Apresiasi Perlu Tapi Jangan Terlalu Berlebihan

sy salut sama Ullang, tapi kita jangan kadang melebihkan sesuatu, memframing orang terlalu berlebihan…Keahlian beliau adalah otaknya yang luar biasa dalam hal aljabar sederhana SD sampai SMP, coba berikan soal Log ataukah limit dst, kalau dia bisa jawab..membandingkan dia dalam hal sama dengan einstein terlalu berlebihan karena Einstein mempunyai pengaruh luar biasa dalam bidang science teknologi dan art..sampai teorinya buat bom Atom..

Yang patut disayangkan bagaimana bisa orang yang mempunyai struktur otak seperti ini akhirnya tidak bisa memberikan pengaruh yang luar biasa untuk negara..selain hanya menjadi pendongkrak media online, penambah pundin2 uang di youtube, ataukah di Hitam Putih..

Ullang adalah korban dari kebodohan sosial ataukah apa? Sy lihat video nya sampai terakhir. Ada pak Doktor yang mengucapkan ini anak cocok untuk masuk di dunia programming, yap thats right! Lalu sekarang bagaimana dia bisa masuk. Sederhananya, berikan dia arahan.
nanti uang yang dia dapat dari sana sini di Jakarta, suruh beli laptop spek tinggi atau komputer tinggi, kasih dia ebook, untuk belajar, berikan dia mentor yang tepat untuk membuat dia menjadi luar biasa…

Dan untuk masyarakat Indonesia jangan terlalu latah dalam menilai.
Lihat saja si Yayan yang ada di Bali, toh juga ternyata gak seperti yang kita kira, hanya saja semangatnya yang perlu di apresiasi. Kita pun juga memiliki game developer yang dulunya seorang buruh panggul di Pelabuhan kota Makassar, dia membuat game segala macam tools dan bantuan teman-teman terdekatnya, dan harus diakui dan sy pun angkat topi karena semangat nya yang luar biasa..
Jadi perlu kita belajar tentang metode mem-framing seseorang.

‪#‎SekadarOpini‬

Posted in Kegelisahan Hatiku, Momen Unik, Mungkin Anda Tahu, Opini | Leave a comment

1+1 =0 dan 1 – 1 = 7

Ada teman lebih tepatnya dipanggil kakak lah karena memang usianya lebih tua dari saya. Beliau sudah memiliki sebuah usaha Depot Air Minum di kota Pinrang, dengan branding usahanya Depot Citra Mas. Sy datang ke tempat beliau untuk cerita-cerita dan dia mencoba menshare ilmu yang diperoleh juga dari orang lain sebelumnya. Ilmunya itu kurang lebih seperti ini

1+1 =0 dan 1-1= 7.

Tentu sy bingung karena operasi tambah dan kurang di bilangan desimal harusnya 1+1=2 dan 1-1= 0. Ternyata ini dalam perspektif lain. Dari penjelasannya ini adalah perspektif religius. Singkatnya 1+1=0 itu adalah jika kita berpikir bahwa kita harus selalu mendapatkan untung dan ingin selalu harta kita bertambah tetapi kita lupa untuk berbagi atau gak mengeluarkan sebagian dari harta kita maka ujung-ujung dari hasilnya adalah 0. Misal ada seorang bernama “anu” kemudian mengumpulkan terus uang hingga 20 tahun lamanya dan berhasil mencapai 1 Miliar. Kemudian mengalami sakit yang parah sehingga menghabiskan harta 1 Miliar itu dalam hitungan bulan saja.

Kemudian 1-1=7. Itu artinya kita gak boleh takut untuk berbagi (bersedekah) atau membantu orang. Karena 1 kebaikan itu bisa mendatangkan 7 buah kebaikan lagi. Katanya sih berasal dari ajaran Islam. Maklum perlu belajar lagi tentang dunia islam lebih mendalam.

Beliau pun memberikan saran yang kurang lebih sy pernah juga dengar dari banyak orang untuk mencoba konsisten bersedekah dalam tiap hari. Meskipun belum ikhlas, lakukan saja. Dan mulailah dengan konsisten misal IDR 1000 tiap hari. Boleh lah dicoba. Toh juga usia itu begitu singkat. Apalagi yang akan dibawa jikalau bukan amal ibadah kita.

