Respect

Apa itu respect ?

Yah respect mungkin ditranslate dalam bahasa Indonesia, yaitu menghargai.

Respect atau menghargai manusia dalam pandangan saya itu harus adil. Melihat manusia tidak boleh karena apa-apa yang melekat pada dirinya yang terlihat secara kasat mata saja. Boleh jadi Anda sedang respect terhadap seorang yang bermobil tetapi sebenarnya uangnya dari korupsi yang dikumpulkan ayahnya di jabatan-jabatannya di pemerintahan, ataukah hasil suap menyuap dalam Bisnis to Government agar project-project itu berjalan di perusahaan yang dia milikinya. Ataukah dengan cara yang lain dan sebagainya.

Dalam carut marutnya hidup sekarang ini. Dimana ideologi dan pemikiran tersebar dimana-mana. Kita tentu harus punya prinsip dalam hidup ini. Prinsip itulah yang menentukan bagaimana Anda merespon stimulus yang Anda pahami di dunia ini.

Respect itu seharusnya adil.
Mengapa kita harus belajar respect dengan adil? Sy bisa membuat sebuah cerita seperti ini. Anda memiliki dua orang tetangga. Tetangga yang satu Anda tahu memiliki mobil, rumah yang mewah dan tetangga yang kedua adalah seorang yang Anda tahu memiliki banyak uang. Anda begitu bersemangat bercerita dengan dia, seperti menjilat dan seterusnya. Tetapi beda yah kalau ingin belajar dengan mereka. Kemudian ke tetangga berikutnya, hanya tetangga sederhana hidupnya. Sehingga kita kadang melihat rendah dan tidak begitu respect. Kemudian di suatu hari anak Anda sedang sakit dan Anda membutuhkan uang untuk pengobatan anak Anda. Kemudian Anda membutuhkan uang lalu Anda mengunjungi tetangga Anda yang kaya itu. Namun pada kondisi itu si tetangga kaya itu juga sedang butuh-butuhnya uang, dan biasanya orang-orang yang sudah kaya, tentu akan bilang, ” maaf dana sy sedang terpakai untuk ini dan itu”, dan itu mereka tidak bohong. Masalah yang Anda hadapi ini terdengar oleh tetangga yang tidak begitu Anda hargai bahkan di benak Anda selama bertahun-tahun pun tidak ada untuk menghargai mereka, tiba-tiba datang karena alasan kemanusiaan untuk membantu Anda dengan uang cadangan ekonomi mereka untuk membantu Anda, maka tentu sy rasa itu tamparan hebat untuk Anda bagaimana Anda respect terhadap seseorang.

Bagaimana Anda dalam ‘respect’ terhadap seseorang, begitu pula rekontruksi integritas di dalam diri Anda sendiri. Pada dasarnya jika kita melepas semua hal yang melekat di dalam diri kita, maka yang tersisa hanyalah kita sebagai makhluk dan Tuhan dalam rekonstruksi pemikiran kita sebagai hal yang luar biasa dan berkuasa penuh terhadap kita sebagai makhluk. Sehingga kita akan menghargai manusia dalam posisinya yang adil karena kita melihat posisi kita sama, hanya sebagai makhluk Tuhan. Bagi yang memilih bertuhan akan merekonstruksi seperti itu. Tetapi bagi yang tidak bertuhan beberapa di antara mereka memilih untuk bergerak sesuka hati mereka. Dan itu adalah sah-sah saja.

Terkadang ada orang membantu kita juga karena ingin menanam budi terhadap kita. Tetapi tolong dibedakan hal ini biasanya tidak terlihat. Urusan hati itu urusan Tuhan. Niat yang suci dan tulus itu tingkatan tertinggi dari diri seorang manusia, dan hanya Tuhan yang Maha Kuasa lah yang tahu akan isi hati dari seorang manusia. Meskipun motif tentu dapat kita perkecil kemungkinannya dengan deduksi logika yang kuat. Dan sy menyarankan terlebih untuk diri saya sendiri agar membantu karena Tuhan Yang Maha Kuasa dan pandai-pandai lah menentukan di diri Anda mana yang Anda niatkan karena Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di manusia sulawesi, tidak mengenal nama terima kasih. Mereka akan berjuang membalas budi. Mungkin dalam pandangan mereka bahwa bukan ukuran dari seorang manusia jika tidak tahu dalam membalas budi. Jadi jangan salahkan jika Arung Palakka sebagai manusia sulawesi dalam hal perlawanan ke Sultan Hasanuddin ( Raja di Kerajaan Gowa-Tallo) di waktu itu, harus membalas budi ke Belanda menjadi panglima perang di beberapa pertempuran Belanda di Nusantara ini yang berujung sulitnya nama ini tembus menjadi pahlawan Nusantara. Tentu sy tidak bicara mengenai benar dan salah disini. Ini adalah masalah perspektif. Dan sy tentu punya perspektif dan penilaian tersendiri. Politik tanam budi di tanah sulawesi masih saja berlangsung. Namun bedanya, politik tanam budi ini kadang berlanjut dalam tingkatan yang lebih kompleks. Menarik untuk diteliti dan ditelaah tentunya.

Cerita subuh dikarenakan lapar di pagi hari grin emotikon
Terima kasih rendangnya sahabatku dari Minang, Muhammad Ihsan Piliang

Makassar , 12 Maret 2016 , 5:44am

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Ideologi, Kegelisahan Hatiku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s