Yoghurt dan Wow

Di kampus Institut Teknologi bandung, ketika sy sibuk dengan basket, sy kembali bertemu dengan senior sy dari SMAN 17 Makassar yang mengambil jurusan Tekstil dan Kriya, di Fakultas Seni Rupa dan Desain, FSRD. Namanya kak Mato‘, senior yang jadi ketua Team Basket di Jubels (baca: SMAN 17 Makassar) dahulu kala. Dan kak Mato’ waktu itu menjadi ketua team basket lagi di FSRD ITB waktu itu. Dasar kak mato’, hidupnya tetap tidak lepas dari basket :). Sebelum sy cerita lebih lanjut tentang kebahagian itu karena bertemu dengan kak mato’ lagi. Sy cerita dulu yang lain.

“Pengalaman hidup yang begitu pahit sy rasakan tak boleh membuatku berhenti untuk melangkah”. Itulah yang sy katakan pada diri sy ketika berjalan sendiri di jembatan layang Tamansari dekat Rektorat kampus ITB. Anda dapat menikmati rumah-rumah warga beserta lampunya di jembatan ini di malam hari. Rumah-rumah yang menjadi kos-kosan mahasiswa-mahasiswa tercerdas bangsa ini. Dan akhirnya sy pun melangkah, hanya dengan cara yang lebih ‘wild’ (baca : liar).

Keliaran sy memasuki segala jenis pergaulan di kampus terbaik bangsa ini dalam hal sains, teknologi dan seni, sampai ke lapangan basket lagi. Yah lapangan basket adalah bagian dari pelampiasan rasa stress yang memuncak dalam diri sy. Sy butuh olahraga. Dan juga sy sudah menyenangi olahraga ini sejak SMP, dan masuk ke Ekskul Basket waktu SMA yang juga di ketuai oleh Senior sy ini, kak Mato’. Depresi karena  mengejar cinta ke kota Kembang, Bandung., hahai  😀

Sy lebih banyak bergaul dengan anak-anak diluar dari jurusan sy, terutama di anak-anak seni, dan anak-anak yang senang dengan kehidupan dunia basket. Kehidupan inilah yang membuat sy banyak dekat dengan teman-teman dari Informatika lagi sebagian, termasuk sang master dalam hal game di negara Indonesia saat ini,  kak Arief Widhiyasa, Founder dari Agate Studio,  yang dia (Kak Arief) cerita ke sy tentang banyaknya nilai C nya di Prodi Informatika :).

Tahu gak kenapa sy lebih senang dengan orang-orang seni daripada seorang teknik yang kebanyakan sy kenal di kampus ITB pada waktu itu,  karena anak-anak seni lebih liar dalam berpikir. Yah mereka jauh lebih liar dalam berpikir. Dan ketika mereka mengekspresikan apa yang menjadi pikiran mereka. “Something amazing akan terjadi.  Tak jarang dari karya-karya mereka lebih mendecak kagum di kala itu dibandingkan karya-karya anak-anak engginering.

Orang-orang yang engginering murni, rata-rata mereka hanya menggunakan otak kiri mereka dalam menikmati hidup. Otak apalah itu, yang jelas mereka berpikirnya terlalu logic. Sehingga kadang-kadang melupakan hal-hal yang berbau estetika, atau keindahan itu sendiri. Coba bayangin saja kalau bukan karena seni, maka tampilan sistem operasi yang muncul hanya ada hitam dan putih saja.

