Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Mungkin hampir beberapa bulan yang lalu sy melihat feed facebook saya. Kemudian ada  postingan teman facebook saya dari Bandung, membawa saya merujuk kepada trailer tersebut di youtube. Filmnya akan tayang di 19 Desember 2013 ini. Sepertinya bakal ramai nih, harus siap-siap beli tiket nontonnya lebih awal :D.

Semalam sy habis membaca novelnya. Setelah kian lama mendengar kebesaran nama beliau, “Buya Hamka” dalam bidang sastra Indonesia. Barulah sy berkesempatan membaca novelnya. Novel ini merupakan novel kedua yang habis sy baca dalam 3 bulan terakhir ini. Dan kali ini sy akan sedikit membuat sebuah sinopsis untuk menjadi sedikit pengantar dan beberapa pandangan  saya mengenai novel ini.

“Dimulai dari pertengkaran seorang laki-laki minang terhadap pamannya  karena masalah harta benda peninggalan ibu dari laki-laki minang ini. Permasalahannya terletak di adat istiadat dari orang Minangkau dimana seorang perempuan menjadi penjaga harta warisan. Sementara beliau, laki-laki minang ini, tidak memiliki saudara perempuan. Sehingga harta itu dikelola oleh pamannya. Dan laki-laki minang ini merasakan sebuah keganjilan dalam hal pengurusan harta warisan peninggalan ibunya ini. Dan menurut adat istiadat minangkabau, harta warisan tersebut telah jatuh kepada keluarga pamannya. Dan seluruh keluarga pamannya mempertahankan hak tersebut. Hingga tibalah masanya puncak luapan emosi dari laki-laki ini mengakibatkan pertikaian terjadi antara dia dan pamannya. Dan akhirnya pamannya meninggal dunia dalam tikaman keris pria muda minang ini. Kemudian laki-laki minang ini dibuang ke Tanah Jawa hingga takdir menentukan dirinya berlabuh di kota Makassar. Di Kota Makassar lah laki-laki ini bertemu dengan seseorang laki-laki yang menjadi mertuanya. Dan akhirnya menikah dengan putrinya. Dan perempuan Makassar inilah yang menjadi pelabuhan isi hatinya. Dari hasil cintanya bersama istrinya maka lahirlah seorang laki-laki. Namun nasib sial kembali merundung kehidupan pria ini dengan anaknya. Dia ditinggal mati oleh kekasihnya tercinta. Saking cintanya, dia tetap di kota Makassar, dan meninggal di kota Makassar dan meninggalkan putranya menjadi seorang yatim piatu. Putranya kian beranjak dewasa dalam asuhan tantenya. Anak itu pun kemudian meminta untuk kembali ke kampung halaman ayahnya di Minangkabau. Sesampainya disana, dia pun akhirnya mengetahui bahwa dirinya tidak diperlakukan seperti di kota Makassar. Dia tetap dianggap sebagai orang Bugis Makassar. Malang nian nasib pria itu, karena di kota kelahiran Ibunya, dia dianggap sebagai orang Minang, sementara di kota kelahiran ayahnya dia dianggap sebagai orang Makassar. Namun kesedihan hatinya terhapuskan oleh seorang wanita cantik jelita, yaitu seorang putri bangsawan dari keluarga minang. Dia jatuh cinta kepada wanita itu, dan wanita itu pun jatuh cinta kepada pria itu. Namun karena masalah adat istiadat lagi, cintanya terkandaskan. Dia bahkan diusir dari kampung halaman ayahnya sendiri, dikarenakan rumor beredar bahwa dia telah bercinta bersama wanita cantik itu. Padahal cinta yang timbul dari hati pria itu adalah cinta yang tulus dan suci. Begitupula cinta yang timbul dari wanita itu ke pria ini. Kemudian  pria ini berangkat ke kota Padang Panjang, masih dekat dengan kampung kelahiran ayahnya. Disinilah rindu itu menjadi semakin tebal. Namun kenyataan menjadi semakin meruncing dikarenakan wanita itu kemudian tergoyahkan hatinya akibat sahabat dekat wanita tersebut. Wanita itu pun akhirnya jatuh dalam pikiran sahabatnya sendiri dan ditambah dorongan dari adat istiadatnya, maka jatuhlah wanita itu dalam pelukan saudara sahabatnya. Dan semakin mengoyakkan lagi hati pria ini, dikarenakan pria ini merupakan pria yang memiliki rekam jejak yang jelek terhadap wanita, sehingga pria ini menjadi semakin sakit hatilah pria itu. Namun cintanya begitu racun, meracuni pikiran pria itu sehingga dia mengalami gangguan mental. Untunglah anak dari rumah yang ditumpanginya itu bisa menjadi sahabatnya. Sahabatnya itu kemudian  membuatnya move-on dan akhirnya dia merantau bersama ke Tanah Jawa. Singkat cerita dia menjadi seorang penulis besar. Tulisannya pun menjadi konsumsi dari Wanita yang pernah dia cintainya itu. Takdir pun membuat Wanita itu dan suaminya harus hijrah ke kota dimana pria itu berkarir. Dan kemudian bertemulah kembali mereka….”

Dalam pandangan saya, penulis “Buya Hamka” sudah pantas disandingkan penulis-penulis dunia. Dikarenakan dia begitu jeli melihat kondisi ini di Indonesia. Dan juga temanya mengangkat sisi kemanusiaan yang suci yaitu cinta. Dimana itu menembus seluruh ruang, cinta antara dua insan itu. Mungkin akan terasa ekstrim, jika Buya Hamka mengangkat kasus ini dalam cinta yang menembus ruang agama. Dan disitulah kemuliaan beliau dalam pandangan saya dikarenakan dia tidak berupaya menjebak pembacanya dalam cinta yang dapat menyesatkan kita tentang cinta kita kepada penguasa Alam Semesta,  Allah swt.

Beliau juga berupaya memberikan sedikit banyak perubahan-perubahan yang akan dialami oleh wanita-wanita Indonesia dalam menyongsong perubahan dunia. Dari masyarakat pedesaan ke masyarakat Urban. Dan perubahan ini tentu akan menggeser sedikit banyaknya apa yang telah dimaklumi bersama oleh para rakyat yang hidup dalam budaya. Penulis juga (baca: Hamka) memberikan sedikit gambaran bahwa perubahan itu akan datang dimulai dari wanita. Dan wanita tersebut akan berubah pandangannya dari teman ke teman, melalui teman terdekatnya. Sy sebagai pembaca novel ini, ketika membaca nasehat-nasehat sahabat terbaik dari wanita yang menjadi tokoh dalam novel tersebut menjadi jengkel. Mungkin karena sy juga termasuk pengagum cinta yang suci. Cinta yang tak terukur oleh harta tapi mungkin terukur oleh ketampanan dan kecantikan :D.

Selamat membaca kawan-kawan, dan mari kita nantikan tayangannya di bioskop tercinta.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Budaya, Cinta, Ideologi, Islam, Sastra dan Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s