Selamat Jalan Paman

7 November 2013 (3 Muharram 1435 H ) sekitar 2,5 tahun lalu kakek sy meninggal Andi Muhammad Sajeri Opu Dg. Massita meninggalkan  kami  semua sekeluarga. Hari jumat kemarin, 25 Maret 2016 (17 Jumadil Akhir 1437 ) sepupu saya sekarang ini harus berkabung. Ayah dari sepupu saya telah wafat lagi. Ayah dari sepupu saya ini juga merupakan keluarga karena pernikahan ayah dari sepupu ini adalah pernikahan rumpun keluarga juga. Ibu dari sepupu saya ini adalah saudara dari ibu saya (Ibu saya bernama Andi Misrukiah Opu Dg. Manyala).

Paman saya ini adalah paman yang lucu menurut saya. Lumayan bisa diajak bercanda dan juga beliau sangat sabar. Sy masih ingat ketika sy memijat-mijat badannya ketika badannya kaku disebabkan penyakit stroke mulai mendekati tubuhnya. Di awal-awal perjumpaan saya lagi, beliau belum terlalu ingin beribadah selayaknya muslim seperti pada umumnya. Akan tetapi di 2 tahun terakhir ini saya menemukan beliau dalam keadaan seperti itu. Bagaimana di setiap azan yang terkumandang di Masjid Baitul Hakim dekat rumah “tinggi” beliau bergegas ke masjid itu. Saya merasakan sisi religius mulai masuk ke dalam dada pria  yang dulunya dikenal sebagai  sebagai pemuda cakep yang mempersunting tante saya. Yah biasa lah kita mendengarkan orang-orang yang sudah bau liang lahat mungkin akan mulai mengingat kehidupan setelah mati sehingga mereka mulai mempersiapkan dengan bersifat religous. Yah beruntunglah orang yang masih ingat akan hal itu. Karena ada orang yang di saat tua nya pun tidak dapat bersifat religous. Meskipun di saat-saat akhirnya. Akan tetapi itulah yang utama. Di kehidupan akhir yang baik. Beliau akhirnya meninggal di hari Jumat. Kalian tahu bagi yang muslim, hari jumat adalah hari terindah buat mereka yang meninggal di hari itu. Para kaum kristiani pun mengagungkan hari itu juga.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Setiap muslim yang meninggal di hari jumat atau malam jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani.

Yah keluarga besar saya dari sisi ibu saya telah berkabung di hari ini. Adik-adik saya  telah pulang ke kampung halaman. Adik-adik sepupu saya pun telah pulang, termasuk kedua anaknya yang sementara menjalani proses kuliah di kota Makassar ini. Ingin sy pulang juga ke sana, akan tetapi ada sesuatu hal yang membuat saya tidak bisa pulang untuk saat ini. Akan tetapi akan ku kunjungi makam nya suatu hari nanti ketika saya pulang ke kampung halaman saya.

Berbahagialah disana paman. Berbahagialah engkau, dan sekali lagi berbahagialah engkau karena engkau wafat di hari Jumat, dimana hari itu merupakan hari yang kudambakan juga suatu hari nanti di ujung akhir hidup saya. Berdoa lah engkau bisa bertemu dengan mertuamu sekaligus paman kamu juga disana.

Untuk saudara sepupu ku tercinta Andi Feri, Andi  Vera, Andi Fika, Andi Nada, Andi Viki yang telah ditinggalkan
Makassar, 26 Maret 2016.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Keluarga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s