Om Telolet Om

Dunia sekarang ini dihebohkan dengan term “Om TELOLET Om”, dari anak-anak Indonesia yang ada di Jawa yang gemar sekali mengincar bunyi klakson dengan berteriak “Om telolet Om” kepada driver bus antar kota ternyata memiliki kebahagiaan tersendiri dalam pandangan beberapa pemuda  yang ada di Indonesia.

Entah sudah berapa tulisan di media online sy baca mengenai “Om telolet Om” dan juga video-video di youtube yang sy perhatikan. Akan tetapi jika sy melihat proses “Om telolet Om” ini secara sepintas sy bisa gambarkan bahwa pemuda Indonesia mengcapture, memvideokan kebahagian yang ada pada mereka,  anak-anak kecil dari Indonesia yang meminta hiburan kepada driver bus antar kota. Mungkin mereka merasa bahwa kebahagiaan anak-anak Indonesia itu perlu disebarkan kepada orang lain. Bisa jadi juga dikarenakan mereka merasa rindu untuk bahagia seperti anak-anak kecil itu. Sebuah hal yang aneh dalam dunia anak-anak dimana meminta sesuatu yang seperti itu, hanya sebuah klakson. Sampai rela menunggu dan berteriak “Om telolet Om”. Kemudian pemuda-pemuda yang  menginginkan kebahagian yang sangat sederhana mereka juga ingin mendapatkan sensasi kebahagiaan dari hal yang simple itu, ada yang kocak dengan membuat video “Om Telolet Om” dengan pesawat.

Akhirnya menjadi hiburan tersendiri di netizen Indonesia tersebar di twitter dan Facebook dan media sosial yang ada. Dan menjadi trend diikuti oleh banyak orang.

Tak cukup disitu ternyata kebahagian yang sederhana itu , kebahagiaan “Om telolet Om” ini sebelum menjadi seramai seperti sekarang ini, salah seorang perempuan cantik di Jepang juga mengvideokan  Om Telolet Om yang beredar juga di netizen. Meskipun ada yang mengatakan itu adalah editan dan bukan karena masalah “om telolet om”. Kemudian diikuti oleh DJ international lainnya. Ada yang bahkan membuat video ini juga dalam rangka mentransferkan kebahagian universal ini yang berasal dari anak-anak Indonesia yang ada di Java sana.

Kemudian dengan sedikit inovasi muncul lah meme baru lagi dan seterusnya menjadi bahan pembicaraan dan setidaknya di kepala netizen tahu sesuatu yaitu “om telolet om”.

Beberapa bulan yang lalu di timeline saya juga sebelum mendunia “om telolet om”, seorang dosen di Bandung menjelaskan tentang kata “telolet” adalah palindrom. Bagaimana menjelaskan nya secara definisi, intinya, hurut t itu berpasang-pasangan. “T” di depan berpasangan dengan “T” di belakang, E di yang kedua juga berpasangan dengan E di belakang dst.  Kata itu atau frasa itu bisa juga dibaca dari belakang. Coba saja baca “telolet” dari belakang pasti sama.

Nah bagaimana dengan di Makassar, sementara di Makassar, ada teman sy yang mau pergi ke Terminal Daya untuk mencari bunyi  “Traddidiiii”. Panggil “Om Traddidiiii om”.

Advertisements

About Fachrie Lantera

Seseorang dapat dinilai dari tulisannya. Saya seorang yang senang membaca tulisan seseorang dan mengenalnya lewat tulisannya.
This entry was posted in Budaya, Cinta, Daily Life, Momen Unik, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s