Kebenaran di Masa Sekarang

Hari ini, sy ke lembaga pemasyarakatan Makassar, di Jalan Alauddin Makassar. Sy kurang tahu tepatnya, tetapi jika kamu dari daerah Petta Rani Makassar,  kemudian belok ke Jl. Alauddin, maka Lembaga tersebut terletak di sebelah kiri,dan kurang lebih satu kiloan dari perempatan jalan Petta Rani ke Alauddin. Di dalam sana sy bertemu dengan Ayah dari teman saya, yang mendapatkan kasus Tindak Pidana Korupsi. Menurut informasi keluarga dan beliau dia terjebak dalam suatu kasus dikarenakan tanda tangan. Dan juga kasus yang diangkat adalah kasus yang sudah terpendam dari tahun 2005. Agak aneh juga kasusnya, karena banyak prosedur  hukum yang dilewati dari kasus ini. Dengar-dengar kabar dari keluarga kawan saya ini. Kasus ini terkait dengan konspirasi pengangkatan seorang kepala Dinas di sebuah kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Sy sempat masuk ke dalam sel tahanannya. Di dalam sel tahanan mereka ada 8 orang. Dan semua orang-orang yang terlibat dengan kasus korupsi. Tadi sy berbincang-bincang dengan dua kepala Desa, ustadz yang terlibat korupsi juga. Sempat sy bingung, karena toh juga ustadz masuk juga penjara gara-gara kasus korupsi. Tapi Alhamdulillah si ustadznya mengakui bahwa dia memang bersalah. Tadi juga Ayah dari kawan saya ini bercerita bahwa pernah ada warga malaysia yang melakukan perbandingan dengan penjara-penjara mereka terkait dengan kasus Tipikor. Dan kesimpulannya, penjara tipikor milik kota Makassar ini jauh lebih manusiawi dibandingkan dengan negara Malaysia. Di dalam hati saya bergumam, “pantesan saja mahasiswa-mahasiswa masih protes terkait dengan penjara-penjara para tahanan Tipikor yang seperti ini”. Entahlah, mungkin ahli psikologi jauh lebih bisa menjelaskan kasus masalah ini.

Di dalam rumah sakit juga, sy bertemu dengan mantan Walikota Palopo 2 periode, Bapak Andi TenriAdjeng, yang tertimpa kasus tipikor juga.  Hari ini di berita harian fajar, muncul lagi kasus beliau. Beliau ditimpa kasus korupsi dikarenakan penyalahgunaan kekuasaan dalam hal pemakaian keuangan negara, dan menyebabkan kerugian negara sebanyak 7 Miliar rupiah. Dan putusan hakim sudah keluar, denda sebanyak 250 juta, dan diwajibkan untuk mengganti kerugian negara tersebut sebanyak 7 Miliar, dan jika tidak, maka harta dari Bapak Andi TenriAdjeng akan disita. Dari perbincangan saya yang singkat. Beliau akan mengajukan banding.Terlepas dari kasus yang menimpa Bapak Andi TenriAdjeng, sy tetap masih menghargai beliau. Karena bagaimanapun beliau salah satu tokoh di Luwu yang ikut membangun kota Palopo hingga seperti ini, setelah digantikan oleh Bapak Yudas, Walikota saat ini.  Sy masih mengingat hal-hal yang disampaikannnya, salah satunya adalah, “jangan pulang kampung halaman, jika belum berhasil”. Sy mencamkan hal tersebut. Tetapi sy tetap mencari definisi berhasil itu. Semoga sy tidak tersesat dengan definisi “berhasil” itu. Aamiin. Mengenai praktik yang dilakukan oleh Bapak Andi TenriAdjeng, sy rasa hampir seluruh para politisi melakukan cara itu. Hanya saja mungkin yang lain masih rapi dan juga belum tercium. Sy berharap, sy bisa mendapatkan pelajaran dari kasus ini. Sy berdoa agar beliau  dan keluarganya tetap diberikan ketabahan, menjalani hari-hari kedepannya.

Sepulang dari Lembaga Pemasyarakatn tersebut, sy kembali ke rumah kawan saya, dan kurang lebih bercerita, tentang dunia perpolitikan dan juga kasus korupsi yang sistemik, dan permainan-permainan para pelaku-pelaku koruptor yang menjadikan seseorang “tumbal” dalam pertaruhan jabatan. Sy hanya bisa berdoa, semoga ayah kawan saya ini dan keluarga yang ditimpa musibah, tetap semangat, dan tegar. Allah Maha Tahu apa yang sebenarnya.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi, Moment Unik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s