Daeng Ucu’

Luar biasa pribumi kota Makassar. Mereka orang-orang pribumi yang jika kita membantu mereka. Maka mereka akan membalas kebaikan tersebut!

Mungkin itulah bagi mereka kenapa orang-orang Sulawesi  tidak ada kata “terima kasih”. Tetapi dia menganggap setiap bantuan itu adalah utang budi untuk mereka. Dan mereka akan berjuang untuk membalas kebaikan tersebut.

Saya bertemu dengan seorang pria usia 50 tahunan pada  1:00 am tengah malam di lampu lintas persimpangan jalan sungai saddang dekat Rumah jabatan Gubernur Sulawesi selatan beberapa hari yang lalu. Seorang pribumi namanya Daeng Ucu’. Saya mendapatkan  Motor beliau terhenti tepat di samping lampu lalu lintas. Kebetulan waktu itu lampunya berwarna merah. Jadi saya berhenti. Saya bertanya  ke dia ” ada apa daeng?”. Dia bilang rantai motornya lepas. Lampu merah sudah berganti menjadi lampu hijau. Saya kemudian memutuskan untuk menepi. Dan mendekati dia, untuk melihat masalahnya lebih jelas. Saya menyarankan beliau untuk menepikan motornya yang ada di tengah jalan agar tidak menggangu pengguna kendaraan yang lain. Saya membantu dia untuk menepikan motornya. Kemudian saya melihat dengan teliti rantai motornya. Oh hanya lepas saja. Hanya perlu dipasang kembali ke roda gigi belakangnya saja. Dan akhirnya berhasil! Sembari saya memperbaiki rantai motornya. Dia bertanya, saya orang mana? Terus tinggal dimana? Saya menjawabnya, “saya tinggal di dekat Universitas Hasanuddin daeng!”. Sambil mengambil minuman keras di sakunya, dia kemudian mengoceh dalam bahasa orang Makassar. Beliau ternyata memaki pak Satpam dan teman pak Satpam yang ada di dekat lampu lalu lintas itu. Yang jaraknya sekitar 30 meter dari kendaraan dia. Dia bilang “kamu anak baik dik! tidak seperti si sial pak satpam yang berdiri di sana (dalam versi bahasanya)”. Dia kemudian berkata lagi, “simpan nomor saya dik! Kalau ada masalah kamu di kota ini. Tanya saya! Saya akan membantu kamu. Kamu orang baik dik!”.

Mungkin yang dia maksud jika ada masalah konflik dengan siapapun di kota Makassar. Dia akan membantu saya untuk menyelesaikannya. Tetapi menurut saya, saya melakukannya tidak mesti untuk dibalas oleh dia. Biarkanlah Allah membalas bantuan saya kepada manusia.

Saya malah berdoa agar beliau berhenti meminum minuman keras, dan fokus untuk memperbaiki kehidupannya dan keluarganya dalam dunia modern yang semakin keras saat ini.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Daily Life, Momen Unik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s