Project di Bawah Bendera Revolusi

Saya punya buku Ir. Soekarno, salah satu proklamator Negara ini. Bukunya sudah sangat lama. Buku ini berjudul di bawah Bendera Revolusi Jilid II, keluaran tahun 1965. Buku ini saya beli di kota Bandung seharga IDR. 1.200.000 pada tahun 2009, di sebuah penjual buku loakan di kota itu. Karena saya sangat ingin tahu tentang Negara ini. Kenapa begini dan kenapa begitu? Sehingga saya butuh tahu apa sih sejarah-sejarah yang dahulu. Tentu masih banyak tulisan-tulisan yang penting untuk dibaca dari pemikir-pemikir negara ini.

Saya seorang dari sulawesi, lahir di sebuah keluarga besar di Tanah Luwu. Sebuah wilayah yang dahulu kala adalah kerajaan namun saat ini telah menjadi sebuah kabupaten saja di negara kesatuan republik Indonesia. Saya ingin tahu tentang sejarah negara Indonesia. Yang saya tahu hanya satu orang pemikir dari pulau kelahiran saya dalam revolusi negara kesatuan ini. Yaitu Dr. Sam Ratulangi, dan itu pun berasal di daerah utara yaitu di Gorontalo (cari tahu). Sementara orang-orang sulawesi selatan rata-rata masuk dalam militer, seperti Abd. Kahar Muzakkar yang akhirnya diberitakan memberontak dalam negara kesatuan republik Indonesia, dan setahu saya beliau adalah salah satu orang penting dalam sejarah lapangan Ikada  pada tanggal 19 September 1945. Terus Jendral Yusuf, orang kunci yang tahu tentang kisah Supersemar (Surat Perintah 11 Maret 1966) yang kita bisa lihat peninggalannya berupa masjid yang besar, luas, megah, Masjid Al Markaz Al Islami di kota Makassar ini, Andi Sose yang memiliki universitas 45 yang kabarnya akan dibeli oleh perusahaan Bosowa. Andi Oddang yang baru beberapa hari ini meninggal. Dan masih banyak lagi yang sebagian besar masuk dalam militer. Namun jarang sekali menjadi pemikir dibandingkan orang-orang yang ada di pulau Sumatera, ada Moh. Hatta, Tan Malaka, dst.

Saya ingin tahu kenapa begini dan kenapa begitu? Saya mulai menyadari ketertinggalan peradaban orang-orang sulawesi semenjak saya mencari tahu.

Saya tahu saya menggali terlalu dalam. Akan tetapi saya senang untuk mengetahuinya lebih dalam lagi. Mengetahui apa yang menjadi  rasa ingin tahu saya tentang suatu hal. Mungkin orang-orang akan bertanya? Untuk apa? Sementara perut kita sebentar lagi kosong? Sementara orang-orang seumuran saya telah berpikir bagaimana memiliki keluarga? Bagaimana memiliki rumah ? Bagaimana memiliki kendaraan?

Saya malah jauh menggali terlalu dalam sejarah yang ingin saya tahu. Waktu pun berlalu, saya pun jatuh dalam berbagai jenis kehidupan orang, dan pergaulan, dikarenakan rasa ingin tahu saya. Beberapa hal mulai terlihat dengan jelas, namun sebagian besar masih terlihat samar-samar. Saya berharap saya dapat mengambil keputusan dengan cepat untuk berhenti dalam rasa ingin tahu ini terlalu dalam. Karena sepertinya beberapa esensi sudah mulai saya rasakan. Semoga saya tidak akan tersesat jauh lagi dalam lembah-lembah pemikiran. Agar saya bisa menikmati sisa-sisa kehidupan yang saya miliki di dunia ini.

Saya berniat membuat buku ini untuk dionlinekan saja kontennya nanti. Saya sudah memfoto semua halamannya. Dan beberapa teman sudah siap mengetik ulang tanpa menghilangkan redaksinya satu kata pun. Agar tidak ada makna yang hilang.
buku ini saya rasa terlarang sewaktu masa Soeharto menjabat. Sehingga sudah sangat jarang buku ini ada untuk kita. Buku ini mulai dicetak ulang, namun telah disadur ulang. Tidak seperti lagi sewaktu aslinya.
Dibandingkan saya harus meminjamkannya satu persatu. Maka sebainya sy onlinekan saja kontennya. Sehingga dapat dinikmati oleh semua orang yang menginginkannya. Saya tahu beberapa orang telah melakukannya di pulau jawa. Tetapi saya ingin menyebarkannya kepada teman-teman di Makassar agar mereka tahu bagaimana sejarah itu dari tahun 1945-1964. Dan menurut saya itu baik untuk dikaji kembali dan diperbicangkan kemudian mencari resolusi untuk masa depan kita. Perlu membenturkan dengan berbagai macam pikiran yang dimiliki oleh para pemikir-pemikir negara kita.

Dengan buku ini saya hanya belajar bagaimana memahami sejarah Indonesia dari berbagai sudut pandang. Saya selalu memiliki paham bahwa dari sejarah kita dapat menata masa depan yang kita inginkan. Meskipun tak ada yang bisa memastikan masa depan itu sendiri.

dibawahbenderarevolusi

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi, Kegelisahan Hatiku. Bookmark the permalink.

2 Responses to Project di Bawah Bendera Revolusi

  1. ronialimuddin says:

    Lumayan mahal juga harga bukunya. Menunggu versi onlinenya. Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s