Ceramah Berbohong

Waw, setelah mendengarkan ceramah singkat subuh ini, tentang rasa ‘syukur’ dari seorang wanita yang mengisi pikiranku hingga beberapa bulan ini, tak pernah sy seperti ini sebelumnya, entah alasannya apa, tapi sepertinya ketemu secara fisik yang tak berkeseringan itu mungkin membuat hal itu terjadi. Berbeda dengan kejadian-kejadian yang lalu ketika sy dekat dengan seorang wanita. Sy seperti merasakan cinta lagi, tetapi dalam versi yang berbeda. Dahulu kala di saat sy masih SMA mengejar cinta hingga ke Bandung, tanpa landasan ideologi yang baik tentang Tuhan, Rezeki, jodoh, takdir, dan kematian. Saat ini, alhamdulillah, thanks for Facebook, Twitter, WordPress, Blogspot, Google, Youtube, Kompas, Republika, Detik, and ect, yang telah memberikan banyak konten kepada diri sy, chating kepada banyak teman, dst, membuat sy memiliki pondasi yang lebih kuat, dan siap menantang hidup sekarang. Saat ini sy pun harus mengejar cinta, sy ingin lebih ke arah serius, tetapi seperti samudera yang ada di planet ini. Ternyata cinta pun memiliki banyak samudera. Sy harus berjuang untuk bisa survive tentunya melawan samudera itu hingga dapat berlabuh dengan damai menuju pulau wanita itu. Capt Leny is on fire hahaha…

Pagi ini sy mendapatkan ceramah, sy baru tahu ternyata diceramahin tanpa jeda itu sungguh sangat sesuatu, tetapi apapun itu sy menerima apa yang disampaikan oleh wanita ini. Thanks anyway. Dan sy pun harus membuat sebuah respon atas hal ini tentunya, yang paling utama, adalah sepertinya jangan terlalu sering menceritakan masalah pribadi kecuali kepada seorang istri, dan truth be told, she is not my wife now. Sebenarnya sy menginginkan dia, tetapi tentu banyak rintangan yang harus dilewati, dan sy berharap Allah swt akan memberikan petunjuk agar sy bisa melalui rintangan tersebut, ataukah memberikan solusi yang lain, apapun itu sy harus berupaya ikhlas, belajar ikhlas, ikhlas, ridha atas apa yang diberikan oleh Allah swt di dalam hidup sy. Ada beberapa hal penting sebenanrya untuk diketahui, tetapi sepertinya tidak usah diceritakan lagi, karena nanti malah menjadi memuakkan, dan sepertinya menjadi orang memuakkan itu sangat tidak baik 😦 . Yeah I hate you Len, said my self in another version, or all people that I’ve dissapointed .

Dari ceramah ini, maka yang sepertinya sy harus lakukan adalah sekarang ingin mengumpulkan source untuk membuat ceramah ilmiah mengenai berbohong. Sy sekarang ingin menceramahi keluarga sy sendiri tentang ‘jujur dan bohong’. Sy seringkali berceramah, meski tidak seperti ceramah islami pada umumnya, tetapi sy selalu menggunakan ideologi2 islam di dalamnya, di dalam dialegtika logikanya. Dan sekarang sy harus menceramahi keluarga, dan ini benar-benar lucu jika itu terjadi, karena kebanyakan dari mereka sy jadikan bagian dari luapan emosi ketika sy dibohongi.

Tentu akan sy sisipi dengan ideologi dari leluhur keluarga sy, yaitu “taro ada taro gau”, letakkan perkataan samakan dengan perbuatan. Sy berharap semoga berhasil, dan sepertinya kisah ini semakin seru, sekaligus di ambang-ambang kesedihan, semoga tidak sedih ya Allah.

To be honest, I am afraid of losing you, but if have to, may Allah SWT give a guidance to me calming my heart. Aamiin

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Cinta, Ideologi, Islam, Kegelisahan Hatiku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s