Kedai Pojok Adhiyaksa

Kedai Pojok Adhiyaksa, taken by Fachrie Lantera

Kedai Pojok Adhiyaksa, taken by Fachrie Lantera

Warkop singkatan dari warung kopi. Warkop sudah sangat menjamur di kota ini, kota Makassar, kota kebanggaan kami penduduk sulawesi selatan ini, kota dimana pemuda-pemudi dari Papua, Maluku, Ternate, Nusa Tenggara, menjatuhkan pilihan mereka untuk menempuh pendidikan dibandingkan harus ke kota-kota ternama pulau jawa seperti Jakarta, Bandung, Jogja,dan Surabaya,  dikarenakan biaya kuliah disana jauh lebih mahal dibandingkan di kota Makassar. Dulu tahun 2012 saya masih ingat tempat di dekat jalan masuk BTP(Bumi Tamalanrea Permai) saya main catur. Tempat itu menjadi tempat nongkrong para pemain catur, mereka minum kopi dan main catur. Kadang mereka memesan nasi kuning jika mereka kelaparan. Sekarang  tempat itu sekarang tidak lagi menjadi tempat bermain catur. Malah sekarang tempat bermain catur sudah pindah ke warkop 51 yang ada dekat dengan Perumahan Bukit Khatulistiwa, beberapa meter sebelum masuk lorong Telkomas. Saya pun sekarang melihat beberapa orang tua sedang berkumpul dekat SAMSAT di Jln. Mappanyukki kumpul-kumpul bermain catur. Membuat saya mengingat masa-masa di BTP bermain catur dengan bapak-bapak di kota ini. Bicara tentang catur saya jadi ingat dengan tetangga kos adik saya yang menjadi teman saya, Zakkir namanya, alumni s1 Hukum Universitas Hasanuddin  yang melanjutkan s2 di kampus yang sama lagi. Saya tidak tahu apakah anak ini sekarang sudah lulus atau tidak. Dia dari kabupaten  Enrekang, punya saudara perempuan yang mengajar anak TK di kota ini tetapi sy kurang tahu dimana mereka sekarang, dan saya tidak tahu bagaimana kehidupan mereka lagi. Mungkin saya akan mencari dia di Facebook untuk bisa berteman dengan dia lagi.

Orang-orang nongkrong di sebuah warung sambil minum kopi kemudian bercerita tentang planning masa depan mereka, cerita politik, online sambil facebookan, twitteran, sambil download film-film yang diinginkannya, atau sekadar surfing saja dengan laptopnya, atau sekadar nongkrong saja, cari bahan kuliah. Buat para jomblo yang tidak ada kerjaan, sebaiknya ke warkop saja sambil melihat video-video lucu dari ciptaan anak Makassar seperti bolang Makassar atau melihat video-video lucu yang ada di indovigram atau video-video lucu dari luar negeri yang sangat pendek untuk menghilangkan rasa bosan sampai lelah. Atau meningkatkan pendapatan dengan belajar internet marketing. Saya sih masih jarang mendapatkan sepasang kekasih ngedate di warung kopi. Kayaknya aneh kalau ada yang pacaran  di warkop, mungkin asyiknya di pantai Losari Makassar atau di tempat-tempat yang lebih ekskusif lainnya. Tetapi kadang-kadang saya berpikir jalan-jalan sama kekasih  di warkop juga sepertinya jauh lebih baik hehehe.  Atau datang ke warkop saja seperti saya ke mengupload tulisan yang tidak tahu siapa yang akan membacanya, tetapi saya tetap menulis saja. Dan memang saya ingin menulis ini agar suatu hari nanti sy bisa membaca kembali tulisan-tulisan yang pernah sy tulis untuk berpikir, bagaimana sih saya dari tahun ke tahun.

Di Kedai Pojok Adhiyaksa bukan tempat kita memesan kopi terus minta passwor wifi untuk langsung internetan seperti pada umumnya. Tetapi auranya berbeda. Space-space tempat yang ditawarkan memang sepertinya segmentasinya untuk warga Makassar yang senang dengan aktivitas komunitas.

IMG_3102

Jika komunitas ingin berkumul biasanya ke Kedai Pojok Adhiyaksa. Tempat ini memang cocok untuk tempat  berkumpul. Sepertinya pemiliknya benar-benar tahu memang cara memanjakan perasaan anak muda. Memang tempat ini sepertinya menargetkan untuk anak-anak muda yang berkomunitas di kota ini.  Menurut saya tempat ini bagus  untuk komunitas-komunitas yang ada di kota ini. Tempatnya luas. Cocok sekali untuk pertemuan-pertemuan gathering-gathering komunitas yang memerlukan space yang lebih besar. Tidak seperti warkop pada umumnya yang menyediakan wifi, makanan, dan minuman saja. Menurut saya di Makassar ini saya belum tahu lagi tempat yang sama, yang memang cocok untuk para komunitas berkumpul. Banyak sekali komunitas di kota Makassar ini mengadakan kegiatan di tempat ini. Komunitas Anging Mammiri, komunitas bloger Makassar seringkali melakukan gathering di tempat ini. Komunitas Sigi Makassar (sahabat Indonesia berbagi), komunitas Sribu Guru, komunitas Makassar Berkebun, teman-teman Flock Indonesia, dan seterusnya banyak lagi yang sering kumpul di tempat ini. Dan saya bulan ini rencana mengadakan gathering dengan teman-teman komunitas Startup Makassar, komunitas perusahaan rintisan berbasis teknologi yang ada di kota Makassar.

Sepertinya tempat Kedai Pojok Adhiyaksa ini   bisa menjadi ikon untuk kota Makassar. Karena kalau kamu jadi anak muda Makassar dan belum tahu tentang tempat ini. Berarti kamu bukan anak muda yang senang dengan perubahan perubahan sosial, inovasi dan karya untuk kota ini.

Untuk politisi sepertinya tempat ini tidak cocok, cocoknya dia di warkop dottoro deh mungkin. Atau para pebisnis, cocoknya di warkop dg. Sija kayaknya deh. Untuk mahasiswa yang senang nongkrong, mungkin  datang ke warkop 51 di dekat telkomas. Atau ke warkop Ogie sambil nonton bola juga bagus di jalan Abdulllah Dg. Sirua (abdesir). Untuk mahasiswa yang butuh doang tempat bisa wifian kamu bisa ke mana saja seperti  saya ke warkop dekat SPBU samping kampus Universitas Hasanuddin, Makkah Resto namanya. Tempatya jarang orang yang datang, dan juga berisik sih karena dekat jalan. Dan sy bingung apakah laba mereka ada atau tidak. Saya berupaya untuk tidak pikir. Yang penting saya bisa ngenet dulu, sambil meminum teh Arab, teh biasa dicampur cengkeh kering.

Saya juga belum terlalu keliling di kota ini. Tapi menurut saya asyik juga kalau kita tahu semua warkop-warkop yang ramai, dan kenapa orang mau datang ke sana, dan orang-orang seperti apa yang datang ke tempat itu. Sehingga kita bisa tahu perbincangan apa sih yang ada di kota ini. Maklum saya tertarik dengan perkembangan kota ini. Kota tercinta di Negara kesatuan republik Indonesia,  kota Makassar.
IMG_3101

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Daily Life, Komunitas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s