#Sy memilih berTuhan dan beragama.

Posted in Curhat, Islam, Momen Unik, Mungkin Anda Tahu, Teman | Leave a comment

Uplan Trip to Malino

Uplan Trip to Malino

Cerita ini telat untuk saya tuliskan, maklum saya orang yang tidak bisa langsung update untuk nulis blog, belum terbiasa. Padahal ketika baru saja masih melakukan perjalanan, banyak banget isi kepala saya yang ingin saya tuliskan akan tetapi belum bisa. Akhirnya banyak cerita yang terlewatkan, tetapi saya akan coba mengingat-ngingat cerita tentang ini.

Cerita ini bermula pertemuan pertama dengan kawan lama ITB di Warung Kopi di Jln. Bali Makassar, namanya teman saya  Gustaf (Elektro 06), dan  Putra (Elektro 08). Mereka berdua dahulu adalah penduduk Sunken Court, sebuah tempat di kawasan ITB yang menjadi tempat nongkrong unit-unit mahasiswa di ITB. Gustaf dan Putra tergabung  di Unit yang sama yaitu Unit KMPA  (Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam) Ganesha. Sementara saya berada di Unit Kesenian Sulawesi Selatan (UKSS). Unit KMPA itu berdampingan sekretnya dengan UKSS .

Dari pertemuan pertama ini,  Rabu, jam 4 tanggal 14 Oktober di sebuah cafe yang saya lupa apa nama tempatnya. Kami cuap cuap dst. Dan akhirnya sampai pada kesimpulan untuk melakukan perjalanan. Saya bertanya ke Gustaf, ini judulnya apa nih. Kata dia “Unplan Trip!”. Jadi tidak usah ada perencanaan terlalu detil, ini itu, dst. Pokoknya kita tahunya kita akan ke Malino. Tidur dimana, akan seperti apa? Intinya datang ke Malino dan kita tidak tahu persis akan ngapain disana!

Saya sih sudah pernah ke Malino sekali, Gustaf belum pernah, Putra juga pernah.  Jadi karena gustaf ingin tahu disana seperti apa? Kita sepakat akan berangkat ke Malino hari Sabtu, tak tahu kapan berangkatnya.

Hari Jumat, pembicaraan mulai semakin intens, kita mulai mencoba merencanakan sesuatu, yaitu kita mau sewa tenda, berangkat jam 12 siang. Karena semua tidak jelas, kita kembali kepada rencana berikutnya yaitu unplan Trip.

Sabtu pun tiba, 17 Oktober 2015. Tempat kumpul sebelum berangkat dimulai di kosan Gustaf. Putra sudah datang lebih awal. Saya paling telat karena harus tukaran motor dulu dengan adik saya. Selayaknya suami  yang baik saya harus selalu memberikan penyampaian kepada istri bahwa saya pergi liburan dulu sama teman. Maklum saya lama baru jumpa dengan nih kawan. Dan ternyata dia dah hampir 2 tahun di kota ini. Dan tidak pernah bertemu.

Di kosan Gustaf kami cerita cerita lagi, tidak jelas, membuang waktu lagi, sekitar sejaman. Keluar lagi dari rencana jam 12 siang berangkat ke Malino.  Jam setengah 2 kami memutuskan mulai berangkat. Keluar dari rumah, kami mampir dulu makan di warung langganan Gustaf. Lumayan murah dan enak lah untuk makanan rumahan. Setelah itu kami makan dan cerita-cerita lagi dan memulai perjalanan.

Istri saya sempat marah karena saya tidak konsisten kalau saya akan berangkat jam 12. Maklum istri saya belum tahu bahwa perjalanan kami ini judulnya unplan Trip. Sekitar jam 3 kami baru melewati batas kota Makassar menuju Malino Kabupaten Gowa.

Di perjalanan kami mampir dulu di Bendungan Bili-bili. Bisa dilihat foto kami bertiga.

