Tulisan Lidah Hati (1)

Seorang Teman :  Hei kamu
Sy : Hei
Seorang Teman : Kamu sedang ngapain?
Sy : Sedang berpikir
Seorang Teman : Berpikir apa?
Sy : Banyak
Seorang Teman : Contohnya?
Sy : Hmm, contohnya masalah egoisme…
Seorang Teman : Oh kenapa dengan egoisme?
Sy : Sy rasa semua orang egois, lalu mengapa seseorang harus menjudge egois?
Seorang : Kok bisa?
Sy :Ketika kita menjudge egois, kita juga egois loh.
Seorang Teman : Hmm, Seperti itu?
Sy : Iyah seperti itu? Emang ada yang lain?
Seorang Teman : Coba terusin?
Sy : Yang paling aneh lagi adalah menjudge berdasarkan perasaan tanpa sebuah landasan yang kuat, hanya karena ego juga loh…
Seorang Teman : Seperti apa itu?
Sy : Kalau kita ngejudge egois, landasannya apa? Toh kita juga telah egois karena ngejudge dia egois…
Seorang Teman : Terus siapa yang harus menilai bahwa seorang itu egois?
Sy : Dalam pikiran sy ada pihak ketiga lah yang menilai bahwa dua orang yang menjudge satu sama lain bahwa yang egois itu siapa?
Seorang Teman : Loh kok gitu?
Sy : Karena sy rasa yang bilang egois itu, itulah yang lebih egois, atau bahkan gak sabaran malahan…Mungkin saja yang dibilangin egois itu memang lebih egois, tapi kan dia nahan, dan mungkin saja berpikir bahwa, jangan sampai sy lidah sy melukai hati orang itu dengan perkataan itu..
Seorang Teman : Terus kalau orang ketiga itu berpihak pada salah satu orang, misal nih, dia berpihak pada orang yang menjudge egois. Nah itu gimana tuh?
Sy : Yang ketiga kemungkinan juga egois dan juga bisa jadi tidak adil dalam menilai.  intinya nilailah seseorang itu sesuai dengan hukum yang berlaku. Kalau mau pakai hukum agama juga boleh, hukum negara pun juga boleh, kalau hanya menilai dengan perasaan, yah semua orang juga harusnya berhak. Dan sy juga memilih untuk menilai dan bersuara. Yang kebanyakan orang hanya diam dan menerima keegoisan orang yang menilainya egois. Menurut sy orang itu bodoh, maaf, itu tidak berlaku untuk saya.
Seorang Teman : Hmmm sabar-sabar, jangan bilangin orang bodoh
Sy : Hmmm okay-okay, Sy upayakan sabar sekarang, mungkin kita hentikan dulu perbincangan ini
Seorang Teman : Okay, sy harap kamu  bisa bersabar lagi dan tidak banyak pikiran
Sy : Iyah. Terima kasih

>>bersambung

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi, Psichology, Tentang Saya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s