Berlapang Dada Menerima Kebenaran

Musafir Kehidupan

Menerima suatu kritikan, teguran, nasehat, pelajaran, dan hal yang semacamnya itu dari orang lain itu tak selamanya mudah. Walaupun hal yang disampaikan benar, menerimanya, bagi manusia yang sombong dan berego tinggi, sama artinya dengan menerima kemaluan yang luar biasa besarnya dan terlihat bodoh di hadapan sang penyampai pesan tersebut. Alhasil, tak jarang reaksi yang ditampilkan pun berupa kemarahan atau mendebat balik sang penyampai pesan.

Sering manusia diingatkan bahwasannya jangan menilai sesuatu itu dari siapa yang menyampaikan, tapi fokus kepada apa yang disampaikan. Kerasnya hati dalam menerima kebenaran itu kebanyakan terjadi memang karena seseorang hanya melihat kepada siapa yang menyampaikan.

Nih orang masih anak kemarin sore, ilmunya masih cethek. Dia bukan dari kampus gue, bukan dari harokah gue. Dia orangnya suka mabuk. Dia pekerjaannya cuma gitu doang. Dia ini, itu, dan seterusnya. Pikiran-pikiran seperti itulah yang bila dipelihara bisa mengeraskan hati seseorang. Jika sudah demikian, semua yang disampaikan oleh lawan bicara…

View original post 398 more words

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s