Puasa dan Cemburu

Hari ini, sy menjalani puasa sunnah yang baik untuk dilakukan oleh kaum Muslim, yaitu puasa hari Kamis, puasa ini adalah puasa yang baik, karena hari ini adalah hari dimana seluruh amalan itu dihisab oleh Allah, menurut pernyataan Nabi kami para muslim, Muhammad SAW sebagaimana yang sy yakini kebenaran dari informasi ini. Seorang gadis selalu menganjurkan ke saya untuk melakukannya lagi. Dan sy seperti mengingat kembali masa-masa SMA waktu menjadi anak angkat dari orang tua kawan saya waktu SMA. Dimana hampir sy puasa senin kamis waktu itu.
Saat ini sy di kota Mamuju, ibu kota dari Provinsi yang baru mekar, Sulawesi Barat. Sy ada pekerjaan dengan kawan sy waktu di Bandung, Abdi Latief, lebih tepatnya adik angkatan di Unit Kesenian Sulawesi Selatan ITB. Abdi Latief pemilik dari media online http://malaqbi.com. Seorang yang berani yang mencoba melakukan terobosan baru untuk kotanya yang masih tertinggal dalam banyak hal. Di kota mamuju ini sy tinggal di kos-kosan orang tuanya yang dimiliki di samping kantor beritanya Abdi. Setiap hari sy makan dan minum di rumah orang tua Abdi Latief, dan karena sy puasa beberapa minggu ini, mungkin sy sudah puasa 5 kali di kota ini. Dan akhirnya memberikan efek ke orang tua Abdi untuk puasa senin dan kamis juga. Kemudian Abdi pun pernah puasa sekali., sayangnya dia sedang sakit sekarang, sehingga tidak melakukanya lagi, semoga beliau sembuh.
Di dalam hati sy, wah ternyata manusia itu unik, dia belum tahu bahwa diriku ini tidaklah sesempurna yang dia kira. Sy bukanlah orang baik, banyak aib sy yang tidak perlu sy ucapkan, dan juga sy tidak menafikan diriku jahat, jika ada yang  ingin mengatakannya, karena toh juga sy banyak memang melakukan kejahatan, hanya Allah sajalah yang tidak pernah memperlihatkan aibku pada seluruh manusia ini. Subhanallah.

Kebaikan untuk gadis itu, semoga beliau beruntung selalu untuk melewati hari-harinya di muka bumi ini selalu bersama keluarganya selalu Aamin.

Magrib ini sy buka puasa sangat bagus dari hari-hari sebelumnya, sekarang ada kolak, ada susu. Mungkin sekarang sy makan 4 Sehat 5 Sempurna, jadi ingat masa-masa sekolah Dasar, diajarin tentang hal ini.

Hari terus berlalu dalam hidupku, kini sy telah menghirup udara kurang lebih 25 tahun takaran Masehi, dan bagi kami saat ini, sepertinya pernikahan itu menjadi pembicaraan utama. Seperti efek domino. Di dalam pikiran sy, sy akan menikah juga tentunya. Sy ingin mengetahui bagaimana sih rasanya itu berkeluarga, sy ingin tahu bagaimana kah menjadi seorang ayah jika diberi titipan anak oleh Allah swt, karena sy sendiri selalu protes terhadap ayah sy mengenai perilakunya. Sy berpikir semoga sy tidak terlalu diprotes oleh anak sy nantinya. Karena itu sy sekarang belajar untuk tidak terlalu protes, meskipun sy masih banyak belum menerima pemikiran keluarga besar.
Sy mencoba hidup mandiri, dan belajar bagaimana membangun kehidupan sy, tetapi satu persatu pun masa lalu berupaya akan mengejar kita. Dan itu menuntut sy untuk terus belajar bagaimana merespon jika masa lalu datang, karena semakin sy tekan, maka yang tersiksa tentunya diri sy sendiri, sy berupaya untuk mengikhlaskan semuanya, sy akan menjadikan hal itu seperti tumpukan keburukan yang akan sy kenang selalu.