Sementara engginering yang berbau seni sedikit, tentu akan mendapatkan sedikit apresiasi yang berlebih. Kalau dalam membuat gedung misalnya. Pasti yang akan ditanyakan, siapa arsitekturnya pertama kali? Bukan siapa engginer konstruksinya, dari Civil Engginering. Bayangkan lagi kalau dari karya anak-anak yang suka programming, semisal game, kalau gak ada unsur seninya, gamenya gak akan seru. Website yang gak ada unsur seninya jadi terlihat hambar. Intinya hidup itu akan selalu berhubungan dengan estetika. Sehingga sy menyarankan agar seseorang yang senang dengan logika, jangan lupa menikmati seni. Apakah seni musik, seni gambar, seni sastra, dan seterusnya, intinya harus ada yang menyeimbangkan, agar otaknya gak buntu2 amat nantinya dalam menikmati hidup ini. Karena hidup ini kadang-kadang tak dapat dilogikan, hidup ini memiliki seni, sehingga kita harus memiliki gaya seni juga untuk menjalaninya. Sy pun masih belajar 🙂 dan terus belajar 🙂

Lapangan basket di ITB, hampir rata-rata tiap hari diisi oleh orang-orang dari jurusan FSRD. Sy yakin akan hal itu. Dan sy akhirnya kembali bertemu dengan kak Mato’.  Kebahagian yang sy rasakan waktu itu yang tak terkira adalah sy diperkenalkan dengan minuman ‘yoghurt’ di depan gerbang ITB. Wow, sy lupa akan menikmati tempat ini selama sy berkuliah beberapa semester di kampus ini. Rasanya sesuatu. Akhirnya sy jatuh cinta terhadap yoghurt, dan sampai sy terus bergaul dengan penjualnya serta pemilik dari gerobak Yoghurt di depan  kampus ITB itu. Penjualnya mirip Narji ,pelawak Indonesia yang gendut dan pendek. Narji terakhir kali sy bertemu dia berwirausaha jualan kopi di bulan Maret 2012. Sy tidak tahu bagaimana kehidupan Narji (baca : penjual yoghurt) sekarang. Yang jelas kalau sy ke Bandung lagi, sy akan minum ‘yoghurt’ lagi di depan kampus yang memberikan sy banyak pelajaran hidup itu. Hmmm apakah akan ada  dari keluarga sy akan ada disana suatu hari nanti  lagi yah? Sepupu, apalah anak, apalah, dst. :/

Malam ini sy mendapatkan kebahagian yang tidak terkira juga, seperti sy mencoba pertama kali untuk minum ‘yoghurt’ traktiran kak Mato waktu itu. Yah malam ini, wow, dengan terbata-bata dan deg-deg-an sy bertanya kepada seseorang yang luar biasa wow. Dan jawabannya ‘wow’. 🙂

Untuk menutup blog ini, dan agar lebih menarik, sy memperkenalkan teman seangkatan sy yang sy temukan karya-karyanya sejak dahulu memiliki bakat dalam hal seni gambar. Seingat sy dia sudah dari dulu menggambar sesuatu, dan ternyata hingga sekarang dia masih menggambar, dan karyanya kembali selalu muncul di timeline sy, nama panggilannya Ulfa . Sy perhatikan, kak Mato’, ternyata selalu ada dalam karya-karyanya di facebooknya ulfa, selalu ada ‘like’. Entah apa yang terjadi yang jelas mereka dalam sebuah fashion yang sama yaitu seni. Dan sy lebih perhatikan lagi, wow, adiknya ternyata seorang pemain biola yang hebat. yah sy mengingat adiknya Ulfa ketika sy masih bersekolah di SMAN 17 Makassar waktu itu. Sy tahu bahwa ada seorang pemain biola wanita yang hebat di SMA sy, dan ternyata itu adiknya ulfa juga toh. Sekarang ini barusan sy dapat informasi dari facebook  adiknya Ulfa, bahwa dia kuliah di  Universitas Hasanuddin,  jurusan Arsitektur. Hmm kakak-adik suka sama seni. Orang tuanya nyetaknya gimana yah ? Ngedidiknya gimana yah? Hmmm lupakan lupakan :D. Sy ketemu dengan ulfa, di pernikahan kawan kelas waktu SMA sy, Mira dan Islam. Dan sy kepo lagi tentang keinginan Ulfa terhadap bakat yang dimilikinya, dan wow :)..

Pagi ini sy cukupkan, intinya Wow dan Yoghurt.

#you know what you’re doing 🙂

4:26 am, Macazzart

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Tentang Saya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s