Di Bendungan Bili-Bili

Di Bendungan Bili-Bili

Kemudian kami melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan kami beberapa kali mampir. Maklum capeklah kami ini menggunakan motor. Hingga akhirnya kami tiba di kota Malino setengah 6 sore.

Kami terus berputar-putar mencoba mengenali kota Malino ini. Hingga akhirnya kami berhenti di sebuah tempat dimana tempat itu ramai, pemuda dan pemudi yang sedang menikmati Malino Mereka lagi menikmati senja yang akan berganti dengan malam dengan berfoto-foto ria. Sampai mereka menawarkan diri untuk memoto mereka, karena tukang potretnya juga mau masuk di foto itu. Ternyata dari mereka ada yang mengenali saya. Namanya Wulan, mahasiswi dari Universitas Negeri Makassar, jurusan Desain Komunikasi Visual. Dia kenal saya karena memang saya sering ke jurusan DKV UNM main-main. Kebetulan ketua Himpunannya adalah teman saya. Dan memang saya dulu ada project ingin terlibat dalam perdamaian antara 2 Fakultas yang sering tawuran di  kampus itu yaitu Fakultas Seni& Bahasa vs Fakultas Teknik.

Teman-teman dari UNM itu sudah pulang ke wisma mereka. Kami tetap di tempat itu, menikmati bulan dan bintang bersama sambil menggunakan smartphone kami mencari lagu-lagu dan chord yang bisa kami nyanyikan. Kebetulan kami membawa gitar yang senarnya kencang banget, sampai jari tersiksa mencetnya. Lantunan lagu terlewati dengan suara fals, dan permainan gitar ala kadarnya menjadi  hiburan kami selama 3 jam. Setelah itu perut mulai kelaparan. kami memutuskan kembali ke tempat keramaian mencari makanan.

Setelah makan kami mencari penginapan yang murah untuk kami tempati. Kami ke Wisma Bahagia, kami mengorek uang kami total 150ribu untuk semalam. Sempat si penjaga wisma menawarkan 250ribu. Enak aja, kemahalanlah  menurut kami. Akhirnya harga disepakati. Kami bermalam di wisma itu.

Pagi harinya setelah subuh kami masih terus tidur. Padahal rencananya mau joging. Eh tidur lagi sampai jam 10 pagi. Setelah itu kami pergi jogging, entah kemana arahnya yang penting jogging. Tau-tau kami terlalu jauh jogging dan kepikiran kalau kembali bisa kejauhan ini. Kami memutuskan untuk bypass saja tapi melewati lembah . Turun bukit naik bukit. Yah malah kecapaian, ngos-ngos. Betis sakit, paha sakit, maklum gak pernah lagi olahraga sayanya.

Kami hampir pulang dengan keadaan seperti itu saja. Akan tetapi , saya dan putra bilang, masa ke Malino, gini-gini aja. Gak kemana-mana gitu? Masa datang hanya untuk nginap di wisma? Ah  kurang seru ini. Setelah browsing lokasi-lokasi wisata di Malino, kami sepakat untuk pergi ke Air Terjun Takapala Malino.

Air terjun Takapala Malino

Air terjun Takapala Malino

Sampai disana, akhirnya perjalanan ke Malino ini terasa sesuatu lah, karena tidak asal pergi doang nikmati dinginnya Malino dan Wismanya. Saya mengajak Gustaf dan Putra untuk berenang, tetapi mereka tidak ingin berenang. Saya memutuskan untuk berenang, tetapi ternyata saya malah kewalahan dan fisik saya jadi lemah dikarenakan air terjunnya suhunya sangat dingin. Sampai-sampai saya harus muntah di perjalanan pulang. Mungkin juga karena belum makan siang kali yah waktu itu.

Setelah dari permandian kami pulang menuju kota Makassar, kami juga sudah sepakat untuk berombongan dengan teman-teman dari UNM untuk pulang ke kota Makassar. Namun beberapa kilo lagi sebelum kota Makassar, kami bertiga, memutuskan untuk mampir di tengah sawah untuk menikmati sunset. Di tengah rumah-rumahan sawah kami bercerita. Ah bentar lagi kita kembali ke kerjaan masing-masing nih. Putra kerja sebagai pegawai Telkom penempatan di kota Makassar, Gustaf kerja sebagai Asisten  Manager di Cheil Worldwide, anak perusahaan Samsung, dan saya seorang freelance developer web.

