Abai

Lewat jendela masjid, di saat saya menunggu takbiratul ihram (takbir pertama dalam ibadah shalat) untuk shalat Isya’, saya melihat ada sekumpulan pemuda  yang jaraknya tidak lebih dari 10 meter dari masjid tempat saya beribadah. Mereka duduk di motor mereka, asyik mereka bercerita. Mungkin mereka mahasiswa. Kemudian beberapa orang pemuda melewati mereka, tergesa-gesah untuk memenuhi panggilan Allah untuk ibadah kepada-Nya.

Terlitas dibenak saya, mengapa pemuda yang masih bercerita di samping masjid itu malah tenang-tenang saja. Beberapa masih sempat tertawa dengan tenangnya. “hebat sekali mereka dalam mengabaikan panggilan Allah”, gumam saya di dalam hati.  Kemudian sy berpikir mungkin saja mereka itu bukan beragama islam. Jadi mereka tenang-tenang saja.

Toh juga kalau mereka beragama islam, suatu hari mungkin akan pergi ke masjid sama seperti saya. Terlebih lagi  mungkin  saya jauh lebih banyak memiliki dosa dan aib dibandingkan mereka.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi, Islam, Kegelisahan Hatiku, Momen Unik, Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s