Langkah

Kebanyakan orang mengangap sepeleh masalah langkah ini. Lihatlah kaki kita, silih berganti dalam berjalan. Ada yang mencoba menanggapi bahwa hidup ini seperti langkah itu, tidak selamanya kaki kiri yang terus melangkah, tetapi kaki kanan juga, begitu seterusnya. Sampai-sampai ada yang mencoba mengkait-kaitkan dengan masalah rezeki atau jabatan. Biasanya kita mendengar perkataan ,”tidak selamanya orang kaya, karena bisa jadi akan miskin, seperti halnya kaki dalam melangkah, berganti kiri dan kanan”, kemudian dari jabatan, orang berkata “tidak selamanya orang di atas, kadang di bawah kadang di atas, silih berganti seperti kaki dalam melangkah, berganti kiri dan kanan. Kita juga bisa mengkait-kaitkan hal tersebut dengan perkataan Rasulullah saw mengenai keimanan manusia itu sering naik turun, bisa diteruskan dengan perkataan “seperti halnya kaki dalam melangkah, berganti kiri dan kanan”. Kalau dalam menghubung-hubungkan, sepertinya semuanya bisa dihubung-hubungkan :D.

Sementara sy ingin mengatakan bahwa langkah kaki itu bisa terjadi karena ada gaya gesekan antara yang dipijak dan yang memijak. Ah gak, maaf bukan itu yang ingin sy sampaikan disini. Sy ingin menggaris bawahi bahwa langkah itu berarti adanya perpindahan dari satu titik ke suatu titik, yang ‘seharusnya’ memiliki arah dan tujuan. Jika memiliki arah dan tujuan, itu berarti kita juga harus memiliki sebuah maps, atau peta adri segala dimensiĀ  yang jelas sehingga kita dapat memastikan, akan kemana kita akan melangkah.

Sebelum melangkah, seseorang tentu memiliki hasrat, angan-angan, kemudian dengan hal tersebut berupaya didekatkan dengan kenyataan, realita. Disini ada perjuangan tentunya. Kadang-kadang, kita menjadi tidak dapat mewujudkan keinginan tersebut, karena kita lama dalam menentukan keinginan kita, sehingga kita kehabisan waktu untuk melangkah. Sepertinya halnya keinginan untuk naik gunung, ke Gunung BawaKaraeng, sampai sekarnag sy belum mewujudkannya, dikarenakan banyaknya pertimbangan, termasuk kerjaan orderan pembuatan website dst. Yang kalau sy teliti seharusnya sy bisa optimalkan, tetapi tidak bisa sy optimalkan, dikarenakan ada banyak yang harus sy pikirkan, yang seharusnya mungkin belum cocok untuk sy pikirkan.

Tapi seperti halnya anak-anak kecil, ketika mereka belum bisa memahami hal tersebut, sebanyak apapun orang dewasa yang memberikan mereka saran dan nasehat, belum tentu mereka akan mengikuti, dikarenakan karena anak-anak kecil itu belum memahami mengapa hal itu harus diikuti. Sy berharap setelah meminta banyak doa dan petunjuk dari yang MahaKuasa, apa yang ingin kulakukan adalah yang terbaik, dikarenakan sy telah kehabisan banyak waktu dibandingkan kawan-kawan sy yang selama ini terus melangkah, meskipun mereka tidak tahu kemana arah langkah mereka yang sebenarnya, dan bahkan mereka hanya ikut-ikutan saja. Sy harus melangkah saat ini, sekarang ini ingin kulangkahka kakiku di tempat-tempat tertentu, dan kuwujudkan beberapa hal yang dapat menghambat hal yang lain, disebabkan banyak faktor tentunya.

jadi Kawan-kawan , tunggu sy karena sy juga akan melangkah !

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Cinta, Curhat, Daily Life, Ideologi, Ilmu Komunikasi, Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s