sistem yang baik dimana masyarakat itu semua berarti sehingga pekerjaan itu tersegmentasi dengan jelas. Romi Satrio Wahono saja, praktisi komputer, pemilik website http://.ilmukomputer.com menceritakan tentang kuliah yang ada di Jepang. Dia menceritakan bahwa untuk menjadi sarjana S1, mereka hanya menyelesaikan 114 sks. Berbeda dengan kita yang 144 sks. Luar biasa banyaknya, tapi materi  yang terpakai hanya sedikit :). (kenangan waktu seminar di UI Depok).

#salam

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi, Islam, Mungkin Anda Tahu. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s