Digowa menikmati alam ditengah sawah. #senja

Digowa menikmati alam ditengah sawah. #senja

Hampir sampai jam 8 kami disana, kemudian kami memutuskan untuk terus ke kota. Tapi sebelum itu kami makan dulu di warung makan Wong Solo di Jalan  Alauddin. Disana lumayanlah menguras duit Gustaf untuk traktir pesanan saya hihi.

Kalau cerita ini kurang seru. Maklum saya belum terlalu bagus dalam bercerita dalam bentuk tulisan. Hihi..

 

Posted in Teman, Tentang Saya, Traveling | 2 Comments

Kejujuran itu Mahal

Di parkiran kantor PT. Telkom Indonesia terdapat gambar seperti ini dibawah

Pengumuman Parkir yang ditutupi isi pengumumannya oleh Tukang Parkir di Telkom Divre VIII Makassar, JL. AP Pettarani No.4 (Pettarani), Makassar, Sulawesi Selatan 90000, Indonesia

Pengumuman Parkir yang ditutupi isi pengumumannya oleh Tukang Parkir di Telkom Divre VIII Makassar, JL. AP Pettarani No.4 (Pettarani), Makassar, Sulawesi Selatan 90000, Indonesia

Ketika kertas karton di lepas, maka

Pengumuman Parkir di Telkom Divre VIII Makassar, JL. AP Pettarani No.4 (Pettarani), Makassar, Sulawesi Selatan 90000, Indonesia

Pengumuman Parkir di Telkom Divre VIII Makassar, JL. AP Pettarani No.4 (Pettarani), Makassar, Sulawesi Selatan 90000, Indonesia

Posted in Budaya, Mungkin Anda Tahu | Leave a comment

Mengenai Menulis

Saya sih orangnya senang menulis, berbagi cerita, bukan karena apa? Tapi sy ingin melatih diri saya agar diri saya menjadi tidak lupa.Atau setidaknya isi hati saya atau isi kepala saya bisa tertuangkan dalam bentuk tulisan. Setidaknya sy merasa lega ketika sy sudah melakukannya.
Mungkin tidak bisa seperti kebanyakan dari bloger. Sebutlah pak Budi Rahardjo (baca: blognya). Bisa nulis satu tulisan satu hari. Wah itu sangat luar biasa sekali. Tetapi saya sendiri belum bisa komit seperti itu. Ini pun sy menulis dikarenakan saya juga tidak tahu mau ngapain lagi sekarang. Dan gak tahu menulis apa. Saya hanya mengalirkan saja isi pikiran saya.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Sudah menikah

Hai teman-teman. Sy sudah menikah. Kewajiban bertambah lagi tentunya. Penuh tantangan. Oh iya sy sudah menjalaninya selama 4 bulan pernikahan ini. Kami sudah menikah sejak 2 Juni 2015 ini. Hmm jadi kurang lebih sudah mencapai 4 bulan pernikahan ini. Pertengkaran kadang terjadi. Dan itu tidak baik tentunya.

Posted in Cinta | 5 Comments

Secercah Harapan

Yah sy harus optimis untuk menjalani hidup saya. Sy tidak usah berpikir muluk-muluk sekarang mengenai mimpi saya. Tidak lagi seperti dahulu kala ketika saya masih belum bisa menerima kenyataan hidup. Di kuartal pertama tahun 2015 ini saya mengalami masa-masa yang begitu sulit dan mungkin saja ini baru awal dari fase kehidupan saya. Hanya saja sekarang agak berbeda. Bedanya saat ini saya akhirnya bisa mulai berpikir dengan matang dan serius. Saya mulai menerima kenyataan hidup bahwa setiap orang punya jalan cerita masing-masing. Tidak mesti menuntut hidup kita untuk sama dengan yang lain. Akan tetapi bagaimana kita mensyukuri hidup kita yang ada saat ini.

Posted in Curhat | 2 Comments