Andai

Ketika dirimu meneteskan air mata karena pisau cintaku
Kau berharap aku membalutnya
Aku malah tak peduli
Yah itulah aku dengan egoisnya dan masih bisa tersenyum

Ketika taman bunga cinta sedang kau indahkan
Kau berharap aku akan ikut menjaganya
Aku malah merusaknya
Yah itulah aku yang suka berbohong tentang cinta

Ketika suratmu kau simpan di kotak istimewa itu
Kau berharap aku membacanya
Aku malah merobeknya
Yah itulah aku yang suka berpura-pura

Kini tiba di saat air matamu telah habis
Aku berharap padamu tentang senyum
Kini tiba di saat aku ingin melihat bunga
Ternyata taman itu telah gersang
Kini tiba di saat aku ingin membaca surat
Ternyata tintamu telah habis

 

 

Makassar, Senin, 12 Rabiul Awal 1435 H
13 Januari 2014

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Cinta, Sastra dan Puisi, Tentang Saya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s