Ilagaligo Studio di Kota Daeng

Sudah hampir 3 bulan sy memindahkan studio saya, Ilagaligo Studio (Web Development Studio) ke Perumahan Bukit Baruga Antang. Usia Studio saya sekarang ini sudah hampir 1 tahun Masehi, dan 4 hari lagi, usianya 1 Tahun Hijriah. Saat ini studio tidak seramai lagi seperti kemarin. Tetapi tetap ramai.  Soalnya, letaknya tidak dekat lagi dengan kawan-kawan informatika dari Universitas Makassar. Andi Mitha, Ara, Maryam, Fitri, Merry, Alden, dan beberapa kawan lainnya, belum pernah ke studio. Akan tetapi suatu hari insya Allah mereka akan datang lagi.

Saat ini, studio diramaikan oleh Muhammad Arfandy (Programmer), Deni (Programmer), Reza (Designer), Okka(Musician), Khaerul Fadli (Marketing). Kadang-kadang kawan saya yang suka berkebun, Daeng Fadil, berkunjung ke studio.

Sebagai pelaku startup di bidang Web Development Studio, sy termasuk baru, dan di kota Makassar ini. Cara pandang saya dalam mengembangkan studio, tentu banyak dipengaruhi oleh almamater saya sebelumnya di kota Bandung. Maklum hampir rata-rata yang mengembangkan studio di Indonesia saat ini, adalah kawan-kawan dan kenalan saya sewaktu saya di kota Bandung.

Dengan pengalaman saya yang minim ini, sy tetap memberanikan diri untuk terjun di industri ini. Entahlah, apakah karena masalah orientasi ekonomi atau bukan, akan tetapi, berkarya dan membuat program itu adalah sebuah kesenangan dalam diri saya. Membuat sebuah sistem atau produk yang dapat membantu masyarakat atau penggunanya dalam menjalani kehidupannya seperti seakan-akan sebuah kesenangan tersendiri bagi diri saya.

Pahit manisnya tentu sangat banyak. Contoh, salah satunya adalah pembatalan kerja sama sepihak. Maklum sy tidak membuat surat perjanjian di kala itu. Alasannya karena pertimbangan teman. Kemudian calon client berpaling ke freelance programmer yang memberikan jasa yang lebih murah.

Sebenarnya sy sudah riset tentang keadaan di kota Makassar.  Software-software berbasis web (web base application/software) yang dibuat atas pertimbangan permintaan client di kota Makassar dalam penglihatan saya, banyak yang tidak menggunakan prinsip-prinsip software enggineering. Tetapi ini tidak mengapa, toh juga dapat memenuhi kebutuhan dari client tersebut. Akan tetapi membuat sistem yang robust, sistem  yang dapat mengcover keinginan client dan tetap memperhatikan prinsip-prinsip software engginering, itu tentu berbeda. Kita dapat mengandaikan seperti ini. Jika seorang tukang batu ditanya, apakah dia dapat merancang sebuah rumah di tanah seluas 7 x 12 meter. Maka dia tentu akan menjawab iya. Maka dibuatlah rumah itu seperti fungsinya adanya, yaitu tempat berteduh. Bahkan 3 lantai sekalipun dia(baca:tukang batu) akan bisa. Akan tetapi jauh berbeda tentunya, jika hal ini ditanyakan kepada kontraktor perumahan yang profesional. Maka tentu ada arsiteknya akan membuat rumah di lahan 7×12  tersebut menjadi proporsional dan terlihat baik dan elegan. Kemudian ada dari design interiornya akan memperhatikan furnitur-furnitur apa yang harus dimasukkan dan warna-warna apa yang cocok. Untuk perhitungan konstruksinya mungkin tidak terlalu sulit, sehingga kadang-kadang tidak terlalu membutuhkan engginer sipilnya, tetapi jika arsitekturnya rumit, mungkin otak engginer sipilnya harus turun tangan juga, karena konsentrasi hitungannya jauh lebih dalam dibandingkan seorang enginer arsitektur. Nah, dalam pembuatan sebuah software development itu juga demikian. Karena ada banyak orang yang terlibat, mulai dari tahap analisis perancangannnya, designing arsitektur programnya, designing user interface, debuging programnya, dst. Sehingga tidak semudah yang seperti yang kita bayangkan.

Software yang baik tentu tidak akan melanggar beberapa hal yang menjadi prinsip-prinsip yang baik. Dahulu kala, di tahun 2009, ketika sy mencoba sistem informasi kampus ternama di kota Makassar ini, ada hal yang sangat krusial menurut saya yang dilanggar oleh pembuatnya. Dimana dia melanggar kode etik kerahasiaan data. Si pembuat membuat user dan loginnya sama dengan Nomor Induk Mahasiswanya. Sehingga sy yang bukan pemilik akun tersebut dapat login ke dalam sistem informasi tersebut kemudian dapat menggunakan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Untuk hal yang kecil misalnya, kita dapat melihat Indeks Prestasi Mahasiswa. Menurut saya, ini hal yang sangat tidak wajar, ini IP loh, hal sensitif banget kalau di almamater saya di Bandung. Entah apa yang dipikirkan oleh pembuat programnya, dalam pikiran saya, orang ini membuat data begitu tersebar dan bisa diakses seenaknya oleh siapapun. Pernah ada kejadian yang sy dengarkan, seseorang masuk ke akun temannya, kemudian memilihkan mata kuliahnya untuk semester tersebut, dan tidak ada mata kuliah yang dipilihnya. Dan ketika si pemilik akun ingin masuk,  dia tidak bisa merubahnya lagi. Entah apa yang dilakukan oleh mahasiswa pemilik akun tersebut ketika mendapatkannya demikian. Sistem ini terus seperti ini hingga tahun 2012 pertengahan jika tidak salah. Dan anehnya lagi, dari semua kawan-kawan saya dari kampus tersebut, tidak ada yang protes, ketika itu terjadi. Mereka hanya menggunakannya dan merasa bahwa sistem informasi tersebut harus dibuka, dan dapat dikomsumsi secara beramai-ramai.

Masih banyak yang harus sy sharing sebenarnya, tentang dunia teknologi informatika di kota ini. Akan tetapi sy sudah lelah, dan sepertinya baru ingin tidur. FYI, banyak kok di kota ini yang profesional dan master (dewa-dewa) di kota ini dalam membuat sebuah software, dan sy yakin sy akan bertemu dengan mereka satu persatu. 🙂

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ilmu Komputer, Mungkin Anda Tahu, Tentang Saya. Bookmark the permalink.

3 Responses to Ilagaligo Studio di Kota Daeng

  1. danuarta says:

    Aku faiz sahabat anda di eagle 1 salam faiz fahrie lantera sultan al furkan

  2. faiz qaidhan says:

    Danuarta saya faiz eagle one yg kamu berikan fahrie/kak leni ayolah jalan jalan ke baruga gu kangen salam danuarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s