Mungkin kesalahan sy terbesar adalah sy percaya cinta, sy percaya dogma-dogma yang ada pada banyak-banyak cerita, apalagi cerita-cerita yang seperti dongeng, tentang adam dan hawa, tentang romeo & juliet, tentang sawerigading & I we Cudai, tentang Xerxes dan Ratu Ester, tentang Muhammad dan Khadijah, tentang Abraham Sarah, dan Hajar, seperinya sy pantas untuk jadi pemimpi. Yah pemimpi yang bercerita tentang cinta yang ada dalam dongeng-dongeng rakyat.
Dan anehnya lagi, sy senang dengan kesalahan ini dan tentu berefek dengan diri sy tentunya. Lihatlah diriku ini, keluar dari kampus ITB hanya karena kesalahan dalam menafsirkan cinta itu, sy mengejar teman SMA ke Bandung, dan ternyata sy malah depresi karena dia direbut sama orang lain. Waktu itu sy seharusnya merebut kembali, seperti dalam cerita-cerita cinta murahan yang sy biasa lihat, tetapi sy berpikiran lain, maklum sy masih seorang pengagung cinta dongeng, sy percaya bahwa jika dia cinta, seharusnya dia tidak akan berpaling dari diriku. Tetapi ternyata wanita modern memang sulit dimengerti  :(, hmmm mungkin dia tidak percaya dengan cinta-cinta yang ada di dalam kisah-kisah dongeng itu.
Akhirnya sy berupaya untuk tidak percaya lagi dengan cinta-cinta yang demikian, cinta-cinta para orang-orang dongeng itu, sy hanya percaya bahwa apa yang sy responkan kepada seorang wanita itu, maka itulah yang dikatakan dalam dirinya itu cinta, jadi sy hanya perlu membuat simulasi agar seperti terlihat cinta, maka sang wanita itu akan berpikir bahwa itu cinta dan akhirnya dia cinta, dan korban pun banyak yang berjatuhan. Namun karena efek cinta-cinta dongeng itu, sy pun kadang-kadang menjadi dilema ketika hati sy menjadi berupaya menjunjung cinta sang wanita itu, meskipun itu cinta yang terbentuk dalam dirinya dikarenakan cinta yang sy buat-buat.

Kali ini sy pun sedang berupaya menumbuhkan cinta pada seorang wanita, tetapi sepertinya karena track record sy yang begitu buruk, tidak dapat lagi sy dipercaya, ternyata raport cinta itu penting, sy baru sadar akan hal itu. Maklum orang biasanya sadar ketika di akhir. Di lain sisi, jenis cinta ini semakin sulit, karena cinta yang sekarnag ini tidak lagi seperti cerita yang dapat sy imaginasikan dalam pikiran sy karena membaca dan mendengarkan kisah-kisah cinta dongeng itu. Kini sy harus dipaksa untuk merealistiskan kisah ini. Karena tidak boleh lagi dalam imaginasi-imaginasi. Bagaimana tidak, sy pernah menjalin hubungan dengan wanita dan akhirnya ibunya menolak sy mentah-mentah jika hubungan sy menjadi lebih serius  dikarenakan ijazah. Dalam pikiran sy, “what the heck!, wow ini hidup toh ternyata, bukan mimpi”. Dan sekarang lebih gila lagi, sy harus mengkalkulasikan biaya pernikahan, hadou, ternyata kita harus realistis dalam hidup ini, tidak boleh hidup dalam cerita-cerita dongeng itu. Nah itu sisi sy, tetapi di satu sisi yang lain, sy percaya pada hal-hal yang tidak dapat dikalkulasi, yaitu takdir Tuhan, dst.

Ditambah lagi, sy selalu cemburu, mengapa? Karena sy harus punya saingan ? Hadou haruskah seperti itu? Ternyata wanita itu diperebutkan? Hadou tetapi sy tidak ingin seperti itu, sy ingin cinta yang damai dan tulus dari wanita itu, sy melihat diri sy sendiri, apa yang sy punya sehingga wanita itu akan jatuh pada diri sy? Kalau dia jatuh cinta sama saya, maka apakah sy dapat menikahinya? Apakah keluarganya akan menerima saya?

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Cinta, Curhat. Bookmark the permalink.

One Response to Puasa dan Cemburu

  1. ao says:

    Cerita cinta SMA, cerita cinta tanpa ijazah, dan sisanya cinta yang dibuat-buat haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s