Preman Berkuasa

Saya hari jumat, 13 Februari 2015, sewaktu saya ingin membeli tawas di pasar daya. Saya mendapatkan sebuah peristiwa yang penting untuk kita pelajari bersama menurut saya. Saya mau masuk ke dalam pasar. Para penjaga yang saya bingung, apakah dia preman atau apa? Memberhentikan saya sembari memberikan secarik kertas berwarna merah dengan nominal IDR 2000. Saya tidak tahu apakah ada retribusi yang demikian atau tidak untuk pasar itu. Tetapi yang membuat saya aneh itu karena saya diberikan kertas berwarna merah. Saya katakan sama orang itu, kasi yang untuk motor. Akhirnya dia memberikan saya yang berwarna biru. Disitu tertulis IDR 1.000.

Yang membuat saya berpikir lagi adalah  kenapa orang-orang itu tidak berseragam jelas?!! Bagaimana saya tahu bahwa yang memberikan itu adalah petugas pasar? Dari perilakunya dan pakaian yang digunakannya, saya melihat seperti preman saja. Tak terdidik dan tak beradab!

Hal-hal seperti ini sering kita dapatkan di seluruh kota ini, baik dari permasalahan parkir, dst. Benar-benar tak terkontrol dan tak terkendali orang-orang yang seperti ini di kota ini. Sebagai penduduk kota ini senang ji bayar retribusi ini dan itu, asalkan jelas siapa yang mengelolanya dan terbuka pengelolaannya, dan juga orang-orang yang mengelolanya beradab dan beretika. Tetapi itulah hidup, tidak seru kalau orang baik semua ji di dunia ini. Nanti sudah seperti surga.

Sy selalu minta nota seperti ini!

Sy selalu minta nota seperti ini!

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Kegelisahan Hatiku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s