Daeng di Kotaku

Beberapa bulan terakhir sy akhirnya dapat pikiran lagi tentang kota Makassar ini. Setelah 2 tahun tinggal di kota Makassar ini, dan sering kali mendengarkan orang memanggil saya “mas”. Sy akhirnya mengeluarkan isu, “Jangan Panggil Saya Mas!, Panggil saya Daeng.  Di dalam pemikiran saya, anak muda di kota Makassar yang berpendidikan, seharusnya menggalakkan untuk memanggil seseorang dengan “Daeng”. Di bandung, sy dipanggil “kang” orang2 memanggil dengan kata “Kang”. Nah kalau di jawa iyah menggunakan kata “Mas”. Di jakarta dan sumatera menggunakan kata “Bang”. Kalau di makassar itu menggunakan kata “Daeng”.

Ini mengenai jati diri  dan identitas ! Oleh karena itu ayo anak muda di Makassar, mulailah kita memanggil dengan kata Daeng.  Gantikan kembali kata Mas dalam memori otak Anda. Kemudian orang di luar kota Makassar, panggillah dengan Daeng. Tolong hargai kami 🙂 Thanks

 

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Budaya, Ideologi. Bookmark the permalink.

3 Responses to Daeng di Kotaku

  1. Dian Ricta Siregar says:

    Yup!!!
    Exactly!!!
    Sepakat…setuju…sepaham,bro…
    Bangga donk kita karena ada identitas “Daeng” di tempat kita nyari.duit…makan…beranak…
    Hidup Daeng jiii…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s